Matangkan Program Desa Berdaya Transformatif, Pemprov NTB Targetkan 40 Desa Keluar dari Kemiskinan Ekstrem 2026

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 24 Januari 2026 - 20:13 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Provinsi NTB bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menghadiri Workshop Perencanaan Program Desa Berdaya Transformatif di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Kamis (22/1/2026).

Kepala Bappeda Provinsi NTB bersama Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB menghadiri Workshop Perencanaan Program Desa Berdaya Transformatif di Hotel Lombok Astoria, Mataram, Kamis (22/1/2026).

SUMBAWAPOST.com| Mataram –Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mematangkan perencanaan dan memperkuat sinergi lintas perangkat daerah dalam upaya menekan angka kemiskinan ekstrem sekaligus mendorong kemandirian Desa.

Komitmen tersebut tercermin dari kehadiran Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Provinsi NTB bersama Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB dalam Workshop Perencanaan Program Desa Berdaya Transformatif, Kamis (22/1/2026).

Kegiatan yang digelar oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Pemerintahan Desa Kependudukan dan Pencatatan Sipil (DPMPD Dukcapil) Provinsi NTB itu berlangsung di Hotel Lombok Astoria, Mataram, dan diikuti oleh sejumlah perangkat daerah terkait di lingkup Pemerintah Provinsi NTB.

Program Desa Berdaya Transformatif merupakan salah satu program unggulan Pemprov NTB yang dirancang secara terstruktur dan berbasis data untuk menjawab persoalan kemiskinan ekstrem di desa.

Program ini diarahkan untuk mentransformasi desa menjadi entitas yang mandiri secara ekonomi dan sosial melalui intervensi pada empat pilar utama, yakni perlindungan sosial, pengembangan mata pencaharian, pemberdayaan sosial, serta inklusi keuangan.

Baca Juga :  Peletakan Batu Pertama Masjid Riadlul Jannah, Gubernur NTB Iqbal Ingatkan Ancaman Perpecahan

Kepala Bappeda Provinsi NTB Baiq Nelly Yuniarti, AP., M.Si dalam kesempatan tersebut menegaskan pentingnya perencanaan yang terintegrasi agar program benar-benar tepat sasaran.

“Program Desa Berdaya Transformatif tidak hanya soal bantuan, tetapi tentang membangun sistem yang mampu mengangkat keluarga miskin menuju kemandirian. Karena itu, perencanaan berbasis data dan sinergi antarperangkat daerah menjadi kunci utama,” ujarnya.

Pelaksanaan program ini dilakukan melalui tahapan yang jelas dan berkelanjutan, mulai dari verifikasi dan validasi data keluarga sasaran, proses graduasi menuju kemandirian, hingga pengembangan penghidupan produktif yang disesuaikan dengan potensi ekonomi desa.

Program ini juga menitikberatkan pada perubahan perilaku, penguatan kapasitas sosial, serta pendampingan keuangan rumah tangga agar keluarga sasaran mampu beralih dari pola konsumtif menuju aktivitas ekonomi produktif.

Baca Juga :  Kawasan Kumuh Sumbawa Disorot Pemerintah Pusat, KSP dan Kementerian PKP Turun Tangan

Sementara itu, Plt. Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi NTB Hj. Eva Dewiyani menekankan pentingnya integrasi sektor pertanian dalam program tersebut.

“Mayoritas keluarga miskin ekstrem berada di desa dan bergantung pada sektor pertanian. Karena itu, intervensi penghidupan produktif harus selaras dengan potensi lokal agar dampaknya berkelanjutan,” katanya.

Pada tahun 2026, Program Desa Berdaya Transformatif menargetkan 40 desa yang berada di kantong kemiskinan ekstrem dan absolut di NTB.

Pelaksanaannya akan didukung oleh tenaga pendamping khusus serta melibatkan sinergi lintas perangkat daerah, pemerintah kabupaten/kota, mitra pembangunan, dunia usaha, hingga komunitas lokal.

Melalui program unggulan ini, Pemerintah Provinsi NTB menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pembangunan desa yang inklusif, berkelanjutan, dan berkeadilan, sebagai fondasi dalam mewujudkan NTB yang makmur, mendunia, dan sejahtera dengan desa sebagai kekuatan utama pembangunan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya
Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat
Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan
Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Berita ini 77 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:36 WIB

Kurma Tropis NTB Dilirik Murung Raya, BRIDA NTB Siapkan Kajian hingga Pengembangan Bibit Unggul

Minggu, 18 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:06 WIB

Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Tak Bisa Dieksekusi Tahun Ini, Ini Alasannya

Minggu, 18 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Miq Iqbal Pasang Target Baru, Semua RS Pemprov NTB Wajib Punya Petugas Bahasa Isyarat

Minggu, 18 Oktober 2026 - 05:03 WIB

Polisi Gerebek Target Operasi di Dompu, Ini Lokasinya! Dua Pria dan Sabu 23,04 Gram Diamankan

Berita Terbaru