Emas Melimpah, Warga Tetap Miskin Ekstrem: Gubernur Iqbal Soroti Tambang Ilegal di Sekotong dan Sekitarnya

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 30 Oktober 2025 - 14:29 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Tidak Ada Alasan Kepala Daerah Tidak Berpihak pada Lingkungan

Sekotong, Lombok Barat Ironi mencolok terjadi di jantung tambang emas Nusa Tenggara Barat. Di tengah melimpahnya sumber daya alam, warga di kawasan Sekotong dan sekitarnya justru hidup dalam kemiskinan ekstrem. Gubernur NTB Makmur dan Mendunia, Lalu Muhammad Iqbal, pun angkat bicara bahwa tambang ilegal harus dihentikan, dan kekayaan alam daerah harus kembali dinikmati rakyat, bukan segelintir pihak yang merusak lingkungan.

SUMBAWAPOST.com, Mataram-Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Lalu Muhammad Iqbal, menegaskan komitmennya untuk terus memperjuangkan perlindungan lingkungan hidup dan penataan aktivitas pertambangan di daerah.

“Gubernur bukan hanya untuk manusianya, dia gubernur untuk sungainya, dia gubernur untuk lautnya, dan dia gubernur untuk hutannya. Maka tidak ada alasan seorang kepala daerah untuk tidak berpihak pada lingkungan, untuk tidak menjaga lingkungannya, karena itu adalah hal yang diamanahkan juga kepada dia,” tegas Gubernur Iqbal. Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima massa aksi dari Aliansi Gerakan Rakyat Peduli (GARAP) NTB, yang menggelar demonstrasi dengan seruan besar ‘Tanah untuk rakyat, air untuk kehidupan, dan moratorium izin tambang sekarang juga’, pada Selasa (28/10/2025) di Mataram.

Baca Juga :  Bank NTB Syariah Perkuat Digitalisasi Pariwisata NTB, Dukung e-Ticketing Pelabuhan Senggigi

Iqbal menegaskan bahwa persoalan tambang ilegal di NTB kini telah menjadi ancaman nyata. Dampaknya tidak hanya merusak alam, tetapi juga mengancam kesehatan masyarakat di sekitar lokasi tambang.

“Banyak tambang ilegal yang muncul di NTB, dampaknya sudah luar biasa. Bukan saja terhadap lingkungan, tetapi juga terhadap masyarakat di sekitarnya. Berapa banyak anak-anak lahir dalam keadaan cacat karena air yang mereka konsumsi sudah terkontaminasi merkuri, dan ini terjadi di banyak tempat,” ujarnya dengan nada prihatin.

Baca Juga :  Khairunnisa, Qori Asal Bima Persembahkan Juara I STQH Nasional untuk NTB, Wagub Umi Dinda Sampaikan Apresiasi

Gubernur Iqbal juga menyoroti kondisi ironis bahwa sebagian besar wilayah tambang ilegal justru merupakan daerah dengan tingkat kemiskinan ekstrem seperti di Sekotong Lombok Barat .

“Itu artinya banyak masyarakat kita yang harusnya kaya dari sumber daya emas di sekitar mereka, justru hidup miskin dan sakit karena dampak tambang ilegal,” ungkapnya.

Iqbal menegaskan bahwa keberpihakan pada lingkungan dan kesejahteraan masyarakat adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Menurutnya, pembangunan yang sejati harus menempatkan manusia dan alam dalam keseimbangan.

 

Berita Terkait

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB
Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!
Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026
Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026
Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026
DPRD NTB Apresiasi Terobosan Gubernur, Antar-Jemput Gratis Siswa SLB Mulai Januari 2027
Dualisme PPP NTB Memanas, Akri Pegang SK PLT, Muzihir Sebut Tak Sah
Pokir DPRD NTB Terindikasi Anomali Ditertibkan, Fakhruddin Rob Minta Aspirasi Rakyat Tak Dikorbankan
Berita ini 24 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:27 WIB

Hianati Hasil Rekonsiliasi, DPP Singkirkan Muzihir, Akri Ambil Alih Kursi Ketua DPW PPP NTB

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Kongres HMI XXXIII 2026, Ketua Badko HMI Bali-Nusra: Berani untuk Indonesia, Bukan Boneka Kekuasaan!

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:48 WIB

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:28 WIB

Kacang Mete Songgajah NTB Dilirik Jepang, Turki dan Serbia di TEI 2026

Senin, 19 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Sate Rembiga dan Ayam Taliwang NTB Dilirik Jepang dan Papua Nugini di TEI 2026

Berita Terbaru

Produk kopi Koperasi Produsen Bumi Tani Lestari Indonesia Diperkenalkan Dalam Trade Expo Indonesia (TEI) 2026 Melalui Program Desa Berdaya-Desa Ekspor NTB. Pameran ini Membuka Peluang Penjajakan Bisnis Dengan Calon Mitra dari Turki dan Inggris.

Bisnis & Ekonomi

Kopi NTB Dilirik Turki dan Inggris di TEI 2026

Senin, 19 Okt 2026 - 14:48 WIB