SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepala Dinas Pariwisata Nusa Tenggara Barat, Lalu Ahmad Nur Aulia, menegaskan bahwa pembangunan sektor pariwisata di NTB harus terintegrasi dan berkelanjutan. Dalam rancangan RPJMD 2025–2029, pariwisata menjadi salah satu program prioritas yang akan dilaksanakan dengan memanfaatkan seluruh sumber daya yang dimiliki, serta prinsip keterpaduan antar sektor.
Lalu Ahmad Nur Aulia menyebutkan, frekuensi penyelenggaraan event skala internasional, nasional, maupun regional terus meningkat. Meski pelaksanaan event belum merata di seluruh daerah, Pemprov NTB berkomitmen kuat melibatkan masyarakat setempat dan menampilkan kesenian serta produk unggulan dari seluruh wilayah NTB. Secara bertahap, diharapkan event-event pariwisata dapat digelar di seluruh daerah, dengan kolaborasi Pemprov, Pemkab/Pemkot, dan mitra strategis.
“Kita berharap sektor pariwisata menjadi tanggung jawab bersama, karena sesungguhnya bisa menjadi motor penggerak penuntasan kemiskinan sekaligus penataan wilayah yang berorientasi lingkungan,” ujar Lalu Ahmad Nur Aulia. Saat dihubungi media ini. (26/9).
Senada, Ketua Komisi II DPRD NTB, H. Lalu Pelita Putra sebelumnya menegaskan pengembangan pariwisata tidak boleh hanya fokus pada kawasan Mandalika.
“Pariwisata harus terintegrasi dengan destinasi lain dari ujung Sape hingga Ampenan,”terangnya.
Dengan strategi ini, NTB menegaskan komitmen menjaga keberlanjutan pariwisata sekaligus memastikan manfaat ekonomi dan sosial dirasakan merata oleh masyarakat lokal.










