Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono Saat Menghadiri Konsolidasi Demokrasi dan Penguatan Sinergi Pengawasan Pemilu 2029 di Mataram, NTB.

Anggota Bawaslu RI Totok Hariyono Saat Menghadiri Konsolidasi Demokrasi dan Penguatan Sinergi Pengawasan Pemilu 2029 di Mataram, NTB.

SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) RI membuka Ruang Kritik dan Evaluasi dari Masyarakat dalam upaya memperkuat Demokrasi menjelang Pemilu 2029.

Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu RI sekaligus Koordinator Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa, Totok Hariyono, dalam kegiatan Penguatan Demokrasi. ‘Konsolidasi Gerakan Masyarakat Sipil Mewujudkan Sinergitas Pengawasan Pemilu Tahun 2029′ yang digelar Bawaslu RI di Mataram, Kamis (17/9/2026).

Kegiatan tersebut mempertemukan jajaran Bawaslu dengan Akademisi dan Organisasi Masyarakat

untuk membangun sinergi dalam memperkuat partisipasi Publik serta Pengawasan Pemilu 2029.

Totok yang hadir sebagai pemantik sekaligus membuka diskusi menekankan pentingnya konsolidasi untuk memperkuat kembali Nilai-nilai demokrasi. Menurutnya, Masyarakat perlu semakin memahami hak dan perannya dalam proses Demokrasi.

Baca Juga :  PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan

Ia juga mengajak generasi muda, Mahasiswa, Aktivis, dan Masyarakat untuk membangun kesadaran Politik yang sehat menjelang Pemilu 2029.

Menurut Totok, partisipasi masyarakat perlu diarahkan pada keterlibatan yang konstruktif, termasuk ikut mengawasi proses Pemilu serta menyampaikan kritik secara tepat dan beretika.

“Bawaslu selalu terbuka untuk dikritik dan dievaluasi, jadi jangan segan untuk mengoreksi kami,” ujar Totok.

Pandangan tersebut kemudian diperkaya oleh sejumlah akademisi yang hadir sebagai narasumber, yakni Gandjar Laksamana Bonaprapta dari Fakultas Hukum Universitas Indonesia, Lalu Saipudin dari FHISIP Universitas Mataram, serta Herdiansyah Hamzah dari Fakultas Hukum Universitas Mulawarman.

Dalam diskusi, para narasumber menyoroti pentingnya Partisipasi Publik, Kesadaran Politik, Integritas, serta upaya bersama dalam membangun Demokrasi yang sehat.

Lalu Saipudin menegaskan bahwa menjaga kualitas demokrasi bukan hanya menjadi tugas Bawaslu. Masyarakat juga memiliki peran penting dalam mendorong lahirnya Aktor-aktor Politik yang memiliki integritas.

Konsolidasi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat sinergi antara Bawaslu dan Masyarakat sipil dalam menghadapi Pengawasan Pemilu 2029.

Melalui keterlibatan Masyarakat, pengawasan diharapkan tidak hanya berlangsung saat tahapan Pemilu berjalan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya bersama untuk menjaga demokrasi yang sehat, berintegritas, dan berpihak pada kepentingan masyarakat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

125 Dapur MBG di NTB Disuspend, BGN Perketat Pengawasan hingga CCTV Terhubung ke Pusat
Mutasi 264 Perwira Polri, Wakapolda NTB hingga Kapolres Dompu Berganti
Antrean Kayangan-Poto Tano Mengular hingga 3 Jam, Pemprov NTB Ungkap Penyebabnya
7.364 Anak Lombok Barat Putus Sekolah, Gubernur NTB Siapkan Jurus Jemput Bola
7.364 Anak di Lombok Barat Putus Sekolah, Mayoritas Lulusan SMP Tak Bisa Lanjut ke SMA
Guru SD di Dompu Diduga Dianiaya, Pelaku Nyaris Jadi Sasaran Amarah Warga
Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Kapolda NTB Turun Langsung Gerebek Sarang Narkoba di Mataram, 2 Kg Sabu dan 265 Ekstasi Disita
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 4 November 2026 - 21:04 WIB

125 Dapur MBG di NTB Disuspend, BGN Perketat Pengawasan hingga CCTV Terhubung ke Pusat

Rabu, 4 November 2026 - 19:25 WIB

Mutasi 264 Perwira Polri, Wakapolda NTB hingga Kapolres Dompu Berganti

Rabu, 4 November 2026 - 17:55 WIB

Antrean Kayangan-Poto Tano Mengular hingga 3 Jam, Pemprov NTB Ungkap Penyebabnya

Rabu, 4 November 2026 - 13:42 WIB

7.364 Anak Lombok Barat Putus Sekolah, Gubernur NTB Siapkan Jurus Jemput Bola

Rabu, 4 November 2026 - 13:16 WIB

7.364 Anak di Lombok Barat Putus Sekolah, Mayoritas Lulusan SMP Tak Bisa Lanjut ke SMA

Berita Terbaru