Daftar Lengkap Pejabat NTB Beserta Posisi yang Dilantik Iqbal: 6 Bulan Jadi ‘Tiket’ Bertahan atau Angkat Kaki

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 9 April 2026 - 22:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melantik Sekda NTB Abul Chair bersama puluhan pejabat eselon II, III, dan IV di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (9/4/2026).

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melantik Sekda NTB Abul Chair bersama puluhan pejabat eselon II, III, dan IV di Pendopo Gubernur NTB, Kamis (9/4/2026).

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhamad Iqbal, resmi melantik Abul Chair sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi NTB, Kamis (9/4/2026). Pelantikan yang berlangsung di Pendopo Gubernur NTB pada pukul 17.00 Wita ini sekaligus diikuti pelantikan puluhan pejabat eselon II, III, dan IV.

Prosesi pelantikan turut dihadiri Wakil Gubernur NTB Indah Dhamayanti Putri, Ketua DPRD NTB Baiq Isvie Rupaeda, serta jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda). Dalam kesempatan itu, Gubernur membacakan Keputusan Presiden Nomor 29/TPA/2026 tentang Pemberhentian dan Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Madya di lingkungan Pemerintah Provinsi NTB, yang menjadi dasar pengangkatan Abul Chair sebagai Sekda definitif.

Iqbal mengaku lega setelah melalui proses panjang pengisian jabatan Sekda. Ia menyebut telah menerima informasi langsung dari Menteri Sekretaris Negara sebelum libur Lebaran bahwa Presiden telah menandatangani surat keputusan tersebut.

“Satu hari sebelum libur Lebaran, saya ditelepon Mensesneg, menyampaikan bahwa Bapak Presiden sudah menandatangani. Tapi setelah libur baru dikirimkan,” ujar Iqbal.

Ia juga menepis berbagai spekulasi yang sempat beredar terkait keberadaan surat keputusan tersebut. “Teman-teman media sering bertanya, katanya SK Sekda sudah di atas meja saya. Saya bilang, di atas meja saya cuma ada kacang rebus sama ubi rebus, tidak ada SK,” katanya, disambut tawa hadirin.

Menurut Iqbal, pengangkatan Sekda merupakan kewenangan pemerintah pusat melalui mekanisme Tim Penilai Akhir (TPA) yang dipimpin langsung oleh Presiden, sehingga prosesnya membutuhkan waktu relatif lama.

“Jabatan Sekda ini adalah jabatan eselon I yang diputuskan melalui TPA. Itu sebabnya prosesnya panjang,” ujarnya.

Dengan pelantikan ini, posisi Sekda NTB yang sebelumnya diisi pelaksana tugas kini resmi dijabat secara definitif oleh Abul Chair. Pemerintah Provinsi NTB berharap kehadiran Sekda definitif dapat memperkuat koordinasi birokrasi serta mempercepat pelaksanaan program pembangunan daerah.

Selain melantik Sekda, Iqbal juga melakukan penyegaran besar-besaran birokrasi dengan melantik puluhan pejabat di berbagai level. Ia menegaskan, pelantikan bukanlah garis akhir, melainkan awal dari proses panjang yang akan diuji secara terbuka.

“Ini belum selesai. Ini tahap awal dari proses panjang,” kata Iqbal.

Ia bahkan secara tegas menetapkan tenggat waktu enam bulan sebagai tolok ukur awal kinerja para pejabat yang baru dilantik.

Baca Juga :  Satgas Pangan Lombok Timur Bongkar 110 Ton Beras Diduga Oplosan, Oknum Bulog Turut Diselidiki

“Kalau target enam bulan tidak tercapai, mohon maaf, harus dengan sukarela diganti,” ujarnya.

Pernyataan tersebut menegaskan arah kepemimpinan Iqbal yang menempatkan kinerja sebagai parameter utama. Ia juga menyadari bahwa setiap keputusan pengisian jabatan tidak akan pernah memuaskan semua pihak, namun sebagai kepala daerah ia memilih menanggung risiko tersebut.

Dalam konteks itu, pelantikan ini juga dapat dibaca sebagai langkah konsolidasi sekaligus penyelarasan mesin birokrasi menghadapi sisa masa pemerintahan beberapa tahun ke depan.

Iqbal mengingatkan bahwa tantangan pemerintahan tidak hanya datang dari internal, tetapi juga dipengaruhi dinamika global, nasional, hingga daerah. Karena itu, pola kerja konvensional dinilai tidak lagi memadai.

“Bekerja seperti biasa saja sudah tidak lagi cukup. Kita harus bekerja extraordinary,” katanya.

Keterbatasan anggaran menjadi tantangan nyata yang harus dihadapi seluruh organisasi perangkat daerah (OPD). Dalam situasi tersebut, ia meminta birokrasi tidak hanya berorientasi pada belanja, tetapi juga mencari terobosan untuk meningkatkan pendapatan daerah. “Mimpi besar tidak boleh terhalang oleh anggaran kecil,” ujar Iqbal.

Ia menekankan pentingnya perubahan paradigma birokrasi, dari sekadar pelaksana program menjadi pengelola sumber daya yang adaptif dan inovatif.
Di tengah tekanan kinerja, Iqbal tetap menyoroti pentingnya kerja kolektif. Ia mengibaratkan pemerintahan seperti ibadah berjamaah yang menuntut koordinasi dan kebersamaan. Dalam konteks ini, peran Sekda menjadi krusial sebagai penggerak utama koordinasi lintas OPD.

