NTB Dorong Percepatan Hilirisasi Ayam Terintegrasi, Peternak Nantikan Pabrik Pakan Dan Parent Stock

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 13 Juni 2026 - 14:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, menyampaikan dukungan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang digagas Kementerian Pertanian bersama PT Berdikari.

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, menyampaikan dukungan terhadap Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi yang digagas Kementerian Pertanian bersama PT Berdikari.

SUMBAWAPOST.com| Jakarta-Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) menyatakan dukungan penuh terhadap percepatan Program Hilirisasi Ayam Terintegrasi (HAT) yang dijalankan Kementerian Pertanian bersama PT Berdikari. Program tersebut dinilai menjadi solusi strategis untuk mengatasi persoalan pakan dan bibit yang selama ini menjadi tantangan utama peternak unggas di daerah.

Dukungan tersebut mengemuka dalam penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) antara PT Berdikari dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo, Pemerintah Kabupaten Boalemo, dan Pemerintah Kabupaten Bima di Hotel Bidakara Jakarta, Jumat (12/6/2026).

Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, mengatakan peternak di NTB selama ini masih menghadapi tingginya biaya produksi akibat ketergantungan pasokan pakan dan bibit dari Pulau Jawa.

“Kalau kita bicara kesiapan mendukung program ini, justru kami yang merindukan program ini. Persoalan peternak kami di NTB itu ada pada pakan dan bibit. Karena itu kami sangat berharap pabrik pakan dan parent stock segera dibangun di NTB,” ujar Riadi dalam keterangannya, Sabtu (13/6/2026).

Baca Juga :  Bukan Adu Rayu, Pemuda Dopang-Mambalan Lobar Malah Adu Jotos Gara-Gara Asmara

Menurutnya, NTB memiliki potensi besar karena mampu memproduksi sekitar 2 juta ton jagung setiap tahun. Namun hingga saat ini sebagian besar kebutuhan pakan ternak masih harus didatangkan dari luar daerah.

“Selama ini pakan masih didatangkan dari Pulau Jawa. Harus menyeberang lewat Bali kemudian ke Lombok dan Sumbawa. Biaya distribusi menjadi tinggi dan akhirnya membebani peternak,” katanya.

Riadi menilai pembangunan pabrik pakan dan parent stock akan menjadi langkah penting untuk memperkuat rantai pasok unggas sekaligus meningkatkan daya saing peternak di kawasan timur Indonesia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian, Agung Suganda, mengatakan Program HAT dirancang untuk menciptakan pusat-pusat pertumbuhan unggas baru di luar Pulau Jawa.

Baca Juga :  Pria Asal Lombok Barat Diduga Suplai Setengah Kilo Sabu ke Bima, Dua Orang Ditangkap

“Selama ini sebagian besar produksi unggas nasional masih terkonsentrasi di Pulau Jawa. Karena itu kita ingin membangun pusat-pusat pertumbuhan baru di luar Jawa agar pasokan protein hewani semakin merata dan biaya logistik bisa ditekan,” ujar Agung.

Menurutnya, pembangunan yang dilakukan tidak hanya berfokus pada infrastruktur produksi, tetapi juga membentuk ekosistem usaha yang melibatkan peternak rakyat.

“Yang kita bangun bukan hanya kandang atau pabrik pakan. Yang kita bangun adalah ekosistemnya. Peternak harus menjadi bagian utama dari sistem ini agar memperoleh akses bibit, pakan, teknologi, dan pasar yang lebih baik,” katanya.

Melalui program tersebut, pemerintah berharap daerah-daerah di luar Pulau Jawa dapat berkembang menjadi pusat produksi unggas yang mandiri, efisien, dan berdaya saing tinggi.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 82 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru