Diduga Ada Honorer ‘Siluman’ di Pemprov NTB, DPRD dan Aliansi Desak BKD Rilis Data 518 Penerima Gaji APBD

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 12:09 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dugaan munculnya honorer Siluman di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mulai menuai sorotan tajam. DPRD NTB bersama Aliansi Honorer mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) segera membuka data 518 pegawai non-ASN penerima gaji dari APBD. Mereka khawatir, ada nama-nama fiktif yang menikmati anggaran tanpa bekerja nyata di lapangan.

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Dugaan adanya penyelundupan tenaga honorer di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) kembali mencuat. Isu ini mencoreng semangat reformasi birokrasi dan menjadi sorotan tajam dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) antara DPRD NTB dan pihak eksekutif.

Koordinator Aliansi Honorer Non-Database (gagal CPNS 2024), Irfan, mengungkap adanya indikasi manipulasi administrasi di tubuh Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB. Ia menyebut dinas tersebut diduga menerbitkan dua surat keputusan (SK) berbeda dalam tahun yang sama terkait pengangkatan tenaga honorer.

Baca Juga :  Bikin Usaha Tak Lagi Pakai ‘Orang Dalam’, DPRD NTB Bahas Raperda Perizinan Digital dan Terpadu

“Temuan ini menimbulkan kecurigaan adanya praktik penyelundupan honorer yang tidak sesuai prosedur. Tidak menutup kemungkinan hal serupa juga terjadi di OPD-OPD lain,” ujar Irfan dalam forum RDP bersama anggota DPRD NTB, dalam keterangan yang diterima media ini. Rabu (15/10).

Irfan menjelaskan, pihaknya telah mengonfirmasi langsung ke Sekretaris Dinas Pertanian dan Perkebunan NTB terkait kejanggalan tersebut. Dalam pertemuan itu, pejabat dimaksud mengakui dan menganulir keberlakuan SK kedua (SK II) dengan menyatakan bahwa dokumen itu tidak sah dan tidak berlaku.

Namun faktanya, kata Irfan, nama-nama yang tercantum dalam SK II justru tetap menerima insentif gaji dua kali melalui pos anggaran honorer APBD.

“Artinya, meskipun SK II dinyatakan tidak berlaku, faktanya tetap ada penerimaan insentif. Ini harus menjadi perhatian serius aparat pengawas internal,” tegasnya.

Atas dugaan tersebut, Irfan mendesak Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Provinsi NTB untuk segera membuka secara transparan daftar 518 tenaga honorer penerima gaji APBD, sebagaimana data yang sebelumnya pernah disebutkan BKD.

Baca Juga :  DPRD NTB Kawal Nasib 518 Tenaga Non-ASN Pemprov yang Terancam PHK Tak Masuk P3K

Nada serupa disampaikan oleh Ketua Komisi I DPRD NTB, H. Moh. Akri, S.HI, yang menegaskan pentingnya keterbukaan publik sebagai bentuk tanggung jawab moral pemerintah daerah.

“BKD harus membuka data 518 honorer yang digaji APBD itu secara transparan. Ini penting agar publik tahu siapa yang benar-benar mengabdi dan siapa yang muncul karena penyelundupan administrasi,” tegas Akri.

RDP tersebut menjadi panggung penting bagi DPRD dan Aliansi Honorer Non-Database untuk menuntut transparansi, akuntabilitas, dan penertiban data honorer di seluruh OPD Pemprov NTB.

Terpisah, Kepala BKD NTB Tri Budi Prayitno yang dihubungi media hingga berita ini diterbitkan belum mendapatkan tanggapan.

 

Berita Terkait

Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya
GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa
Bank NTB Syariah Dan Easybook Ubah Wajah Pelabuhan Senggigi, Tiket Kini Beralih ke e-Ticketing
Bank NTB Syariah Perkuat Digitalisasi Pariwisata NTB, Dukung e-Ticketing Pelabuhan Senggigi
Polisi Bima ‘Turun ke Jalan’ di Lampu Merah Gunung Dua, Pengendara Langsung Dapat Edukasi Keselamatan
Pelabuhan Senggigi Resmi Terapkan e-Ticketing, Bupati Lobar Dorong Wisata Digital Dan Transparansi Transaksi
Wagub NTB Umi Dinda Ajak ASITA Perkuat Kolaborasi Wujudkan Destinasi Wisata Kelas Dunia
Sellywati Resmi Pimpin ASITA NTB 2026-2031, Siap Perkuat Promosi Wisata NTB
Berita ini 92 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 12 Juni 2026 - 14:40 WIB

Jokowi Masih Kuat, Tetapi Tidak Lagi Menentukan Segalanya Dan Prabowo Adalah Penerus Terbaiknya

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:54 WIB

GARDA SATU NTB Apresiasi Bupati Jarot Jaga Hutan, Soroti Tambang Liar Sumbawa

Jumat, 12 Juni 2026 - 13:13 WIB

Bank NTB Syariah Dan Easybook Ubah Wajah Pelabuhan Senggigi, Tiket Kini Beralih ke e-Ticketing

Jumat, 12 Juni 2026 - 12:16 WIB

Bank NTB Syariah Perkuat Digitalisasi Pariwisata NTB, Dukung e-Ticketing Pelabuhan Senggigi

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:57 WIB

Polisi Bima ‘Turun ke Jalan’ di Lampu Merah Gunung Dua, Pengendara Langsung Dapat Edukasi Keselamatan

Berita Terbaru