Darurat Banjir di Bima, Hujan Lebat Hancurkan Permukiman Warga Tambora

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 8 Februari 2026 - 21:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Jalan, rumah, Hingga  sekolah di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima terendam banjir akibat hujan lebat, 8 Februari 2026.

Jalan, rumah, Hingga sekolah di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora, Kabupaten Bima terendam banjir akibat hujan lebat, 8 Februari 2026.

SUMBAWAPOST.com | Bima- Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah Kabupaten Bima pada Minggu, (8/2/2026), memicu banjir akibat luapan sungai di Desa Oi Panihi, Kecamatan Tambora.

Kepala Pelaksana BPBD NTB, Sadimin, menyampaikan peristiwa terjadi sekitar pukul 14.35 WITA. Debit air dari wilayah pegunungan meningkat drastis hingga meluap ke permukiman warga. Saat ini, kondisi air mulai berangsur surut.

“Banjir tersebut merendam 23 unit rumah dengan total 23 kepala keluarga (69 jiwa) terdampak. Sementara kerugian material lain, termasuk infrastruktur umum dan lahan pertanian, masih dalam proses pendataan,”ungkapnya.

Baca Juga :  Bencana Awal Tahun Hantam NTB: 9.349 Jiwa Terdampak, Infrastruktur Rusak, Pemprov Kucurkan Rp16 Miliar BTT

BPBD Provinsi NTB telah melakukan koordinasi intensif dengan BPBD Kabupaten Bima dan stakeholder terkait. Tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Bima, TNI/Polri, aparatur kecamatan dan desa, Tagana, serta masyarakat setempat turun langsung ke lokasi untuk melakukan kajian cepat (assessment) dan penanganan darurat.

Pelaporan serta diseminasi informasi terus dilakukan untuk memastikan penanganan berjalan efektif.

Sadimin menjelaskan bahwa pihaknya terus memantau situasi dan berkoordinasi dengan semua pihak agar penanganan banjir berjalan cepat dan tepat sasaran.

Baca Juga :  BTT NTB Rp15 Miliar Dinilai Tak Cukup Hadapi Bencana, DPRD Desak Perubahan APBD 2026

“Bantuan logistik menjadi prioritas bagi warga terdampak,” ujarnya.

Masyarakat diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat Nusa Tenggara Barat memasuki periode puncak musim hujan. Potensi cuaca ekstrem yang dapat memicu banjir, tanah longsor, dan angin kencang masih tinggi dan dapat terjadi secara tiba-tiba. Warga diharapkan memantau debit aliran sungai dan menjaga kebersihan lingkungan sebagai langkah antisipasi dini.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus
NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak
Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah
NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia
Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan
Kabar Baik untuk Sumbawa, Proyek SPAM Hadirkan 1.516 Sambungan Rumah Baru, 6.064 Warga Jadi Penerima Manfaat
Kebakaran Landa Savana Propok Rinjani, 98 Hektare Lahan Hangus dalam Hitungan Jam
Perkuat Literasi Hukum dan HAM, Kemenkum NTB Gandeng Badko HMI Bali Nusra Bangun Kolaborasi Strategis
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 4 Juni 2026 - 20:31 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Sorot Absennya Kepala Kemenag dan Minimnya Data Kasus

Kamis, 4 Juni 2026 - 18:29 WIB

NTB Darurat Kekerasan Seksual, Ketua DPRD Isvie Dorong Lombok Tak Hanya Jadi Pulau Seribu Masjid, Tapi Juga Pulau Seribu Perlindungan Perempuan dan Anak

Kamis, 4 Juni 2026 - 17:18 WIB

Ketua DPRD Isvie Nyatakan Darurat Kekerasan Seksual di NTB, Ancam Dorong Penutupan Ponpes dan Lembaga Pendidikan Bermasalah

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:55 WIB

NTB Jadi Tuan Rumah Ajang Internasional IYTA 2026, Wagub Umi Dinda Dorong Anak Muda Tembus Panggung Dunia

Rabu, 3 Juni 2026 - 19:23 WIB

Wagub NTB Dukung Duta Pendidikan Indonesia 2026, Generasi Muda Diminta Jadi Agen Perubahan Pendidikan

Berita Terbaru