Kartini Masa Kini di NTB, Wagub Umi Dinda Tegaskan Perempuan IPPAT Jadi Garda Depan Penegakan Hukum

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 25 April 2026 - 19:37 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri menyampaikan kata sambutan saat menghadiri kegiatan upgrading IPPAT NTB dalam momentum Hari Kartini di Mataram.

Wakil Gubernur NTB Indah Damayanti Putri menyampaikan kata sambutan saat menghadiri kegiatan upgrading IPPAT NTB dalam momentum Hari Kartini di Mataram.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Semangat Hari Kartini terasa kuat dalam kegiatan upgrading IPPAT NTB, yang tahun ini menjadi momentum penting penegasan peran perempuan sebagai garda depan pembangunan hukum di daerah.

Wakil Gubernur Nusa Tenggara Barat, Indah Damayanti Putri, menegaskan bahwa perempuan IPPAT NTB kini telah menjangkau seluruh wilayah provinsi dan menjadi kekuatan strategis dalam memastikan keadilan hadir hingga ke akar rumput.

“Perempuan IPPAT NTB telah menyebar di seluruh penjuru daerah. Ini bukan sekadar persebaran profesi, tetapi kekuatan besar yang memastikan negara hadir melalui kepastian hukum bagi masyarakat,” ujarnya.

Perempuan yang akrab disapa Umi Dinda tersebut menekankan bahwa keberadaan Ikatan Pejabat Pembuat Akta Tanah NTB merupakan bukti nyata penguatan peran perempuan dalam pembangunan daerah. Menurutnya, perempuan NTB bukan lagi sekadar objek pembangunan, melainkan subyek utama yang menentukan arah kemajuan.

“IPPAT NTB telah membuktikan mendukung. Perempuan NTB adalah perempuan tangguh. Dalam setiap kemajuan daerah, keterlibatan perempuan itu wajib bukan hanya sebagai pelengkap, tetapi sebagai subyek dan penggerak ekonomi,” ujarnya.

Baca Juga :  Jalan Rp19 Miliar Lenangguar-Lunyuk Diprotes Warga di Medsos, DPRD NTB Desak Gubernur Turun Tangan

Namun di balik kemajuan tersebut, Umi Dinda mengingatkan masih adanya tantangan serius, terutama terkait kekerasan terhadap perempuan di sejumlah wilayah. Ia menilai, kehadiran perempuan dalam sektor hukum menjadi kunci penting dalam memastikan perlindungan dan keadilan berjalan efektif.

“Kita masih menghadapi kekerasan terhadap perempuan. Di sinilah pentingnya perempuan hadir dalam sistem hukum agar ada keberpihakan, ada perlindungan, dan ada keadilan yang benar-benar dirasakan,” kata dia.

Ia juga menegaskan bahwa cita-cita besar NTB makmur mendunia tidak akan tercapai tanpa keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk perempuan yang kini berada di garis depan pelayanan hukum.

“Ini adalah tugas bersama. Kita butuh keberanian, integritas, dan kolaborasi untuk membawa NTB melangkah lebih jauh,” ujarnya.

Lebih lanjut, Umi Dinda berharap kegiatan upgrading ini tidak berhenti pada seremoni semata, tetapi mampu melahirkan gagasan konkret yang menjawab tantangan di lapangan.

“Saya ingin dari forum ini lahir ide-ide luar biasa yang bukan hanya dibicarakan, tetapi diwujudkan,” ujarnya.

Baca Juga :  Komisi X DPR RI Soroti Pendidikan NTB: Maksimalkan 20% Anggaran untuk SDM Unggul, Jangan Setengah-setengah

Sementara itu, Ketua IPPAT NTB, Saharjo, menilai pesan tersebut sebagai panggilan untuk memperkuat peran organisasi dalam membangun sistem hukum yang berkeadilan.

“Ini bukan sekadar jaringan, ini adalah barisan pejuang kepastian hukum. Perempuan-perempuan IPPAT NTB hadir di tengah masyarakat, memastikan setiap hak atas tanah terlindungi, setiap proses berjalan dengan integritas,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa IPPAT NTB siap menjadi mitra strategis pemerintah dalam mengawal visi pembangunan daerah. Menurutnya, kegiatan upgrading ini merupakan momentum konsolidasi untuk melahirkan langkah nyata yang berdampak luas.

“Kami tidak ingin berhenti pada wacana. Dari forum ini harus lahir gerakan-gerakan pelayanan hukum yang cepat, transparan, dan berpihak pada masyarakat. Inilah kontribusi nyata kami untuk NTB makmur mendunia,” kata dia.

Dengan semangat Kartini masa kini, perempuan NTB tidak lagi berada di belakang, tetapi tampil memimpin dari depan. Dari ruang pelayanan hukum hingga pelosok desa, mereka hadir sebagai simbol keberanian, integritas, dan harapan, memastikan keadilan menjadi hak setiap warga, bukan hanya milik segelintir orang.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mandalika Jadi Magnet Investasi, Investor Jajaki Proyek Industri dan Energi di NTB
12 Ribu Warga NTB Alami Gangguan Mata, 5.000 Disiapkan untuk Operasi Gratis
MoU Pemprov NTB-UNY, Lombok Utara Disiapkan Jadi Magnet Pendidikan dan Ekonomi
KPU NTB ‘Berguru’ ke BPKP, Genjot Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih dan Melayani
DPRD NTB Aji Maman Genjot Raperda Perlindungan PMI, Soroti Paspor hingga Pembiayaan yang Kerap Jadi Hambatan
Jejak Syamsuriansyah: Dosen, Pendiri Kampus, hingga Parlemen di Balik Universitas Bima Internasional MFH
Perusakan Kantor Inspektorat dan DPMDes Bima, FKMHB Soroti Kegagalan Negara Membaca Akar Masalah
8 Pelaku Perusakan Kantor Inspektorat dan DPMDes Bima Diciduk, Polisi Bongkar Motif di Baliknya
Berita ini 19 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 26 April 2026 - 21:53 WIB

Mandalika Jadi Magnet Investasi, Investor Jajaki Proyek Industri dan Energi di NTB

Sabtu, 25 April 2026 - 20:24 WIB

12 Ribu Warga NTB Alami Gangguan Mata, 5.000 Disiapkan untuk Operasi Gratis

Sabtu, 25 April 2026 - 20:02 WIB

MoU Pemprov NTB-UNY, Lombok Utara Disiapkan Jadi Magnet Pendidikan dan Ekonomi

Sabtu, 25 April 2026 - 19:47 WIB

KPU NTB ‘Berguru’ ke BPKP, Genjot Zona Integritas Menuju Birokrasi Bersih dan Melayani

Sabtu, 25 April 2026 - 19:37 WIB

Kartini Masa Kini di NTB, Wagub Umi Dinda Tegaskan Perempuan IPPAT Jadi Garda Depan Penegakan Hukum

Berita Terbaru