Kejari Lombok Tengah Buka Pintu Tersangka Baru di Kasus Korupsi Insentif PPJ

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 6 Desember 2025 - 14:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah memastikan pengembangan kasus dugaan korupsi penyaluran insentif Pajak Penerangan Jalan (PPJ) masih terus berjalan. Kepala Kejari Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum perkara ini hingga ke meja hijau.

Kejaksaan Negeri Lombok Tengah memastikan pengembangan kasus dugaan korupsi penyaluran insentif Pajak Penerangan Jalan (PPJ) masih terus berjalan. Kepala Kejari Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum perkara ini hingga ke meja hijau.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Tengah- Kejaksaan Negeri Lombok Tengah memastikan pengembangan kasus dugaan korupsi penyaluran insentif Pajak Penerangan Jalan (PPJ) masih terus berjalan. Setelah menetapkan tiga tersangka, Jum’at (5/12/2025), Kejari tidak menutup kemungkinan akan adanya pihak lain yang turut terlibat.

Kepala Kejari Lombok Tengah, Dr. Putri Ayu Wulandari, mengajak seluruh masyarakat untuk ikut mengawal proses hukum perkara ini hingga ke meja hijau.

“Pihaknya berharap masyarakat bisa ikut mengawal penanganan kasus tersebut hingga persidangan,” ungkapnya. Ia menegaskan, penyidikan kasus ini masih terus dikembangkan untuk menelusuri kemungkinan keterlibatan pihak lain.

“Hal-hal lain terkait penanganan kasus dugaan korupsi tersebut masih akan terus dikembangkan. Termasuk kemungkinan keterlibatan pihak lainnya maupun tersangka lainnya,” imbuhnya.

Saat ditanya soal kemungkinan adanya aliran dana ke pejabat atau pimpinan tertentu, Dr. Putri Ayu Wulandari belum bersedia memberikan penjelasan secara rinci.

“Soal tersangka lain, kita lihat di persidangan. Makanya mari kita kawal bersama-sama kasus ini,” pintanya.

Baca Juga :  DPRD NTB Maman Minta BPK Audit Tuntas BUMD PT GNE Karena Lagi Sekarat

Ia juga mengungkapkan bahwa hingga saat ini, lebih dari 20 orang saksi telah dimintai keterangan dalam penyidikan kasus penyaluran insentif PPJ tersebut.

Kasus ini sendiri telah ditangani oleh Kejari Lombok Tengah sejak setahun terakhir. Proses penetapan tersangka sempat mengalami kendala, terutama dalam proses perhitungan kerugian negara yang baru bisa dipastikan setelah hasil audit BPKP NTB.

Seiring dengan berjalannya proses hukum, publik kini menaruh harapan besar agar kasus ini diusut secara transparan hingga ke pengadilan, serta memberi efek jera bagi para pelaku.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Mendag Buka Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Ekspor, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi
Wagub NTB Dampingi Mendag Pantau Harga Sembako, Surplus Cabai Disiapkan untuk Pasok Daerah Lain
Mendag Turun ke Pasar Kebon Roek Mataram, Segini Harga Cabai, Ayam hingga Beras
Deposit Tambang Hu’u Dompu Capai 3 Miliar Ton, PT STM Siapkan Jalan, Dermaga hingga Bandara
Tambang Hu’u Dompu Ditunggu Jadi Mesin Ekonomi NTB, Sekda Desak PT STM Segera Bereskan Perizinan
125 Dapur MBG di NTB Disuspend, BGN Perketat Pengawasan hingga CCTV Terhubung ke Pusat
Mutasi 264 Perwira Polri, Wakapolda NTB hingga Kapolres Dompu Berganti
Antrean Kayangan-Poto Tano Mengular hingga 3 Jam, Pemprov NTB Ungkap Penyebabnya
Berita ini 96 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 14:43 WIB

Mendag Buka Jalan UMKM NTB Tembus Pasar Ekspor, Ini Syarat yang Harus Dipenuhi

Kamis, 5 November 2026 - 13:43 WIB

Wagub NTB Dampingi Mendag Pantau Harga Sembako, Surplus Cabai Disiapkan untuk Pasok Daerah Lain

Kamis, 5 November 2026 - 13:25 WIB

Mendag Turun ke Pasar Kebon Roek Mataram, Segini Harga Cabai, Ayam hingga Beras

Kamis, 5 November 2026 - 06:53 WIB

Deposit Tambang Hu’u Dompu Capai 3 Miliar Ton, PT STM Siapkan Jalan, Dermaga hingga Bandara

Kamis, 5 November 2026 - 06:45 WIB

Tambang Hu’u Dompu Ditunggu Jadi Mesin Ekonomi NTB, Sekda Desak PT STM Segera Bereskan Perizinan

Berita Terbaru