DPRD NTB dan Bappenas Matangkan Pergub Rendah Karbon, Target Emisi dan Investasi Hijau Jadi Sorotan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 3 Maret 2026 - 20:28 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda memimpin dialog bersama Bappenas RI membahas penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim yang tengah diproses menjadi Pergub di Mataram, Selasa (3/3/2026).

Ketua DPRD NTB Hj Isvie Rupaeda memimpin dialog bersama Bappenas RI membahas penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim yang tengah diproses menjadi Pergub di Mataram, Selasa (3/3/2026).

Mataram | SUMBAWAPOST.com- Ketua DPRD NTB, Hj Isvie Rupaeda, memimpin dialog bersama Bappenas RI yang membahas penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim. Dokumen tersebut saat ini tengah berproses menjadi Peraturan Gubernur (Pergub).
Pertemuan berlangsung di Ruang Rapat Sekretariat DPRD NTB Lantai Tiga, Jalan Udayana, Kota Mataram, Selasa (3/3/2026) sore. Dalam forum itu, pembahasan difokuskan pada dokumen yang akan menjadi dasar kebijakan pembangunan rendah karbon di Provinsi NTB.

“Pertemuan ini membahas soal Pergub, pada intinya penyusunan dokumen Rencana Pembangunan Rendah Karbon dan Berketahanan Iklim yang kini tengah berproses menjadi Peraturan Gubernur,” ujar Hj Isvie Rupaeda.

Isvie menjelaskan, dialog tersebut menjadi ruang komunikasi antara DPRD NTB dan Bappenas RI guna memastikan dokumen berjalan sesuai mekanisme serta proses regulasi yang berlaku di daerah. Selain itu, pertemuan juga membahas sejumlah hal strategis, mulai dari program daerah, aturan, anggaran hingga fungsi pengawasan.

“Bagaimana DPRD NTB berdiskusi soal programnya, aturan dan anggaran serta pengawasannya,” ujarnya.

Dalam forum tersebut, DPRD NTB menekankan pentingnya sinkronisasi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah agar regulasi yang lahir benar-benar selaras dengan kebutuhan NTB. Menurutnya, pembahasan bersama Bappenas menjadi momentum penting untuk memastikan setiap kebijakan, termasuk Pergub yang tengah disusun, memiliki arah yang jelas serta didukung pengawasan yang kuat dalam implementasinya.

Baca Juga :  DPRD NTB Sahkan KUA-PPAS APBD Perubahan 2025: PAD Melejit Rp2,87 Triliun, Defisit Cuma Recehan Rp6,8 Miliar

Sementara itu, Direktur Lingkungan Hidup Bappenas, Nizhar Marizi, mengatakan pihaknya bekerja sama dengan Pemerintah Provinsi NTB untuk memastikan dokumen tersebut tersusun secara komprehensif dan siap diimplementasikan.

“Jadi kami Bappenas bekerjasama dengan Pemprov NTB kami membantu pemerintah daerah untuk menyusun Rencana Pembangunan Rendah Karbon, berkenan Iklim. Dokumennya udah selesai sebenarnya. Dan Pergub masih dalam proses,” ujarnya.

Menurutnya, tantangan selanjutnya bukan hanya pada penyusunan regulasi, tetapi bagaimana dokumen tersebut dapat diimplementasikan dalam siklus perencanaan daerah dan masuk dalam rencana kerja Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

“PR-nya setelah dokumennya jadi, ini kan harus segera diimplementasikan. Jadi kalau kita lihat di siklus perencanaan masuk di daerah, pasti ini kan masih ada proses dukungan dan persetujuan. Jadi dialog tadi tujuannya adalah untuk membuka diskusi supaya ada ruang diskusi antara pemerintah dengan DPRD, termasuk pemerintah daerah,” jelasnya.

Bappenas berharap DPRD NTB turut berperan dalam memberikan dukungan sekaligus pengawasan terhadap pelaksanaan dokumen tersebut agar tidak berhenti pada tahap Pergub semata.

Baca Juga :  AMNT Dilarang Ekspor, NTB Gigit Jari! Sambirang Desak Pimpinan DPRD dan Gubernur Bertindak

“Sehingga diharapkan nanti pada saat rencana yang ada di dokumen itu masuk di rencana kerjanya OPD bisa mendapatkan dukungan dari DPRD dan juga pengawasan. Kami berharap DPRD NTB bisa membantu mengawasi bahwa saat OPD mengimplementasikan dokumen itu. Jadi tidak berhenti di Pergub,” ungkapnya.

Ia menambahkan, Pergub tersebut memuat langkah-langkah strategis dalam lima tahun masa kepemimpinan saat ini untuk menurunkan emisi dan mendukung target nasional.

“Pergub ini sebenarnya isinya apa yang harus dilakukan terutama dalam, ya mungkin Pergub ini lima tahun masa kepemimpinan sekarang ini, untuk menurunkan emisi dan mengantisipasi supaya entisitas emisi di NTB ini bisa mendukung juga pencapaian dari entisitas emisi nasional. Karena nasional kan, pasti kontribusi semua dari semua daerah,” terangnya.

Menurut Nizhar, regulasi tersebut juga membuka peluang investasi yang sejalan dengan pembangunan hijau tanpa menambah beban emisi di NTB.

“Jadi membuka juga sebenarnya, kalaupun memang ada peluang investasi pun itu adalah investasi yang mendukung pembangunan hijau tadi. Jadi tidak menambah beban emisi di NTB,” pungkasnya.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan
HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak
Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat
Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik
Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan
Maluku Utara ‘Berguru’ ke NTB, Belajar Jurus Kelola Laut
Mori Hanafi Tagih Janji Pemerintah, Desak Kepastian Dana Gedung DPRD NTB 2027
ASN Dinas Pertanian NTB Disorot, Ada yang Tak Masuk Kerja hingga 93 Hari
Berita ini 44 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 4 September 2026 - 17:54 WIB

Dompu Dapat Rapor Merah KPK, Tata Kelola Pemerintahan Era Bambang Firdaus Dipertanyakan

Jumat, 4 September 2026 - 15:05 WIB

HMI Dompu Resmi Laporkan Rekomendasi Fraksi DPRD, BK Diminta Bertindak

Jumat, 4 September 2026 - 11:26 WIB

Gubernur NTB Iqbal Ungkap Banyak Aset Provinsi Tak Tercatat dan Belum Bersurat

Jumat, 4 September 2026 - 10:00 WIB

Gubernur Iqbal Bongkar Sistem Pendapatan NTB: Buruknya Secara Sistemik

Jumat, 4 September 2026 - 01:10 WIB

Kader Jaelani-Marga Harun Mulai Disandingkan untuk 2029, Peta Politik Dompu Kembali Jadi Sorotan

Berita Terbaru