Iqbal juga menyinggung peran keluarga pejabat agar tetap memberikan dukungan tanpa mencampuri urusan profesional. “Yang dilantik adalah suaminya, yang bertanggung jawab adalah suaminya. Dukung dari belakang, tapi jangan masuk terlalu dalam ke urusan kantor,” katanya.

Dengan pelantikan ini, struktur birokrasi NTB mengalami penyegaran di berbagai lini. Namun, seperti ditegaskan Iqbal, seluruh pejabat akan segera diuji melalui kinerja nyata dalam waktu enam bulan ke depan.

Daftar Lengkap Pejabat yang Dilantik
Pelantikan tersebut turut mengukuhkan sejumlah pejabat strategis di lingkungan Pemprov NTB, di antaranya:

Sekda NTB: Abul Chair

Kepala Dinas (Eselon II):
1. Lalu Kusuma Wijaya- Kepala Dinas PUPR Perumahan dan Kawasan Permukiman
2. Dr. Syamsul Hadi- Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga
3. Lalu Wiranata- Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan
4. Muhamad Ihwan- Kepala Dinas Kebudayaan
5. Lalu Mirza Amir Hamzah Bapuangan- Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan
5. Didik Mahmud Gunawan Hadi- Kepala Dinas Lingkungan Hidup

Baca Juga :  Dana Gelap Dikembalikan, Aktor Tetap Misterius: IMPERIUM NTB Gugat Transparansi Kejati

Pejabat RSUD (Eselon II):
1. drg. H. Asrul Sani- Direktur RSUD Provinsi NTB
2. Baiq Nelly Kusumawati Ma’ruf- Wakil Direktur Perencanaan dan Keuangan RSUD
3. Srianingsih- Wakil Direktur Umum dan Operasional RSUD
4. I Putu Artawan Prayoga- Wakil Direktur SDM, Pendidikan, Pelatihan dan Penelitian RSUD
5. Adi Wira Perdana- Wakil Direktur Pelayanan RSUD

Kepala Biro (Eselon II):
1. Amir- Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat
2. Yus Harudian Putra- Kepala Biro Umum dan Administrasi Pimpinan

Kepala Bidang (Eselon III):
1. Radyus Ramli Hindarman- Bidang Tata Lingkungan (DLHK)
2. Mustara Hadi- Bidang Pengelolaan Sampah dan Limbah B3 (DLHK)
3. Niniek Rahayu- Bidang Deposit, Pengadaan dan Layanan Perpustakaan 4.Rahmi Fahrunnisa- Bidang Fasilitasi Pembiayaan dan Simpan Pinjam (Koperasi dan UMKM)
5. Subhan Hadi- Bidang Cipta Karya (PUPR)
6. Mariyani- Bidang Budidaya, Sarana dan Prasarana (Peternakan)
7. Muazzam- Bidang Guru, Tenaga Kependidikan dan Keolahragaan

Sekretaris Dinas (Eselon III):
1. Ayu Juita Mayasari- Sekretaris Dinas Koperasi dan UMKM

Kepala Bagian (Eselon III):
1. Ida Bagus Arnawa- Kepala Bagian Rumah Tangga (Setda)

Kepala UPTD / Unit Teknis (Eselon III):
1. Lalu Akhmad Gifary Akbar- Kepala UPTD TPA Regional
2. Yuni Hariadi- Kepala UPTD Balai Pemanfaatan dan Pengamanan Aset
3. Lalu Eka Armusadi- Kepala UPTD Balai Pengelolaan Sumberdaya Kelautan (Sumbawa–Sumbawa Barat)
4. Abdul Wahab- Kepala UPTD Balai Pengelolaan Sumber Daya Kelautan (Pulau Lombok)

Kepala Seksi (Eselon IV):
1. Abdul Hanan- Seksi Pengawasan dan Mutu Hasil Perikanan
2. Armin Alamsyah- Seksi Pendayagunaan Sumberdaya Kelautan
3. Ahyar Rosyidi- Seksi Pengawasan Sumberdaya Kelautan
4. Edi Suprayanto- Seksi Pengamanan Aset
5. Kasibun- Seksi Angkutan Tidak Dalam Trayek
6. Maslah- Seksi Perlindungan KSDAE

Kepala Sub Bagian (Eselon IV):
1. Nurwahidah- Kasubbag Tata Usaha UPTD Pelabuhan Perikanan
2. Haerudin- Kasubbag Umum dan Kepegawaian (Dinas Sosial PPPA)

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan
Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB
Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya
DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar
PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan
Ketua DPRD Isvie Rupaeda: Kebangkitan Nasional Jangan Berhenti Jadi Seremoni, NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan hingga Krisis Moral
Menteri Ara Puji Terobosan BSN di NTB, Kredit Rumah Kini Lebih Berpihak ke Rakyat Kecil
Truk Molen Diduga Over Tonase Hancurkan Jalan Selong Belanak, APPM-NTB Kecam dan Siap Hadang Jalan
Berita ini 140 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:49 WIB

Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:03 WIB

PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan

Berita Terbaru