SUMBAWAPOST.com | Bima- Pembangunan ruang kelas dan laboratorium di SMAN 1 Parado, Kabupaten Bima, Provinsi NTB hingga kini belum rampung, meskipun waktu pelaksanaan proyek telah jauh melewati batas yang ditetapkan. Kondisi ini diakui langsung oleh Kepala SMAN 1 Parado, Nuryadin, S.Pd, saat dikonfirmasi media ini, Senin (26/1/2026).
“Waktu pelaksanaan tercatat sejak Desember 2024,” ujar Nuryadin, menjelaskan keterlambatan pembangunan yang berdampak langsung pada proses belajar mengajar (KBM).
Akibat sejumlah ruang belajar yang masih dalam renovasi, pihak sekolah terpaksa memberlakukan sistem sif (shift) agar KBM tetap berjalan.
“Karena sejumlah ruang belajar masih dalam tahap renovasi, untuk memastikan dan memaksimalkan KBM tetap berjalan, kami menerapkan sistem sif, yakni masuk pagi dan sore,” tambahnya.
Nuryadin menegaskan, berbagai kendala pembangunan ini telah melalui pemeriksaan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dan Inspektorat Provinsi NTB, namun hambatan utama masih terkait keterbatasan material bangunan, khususnya baja dan besi.
“Proses pemeriksaan oleh BPK dan Inspektorat Provinsi NTB sudah dilakukan. Untuk pendistribusian material pembangunan, itu menjadi kewenangan pihak lain,” jelasnya.
Informasi yang dihimpun media ini, proyek tersebut merupakan bagian dari Anggaran DAK 2024 dan saat ini sedang mendapatkan perhatian serius dari pihak Aparat Penegak Hukum (APH). Kondisi ini menambah sorotan publik terhadap lambannya penyelesaian proyek yang seharusnya mendukung pendidikan siswa.
Selain itu, sejumlah ruangan sekolah kini sudah ditumbuhi semak belukar akibat dibiarkan terbengkalai dan sering tersiram air hujan, menambah kesan proyek terbengkalai seperti ‘Rumah Hantu’.
Meski demikian, pihak sekolah berharap pembangunan segera dilanjutkan.
“Sarana dan prasarana pendidikan sangat dibutuhkan untuk menunjang proses pembelajaran, terutama bagi siswa yang antusias belajar,” tegas Nuryadin.
SMAN 1 Parado juga dikenal menghasilkan alumni berprestasi. Pada seleksi TNI 2025, sekitar 20 alumni berhasil lulus, dan sebagian di antaranya kembali mengabdi sebagai tenaga pendidik di sekolah tersebut.
“Banyak alumni yang berhasil lulus seleksi, dan ada juga yang kembali mengabdi di SMAN 1 Parado,” pungkas Nuryadin, menegaskan bahwa kualitas pendidikan tetap menjadi prioritas meski menghadapi kendala pembangunan.
Terpisah, Sekretaris Dinas Dikbud NTB, H. Arifin, yang dihubungi media ini terkait persoalan tersebut, belum memberikan tanggapan hingga berita ini diterbitkan.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










