Rembuk Stunting NTB 2025: Program Desa Berdaya dan Orangtua Asuh Jadi Senjata Lawan Stunting

Avatar

- Jurnalis

Senin, 1 Desember 2025 - 19:59 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) Provinsi NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP saat memimpin Rapat Rembuk Stunting yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB

Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) Provinsi NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP saat memimpin Rapat Rembuk Stunting yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB bersama Pemerintah Kabupaten/Kota se-NTB

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat terus memperkuat strategi penurunan angka stunting. Tak hanya mengandalkan layanan posyandu di setiap dusun, upaya ini juga diperluas hingga ke tingkat kabupaten dan kota melalui pelaksanaan Rembuk Stunting yang digelar Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan NTB bersama pemerintah kabupaten/kota se-NTB, Senin (1/12/2025).

Wakil Gubernur NTB sekaligus Ketua Tim Percepatan, Pencegahan, dan Penurunan Stunting (TP3S) Provinsi NTB, Hj. Indah Dhamayanti Putri, S.E., M.IP, menjelaskan bahwa pada periode 2025-2026, Pemprov NTB mulai meluncurkan Program Desa Berdaya. Program ini tidak hanya menyasar pengentasan kemiskinan ekstrem, tetapi juga difokuskan untuk memerangi stunting di desa-desa binaan.

“Tentunya kita melihat kemiskinan ekstrim erat kaitannya dengan masalah kesehatan, perempuan, anak dan sebagainya,” jelas Umi Dinda, sapaan Wagub NTB.

Selain Desa Berdaya, Pemprov NTB juga menyiapkan berbagai program pendampingan lainnya, salah satunya program orangtua asuh bagi anak-anak yang mengalami atau berpotensi mengalami stunting.

Baca Juga :  Pastikan Program Makan Bergizi Gratis Jalan, Gubernur NTB Siapkan 10 Dapur Umum

“Orangtua asuh ini akan kita berikan intervensi selama 90 hari kurang lebih tiga bulan dengan nilai 15.000 per hari. Kita tidak boleh hanya terkonsentrasi pada anak stunting saja, tetapi anak-anak yang kecendrungan akan menuju stunting harus mendapatkan pencegahan,” pungkasnya.

Lebih lanjut, sesuai amanat Presiden, Wagub NTB menegaskan pentingnya peran Badan Gizi Nasional (BGN) yang telah menyebar di seluruh kabupaten dan kota. Keberadaan BGN diharapkan dapat memperkuat intervensi penurunan stunting dengan menyasar anak-anak sekolah, ibu hamil, hingga lansia di NTB.

Tak hanya itu, Umi Dinda juga menekankan pentingnya koordinasi lintas tingkatan pemerintahan dalam menangani stunting secara terintegrasi. Menurutnya, capaian penurunan stunting di kabupaten dan kota akan sangat menentukan capaian provinsi secara keseluruhan.

“Pergerakan dan penurunan angka itu bisa didapatkan apabila pemerintah kabupaten dan kota bekerja secara bersama, secara masif sehingga sedikit besarnya angka penurunan itu akan mempengaruhi capaian akumulasi di tingkat provinsi,” ujarnya.

Baca Juga :  Kepala Dinas Pusing, Masalah Lahan Hambat Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih NTB

Atas upaya tersebut, Wagub NTB memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah yang dinilai konsisten melakukan intervensi lintas OPD dalam penanganan stunting.

“Saya menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada Kabupaten Sumbawa Barat, Kabupaten Dompu, Kabupaten Bima, dan kabupaten/kota lain yang dari bulan ke bulan kita melihat pemerintah, pimpinan daerah, yang ada dengan segala keterbatasan ini, terus berupaya memastikan bahwa intervensi dilakukan di sejumlah OPD yang tujuannya adalah memadukan, sehingga bergeraknya semua OPD ini dipastikan lebih terarah,” imbuhnya.

Di akhir arahannya, Umi Dinda menjelaskan bahwa pelaksanaan Rembuk Stunting tidak hanya menjadi ajang evaluasi capaian tahun 2025, tetapi juga sebagai pijakan utama untuk menyusun rencana kerja tahun 2026. Determinasi target serta dukungan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari pemerintah pusat akan menjadi tolok ukur keberlanjutan program penurunan stunting di NTB ke depan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB
Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern
Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi
Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan
PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah
Umi Dinda Curi Perhatian di Indonesia Fashion Week 2026, Promosikan Tenun NTB ke Panggung Nasional
Gubernur Iqbal Bongkar Peran Prabowo dan OSO di Balik Keputusannya Maju Pilgub NTB
Dihadiri Iqbal-Dinda, Hanura Pastikan Dukung Iqbal Jika Kembali Bertarung di Pilkada NTB
Berita ini 43 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 2 Agustus 2026 - 17:50 WIB

Gubernur Miq Iqbal Tawarkan Konsep FELDA Malaysia untuk Pertanian NTB

Minggu, 2 Agustus 2026 - 16:27 WIB

Willgo Zainar Kembali Pimpin HKTI NTB, Siap Perkuat Transformasi Pertanian Modern

Minggu, 2 Agustus 2026 - 01:29 WIB

Ketua MPW Pemuda Pancasila NTB Eddy Sophian Hadiri Pelantikan Hanura Se-NTB, Serukan Kolaborasi

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 22:01 WIB

Tenun NTB Curi Panggung di IFW 2026, Karya QV by Viviana Tuai Sorotan

Sabtu, 1 Agustus 2026 - 21:45 WIB

PKN NTB Beri Selamat Pengurus Baru Hanura, Ajak Perkuat Kolaborasi Demi Kemajuan Daerah

Berita Terbaru