Proyek Sekolah DAK Terbengkalai, Nadirah Tegaskan Komisi V DPRD NTB Siap Turun Lapangan dan Panggil Kadisdikpora

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 27 Januari 2026 - 16:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nadirah, S.E., Akt, menyampaikan sikap tegas terkait proyek sekolah DAK 2024 yang terbengkalai dan berdampak pada siswa, serta memastikan Komisi V siap turun lapangan dan memanggil Kadisdikpora NTB.

Anggota Komisi V DPRD Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Nadirah, S.E., Akt, menyampaikan sikap tegas terkait proyek sekolah DAK 2024 yang terbengkalai dan berdampak pada siswa, serta memastikan Komisi V siap turun lapangan dan memanggil Kadisdikpora NTB.

SUMBAWAPOST.com | Mataram- Kondisi ruang kelas yang tak kunjung rampung kembali menjadi sorotan tajam Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB). Anggota Komisi V DPRD NTB, Nadirah Al-Habsyi, S.E., Akt, menyatakan keprihatinan mendalam sekaligus mendesak adanya langkah tegas agar pembangunan fasilitas pendidikan tidak terus mandek dan merugikan peserta didik.

Sebagai anggota Komisi V yang membidangi Kesejahteraan Rakyat dan Pemberdayaan Perempuan, serta salah satunya membawahi sektor Pendidikan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi, Nadirah Al-Habsyi menegaskan bahwa keterlambatan pembangunan ruang kelas bukan persoalan sepele.

Menurutnya, kondisi tersebut menyentuh langsung hak dasar siswa dan guru dalam menjalankan proses belajar mengajar yang layak.

“Saya ikut prihatin dan berharap ini cepat teratasi. Harus ada langkah berani agar proses pembangunan tetap berjalan sesuai mekanisme yang ada. Ruang kelas harus segera bisa dimanfaatkan kembali oleh siswa dan guru dalam proses belajar mengajar,” tegas Nadirah Al-Habsyi dan juga Istri dari Sekwil GP Ansor NTB Arman Anwar saat  dikonfirmasi media ini dimintai tanggapannya soal Proyek Sekolah SMAN I Parado Kabupaten dari yang bersumber dari Dana DAK Disdikpora NTB 2024 yang hingga saat ini pekerjaannya masih terbengkalai dan tidak dilanjutkan pekerjaannya. Selasa (27/01/2026).

Informasi yang dihimpun media ini, peristiwa keterlambatan pembangunan tidak hanya terjadi di SMAN 1 Parado, tetapi menyebar di puluhan titik sekolah lainnya di NTB. Hal ini menunjukkan persoalan bukan hanya kasus tunggal, melainkan fenomena sistemik yang perlu perhatian serius pemerintah.

Baca Juga :  Sari Yuliati Serahkan 1.200 Paket Sembako di Lombok Tengah, Rayakan HUT ke-61 Golkar Bersama Warga

Ia menilai, pembiaran terhadap bangunan pendidikan yang terbengkalai mencerminkan lemahnya pengawasan serta ketidaktegasan dalam pengelolaan proyek pendidikan. Kondisi ini, kata dia, tidak boleh dibiarkan berlarut-larut karena berpotensi merugikan masa depan generasi muda.

Karena itu, Komisi V DPRD NTB memastikan tidak akan tinggal diam. Setelah berkoordinasi dengan Ketua Komisi V, Nadirah Al-Habsyi menyampaikan bahwa pihaknya akan segera mengambil langkah konkret.

“Insya Allah, dalam waktu tidak terlalu lama Komisi V akan turun langsung melihat kondisi bangunan tersebut. Kami juga akan segera memanggil Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda, dan Olahraga (Disdikpora) untuk dimintai pertanggungjawaban,” ujarnya.

Menurut Nadirah Al-Habsyi, pendidikan tidak boleh terus menjadi korban proyek bermasalah. Negara, tegasnya, wajib hadir untuk memastikan setiap anak mendapatkan fasilitas belajar yang layak, aman, dan manusiawi.

Suasana bangunan seperti ‘Rumah Hantu’ di SMAN 1 Parado Bima, ruang kelas yang belum selesai dibangun dan mulai ditumbuhi semak belukar, terlihat terbengkalai di tengah hujan, Senin (26/1/2026). Siswa terpaksa belajar dengan sistem sif (shift) agar proses KBM tetap berjalan.

Sebelumnya, pembangunan ruang kelas dan laboratorium di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, hingga kini belum rampung meski waktu pelaksanaan proyek telah jauh melewati batas yang ditetapkan. Kondisi ini diakui langsung oleh Kepala SMAN 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, saat dikonfirmasi media ini.

“Waktu pelaksanaan tercatat sejak Desember 2024,” ujar Nuryadin.
Akibat sejumlah ruang belajar yang masih dalam tahap renovasi, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sif agar KBM tetap berjalan.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Nadirah di Rakerda KOPRI PMII Bali-Nusra: Totalitas Itu Kunci, Berorganisasi Harus Sepenuh Hati

“Karena sejumlah ruang belajar masih dalam tahap renovasi, untuk memastikan dan memaksimalkan KBM tetap berjalan, kami menerapkan sistem sif, yakni masuk pagi dan sore,” tambahnya.

Nuryadin menegaskan bahwa berbagai kendala pembangunan tersebut telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi NTB, namun hambatan utama masih terkait keterbatasan material bangunan, khususnya baja dan besi.

“Proses pemeriksaan oleh BPK dan Inspektorat Provinsi NTB sudah dilakukan. Untuk pendistribusian material pembangunan, itu menjadi kewenangan pihak lain,” jelasnya.

Kondisi ini semakin menambah sorotan publik terhadap lambannya penyelesaian proyek pendidikan tersebut.

Ironisnya, sejumlah ruangan sekolah kini telah ditumbuhi semak belukar akibat dibiarkan terbengkalai dan kerap tersiram air hujan, sehingga tampak seperti bangunan tak terurus layaknya ‘Rumah Hantu’. Meski demikian, pihak sekolah berharap pembangunan segera dilanjutkan.

“Sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang antusias belajar,” tegas Nuryadin.

SMAN 1 Parado sendiri dikenal memiliki alumni berprestasi. Pada seleksi TNI 2025, sekitar 20 alumni dinyatakan lulus, bahkan sebagian di antaranya kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.

“Banyak alumni yang berhasil lulus seleksi, dan ada juga yang kembali mengabdi di SMAN 1 Parado,” pungkasnya.

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru