Di Tengah Efisiensi, Anggaran Makan-Minuman DPRD NTB Justru Capai Rp38 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Senin, 13 April 2026 - 13:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD NTB, menyoroti anggaran makan-minum yang mencapai Rp38 miliar.

Sejumlah massa menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD NTB, menyoroti anggaran makan-minum yang mencapai Rp38 miliar.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Di tengah gencarnya wacana efisiensi anggaran, temuan belanja makan-minum dan jamuan tamu di Sekretariat DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) yang mencapai lebih dari Rp38 miliar justru memicu sorotan tajam publik.

Isu ini mendorong puluhan massa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Menggugat, Nasional Politik (NasPol) NTB, Pukad NTB, dan PEKAT IB, menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung Sekretariat DPRD NTB, Senin (13/4/2026) di Jalan Udayana Kota Mataram.

Massa mulai berkumpul di kawasan Islamic Center sekitar pukul 10.00 WITA, kemudian bergerak melakukan long march menuju Kantor DPRD NTB di Jalan Udayana pada pukul 10.15 WITA dengan pengawalan aparat kepolisian.

Dalam orasinya, Ketua PEKAT IB NTB, Ziyad, menuntut audit menyeluruh terhadap belanja Sekretariat DPRD NTB. Ia menilai terdapat kejanggalan dalam sejumlah pos anggaran yang selama ini dinilai luput dari pengawasan publik.

Baca Juga :  BREAKING NEWS: Akri Tersingkir, Muzihir Kembali Ketua, Sitti Ari Duduki Kursi Sekwil PPP NTB 2026-2031

“Kami meminta audit total! Kami menyoroti persoalan dana reses dan dana sosialisasi Perda yang nilai anggarannya hampir sama. Ini tidak masuk akal dan harus dibuka ke publik secara transparan,” tegas Ziyad.

Direktur NasPol NTB, Ardiansyah, menyoroti kontras antara besarnya anggaran konsumsi dengan kondisi masyarakat NTB saat ini. Ia menyebut penggunaan anggaran tersebut tidak mencerminkan kepekaan terhadap situasi ekonomi.

“Setengah juta rakyat NTB masih hidup di bawah garis kemiskinan, infrastruktur kita memprihatinkan, dan pengangguran terus meningkat. Namun, anggota dewan justru menghamburkan Rp38 miliar lebih hanya untuk makan-minum yang sama sekali tidak urgen. Ini adalah pengkhianatan terhadap rakyat,” ujar Ardiansyah.

Ardiansyah juga menyinggung situasi politik terkait dugaan pusaran gratifikasi yang disebut menyeret hampir separuh anggota dewan hingga unsur pimpinan DPRD NTB. Ia menilai anggaran makan-minum tersebut menjadi sorotan di tengah isu yang berkembang.

Baca Juga :  Honor TP2D Dompu Bikin Heboh, Panglima BBF-DJ Bongkar Fakta Sebenarnya

Ketegangan meningkat ketika massa tidak ditemui oleh satu pun anggota DPRD NTB. Koordinator Lapangan, Firmansyah, menyampaikan kekecewaannya atas sikap tersebut.

“Sikap DPRD hari ini yang enggan menemui rakyat adalah bukti mereka takut menghadapi kenyataan. Kami tegaskan, jika Sekwan dan unsur Pimpinan DPRD NTB tidak segera memberikan respon yang baik, kami akan kembali dengan massa yang lebih besar. Ini baru permulaan,” kata Firmansyah.

Tuntutan Diteruskan ke Pimpinan
Setelah melalui negosiasi dengan aparat Polresta Mataram, perwakilan massa akhirnya diterima oleh Kepala Bagian Umum DPRD NTB. Dalam pertemuan tersebut, pihak Sekretariat DPRD menyatakan akan meneruskan seluruh tuntutan kepada Sekretaris Dewan (Sekwan) dan jajaran pimpinan DPRD NTB.

Aksi berakhir sekitar pukul 13.00 WITA dengan tertib. Namun, massa menegaskan akan terus mengawal isu anggaran makan-minum tersebut dan memantau tindak lanjutnya dalam waktu dekat.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan
Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda
Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028
KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran
Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028
KONI Pusat Sebut NTB Gudangnya Atlet, PON 2028 Jadi Momentum Pembuktian
KONI NTB Jangan Terjebak Konflik, Mori Hanafi: PON 2028 Sudah di Depan Mata
Wagub Umi Dinda Buka Musorprov XIII KONI NTB, PON 2028 Jadi Tantangan Besar
Berita ini 55 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 14:02 WIB

Bima-Dompu Bukan Anak Tiri, HMI Sentil Pemprov NTB, 574 Hari Pascabanjir Jalan Rusak Diabaikan

Senin, 31 Agustus 2026 - 08:22 WIB

Menuju PON 2028, Wagub Umi Dinda Dorong PERBASASI NTB Cetak Talenta Muda

Senin, 31 Agustus 2026 - 06:08 WIB

Dae Yandi Resmi Pimpin Perbasasi NTB, Bawa Misi Besar Menuju PON 2028

Minggu, 30 Agustus 2026 - 20:45 WIB

KONI Pusat Ambil Alih KONI NTB, Pemilihan Diulang dari Nol dan Tak Ada Uang Pendaftaran

Minggu, 30 Agustus 2026 - 19:59 WIB

Mori Hanafi Tinggalkan Legasi Besar, NTB Berhasil Jadi Tuan Rumah PON 2028

Berita Terbaru