Sudah Lama Jadi Mimpi, Jembatan Rp1 Triliun Ini Akhirnya Akan Dibangun, Mori Hanafi Turun Tangan Langsung

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 9 Oktober 2025 - 08:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Setelah bertahun-tahun hanya menjadi mimpi dan janji di atas kertas, pembangunan Jembatan Lewa Mori akhirnya menemukan titik terang. Proyek raksasa bernilai Rp1 triliun yang diharapkan membuka akses ekonomi Bima-Kota Bima itu kini dikawal langsung oleh Anggota DPR RI H. Mori Hanafi, yang turun tangan meninjau lokasi bersama jajaran Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB. Kehadirannya menjadi sinyal kuat bahwa proyek yang selama ini dinanti masyarakat akan segera berwujud nyata.

SUMBAWAPOST.com, Bima- Anggota DPR RI sekaligus Ketua DPW Partai NasDem NTB, H. Mori Hanafi, SE., M.Comm, turun langsung meninjau kondisi Jembatan Lewa Mori infrastruktur vital yang menjadi harapan besar masyarakat Bima dan sekitarnya.

Dalam kunjungan lapangan tersebut, Mori didampingi oleh Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) NTB mewakili Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR). Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan kondisi terkini jembatan dan kesiapan rencana penanganannya, mengingat proyek tersebut telah lama menjadi sorotan publik.

“Jembatan ini bukan sekadar akses jalan, tapi urat nadi ekonomi masyarakat. Karena itu, kita dorong agar penanganannya jadi prioritas nasional,” tegas Mori Hanafi saat berada di lokasi, Rabu (8/10/2025).

Baca Juga :  NTB Luncurkan Zero Down Time Pertama di Indonesia, Kantor Gubernur Resmi Anti Padam

Mori menjelaskan, kunjungannya ini merupakan bentuk tanggung jawab moral dan politik dalam memperjuangkan aspirasi masyarakat yang selama ini mengeluhkan lambatnya realisasi pembangunan jembatan.

Pihak BPJN NTB memastikan bahwa tim teknis telah melakukan survei awal dan tengah menyusun laporan lengkap untuk disampaikan ke Kementerian PUPR.

“Kami akan segera evaluasi hasil pengecekan hari ini. Semua masukan dari DPR dan masyarakat akan kami jadikan bahan prioritas dalam program perbaikan jembatan nasional,” ujar perwakilan BPJN NTB.

Ketua DPW Partai NasDem itu mengapresiasi langkah cepat BPJN NTB dan menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah pusat, daerah, dan legislatif agar proyek strategis ini segera terealisasi.

“Kolaborasi itu kunci. Kalau semua pihak bergerak bersama, pembangunan akan terasa manfaatnya langsung bagi rakyat,” tandas Mori.

Sebelumnya, Mori Hanafi mengungkapkan bahwa pemerintah pusat telah menetapkan pembangunan Jembatan Lewa Mori di Teluk Bima sebagai proyek prioritas nasional tahun 2026 dengan nilai investasi mencapai Rp 1 triliun yang bersumber dari APBN.

Ia menjelaskan, rencana pembangunan ini sebenarnya sudah lama digagas, namun kerap tertunda karena kurangnya pengawalan dari berbagai pihak. Kini, seluruh persiapan administrasi, termasuk pembebasan lahan oleh Pemkab Bima, telah tuntas.

Baca Juga :  Hore, Kota Mataram Dapat Tambahan ‘Senjata’ Lawan Sampah dari Gubernur NTB Miq Iqbal

“Pembangunan jembatan Lewa Mori selama ini terus ditunda karena tidak ada yang mengawalnya. Padahal, administrasinya sudah selesai dan lengkap, termasuk juga pembebasan lahan,” ujar Mori kepada media ini Maret lalu.

Pembuatan Detail Engineering Design (DED) senilai Rp 3 miliar ditargetkan rampung pada pertengahan tahun ini. Pekerjaan fisik jembatan dijadwalkan dimulai pada 2026 dengan masa konstruksi sekitar tiga tahun.

Menurut perencanaan, total panjang infrastruktur ini mencapai 2,1 kilometer, terdiri dari 600 meter jembatan utama dan 1,5 kilometer jalan penghubung.

Sebagai anggota Komisi V DPR RI yang membidangi infrastruktur dan perhubungan, Mori menegaskan bahwa kehadiran Jembatan Lewa Mori akan menjadi solusi nyata bagi konektivitas wilayah.

“Jembatan ini akan menghubungkan Sondosia dan Kalaki, sekaligus memangkas waktu tempuh dari Kabupaten Bima ke Kota Bima,” jelasnya.

Lebih jauh, Mori menilai jembatan tersebut juga akan membuka akses ke sejumlah objek vital seperti Bandara Sultan Muhammad Salahuddin (SMS) Bima dan RSUD Sondosia, sehingga berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat.

“Aksesnya jadi mudah, konektivitas meningkat, dan ekonomi masyarakat akan ikut tumbuh,” tutupnya optimistis.

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru