Guru Ngaku Gajinya Dipotong, Kepala Sekolah SMK PP Bima Pilih Bungkam

Avatar

- Jurnalis

Senin, 10 November 2025 - 13:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah Tenaga Pengajar di SMK PP Negeri Bima mengaku gajinya dipotong tanpa alasan yang jelas. Ironisnya, di tengah keresahan para tenaga Pendidik, sang kepala sekolah justru memilih bungkam.

SUMBAWAPOST.com, Bima- Aroma penyalahgunaan kewenangan kembali menyeruak di dunia pendidikan. SMK PP Negeri Bima diduga kuat melakukan pemotongan gaji terhadap sejumlah tenaga pengajar tanpa dasar dan kejelasan.

Informasi ini terungkap dari pengakuan salah satu guru yang enggan disebutkan namanya. Ia membenarkan adanya pemotongan gaji yang dilakukan secara sepihak oleh pihak sekolah.

Baca Juga :  Antusiasnya 70 Siswa SMA di Bima Ikut Pelatihan Jurnalis Milenial TBM Sarangge Baca

“Iya benar ada pemotongan,” ungkap salah seorang guru beberapa hari lalu saat menggelar pertemuan bahas soal Kelanjutan Aksi Honorer Pemprov 518 di Mataram.

Namun, ia mengaku tidak mengetahui alasan pasti di balik kebijakan pemotongan tersebut. Hingga kini, tidak ada penjelasan resmi dari pihak sekolah mengenai dasar dan tujuan pemotongan gaji itu. Dan pemotongan gaji itu berafariasi, dari Rp300.000 (Tiga Ratus Ribu) hingga Rp750.000 (Tujuh Ratus Lima Puluh Ribu)

Baca Juga :  Ntara Institut Soroti Tim Percepatan Gubernur NTB: Instruksi Presiden Dilangkahi, Efisiensi Anggaran Hilang

Sementara itu, Kepala Sekolah SMK PP Negeri Bima, Abdul Hamid,  Senin (10/11/2025) yang coba dikonfirmasi oleh media ini melalui telepon dan pesan singkat, belum memberikan tanggapan apa pun hingga berita ini diterbitkan.

Kasus dugaan pemotongan gaji ini menambah daftar panjang keluhan para tenaga pengajar di Dunia Pendidikan.

Berita Terkait

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi
UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab
Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026
Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali
Nobar Final Piala Dunia Satukan Ribuan Warga, Pemprov NTB Apresiasi Antusiasme Masyarakat
IPM NTB 2025 Naik Signifikan, Kolaborasi Menjadi Kunci Akselerasi
Pemprov NTB Perketat Pengawasan Program MBG, SPPG Tak Patuh Terancam Dievaluasi hingga Dihentikan
Berita ini 87 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 20:55 WIB

Gubernur NTB Tegaskan Birokrasi Jangan Bergantung pada Pemimpin, Politisi Datang dan Pergi

Senin, 20 Juli 2026 - 18:23 WIB

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Juli 2026 - 16:47 WIB

Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 19 Orang dan Uang Ratusan Juta Diamankan, Diduga Terkait Proyek Pemkab

Senin, 20 Juli 2026 - 14:23 WIB

Ketua PERKEMI NTB Syamsuriansyah Siapkan Beasiswa Kuliah Gratis untuk Juara Shorinji Kempo Porprov NTB 2026

Senin, 20 Juli 2026 - 13:55 WIB

Shorinji Kempo Porprov NTB 2026 Resmi Bergulir, 101 Atlet dari Delapan Daerah Siap Berebut Medali

Berita Terbaru

Bupati Sumbawa Ir. H. Syarafuddin Jarot, M.P. menerima kunjungan silaturahmi Rektor Universitas Mataram (UNRAM) Prof. Dr. Sukardi, M.Pd. bersama jajaran di Kantor Bupati Sumbawa untuk memperkuat kolaborasi pembangunan daerah melalui riset, hilirisasi, inovasi, dan pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM)

Pemerintahan

UNRAM Siap Dukung Transformasi Sumbawa, Bupati Jarot Buka Suara

Senin, 20 Jul 2026 - 18:23 WIB