Polda NTB Tetapkan 20 Tersangka Kasus Rusuh di Kantor Mapolda dan DPRD NTB: Ada Dewasa hingga Anak di Bawah Umur

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 17 September 2025 - 18:32 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram- Kepolisian Daerah Nusa Tenggara Barat (Polda NTB) akhirnya menetapkan 20 orang tersangka dalam kasus pengerusakan dan penjarahan saat unjuk rasa di Mapolda NTB dan Gedung DPRD NTB pada 30 Agustus 2025 lalu.

Pengumuman ini disampaikan dalam konferensi pers Direktorat Reskrimum Polda NTB di Command Center Gedung Presisi Mapolda NTB, Rabu (17/9/2025).

“Penyelidikan kasus ini dilakukan oleh Direktorat Reskrimum Polda NTB bersama Sat Reskrim Polresta Mataram. Dari hasil pemeriksaan terhadap puluhan orang saksi, ditetapkan 20 orang sebagai tersangka,” jelas Kabid Humas Polda NTB Kombes Pol. Kholid.

Wadir Ditreskrimum Polda NTB AKBP Ni Made Pujewati, S.I.K., menambahkan, dari total 20 tersangka diantaranya 8 orang terlibat dalam pengerusakan di Mapolda NTB, terdiri dari 6 orang dewasa dan 2 anak di bawah umur. 12 orang lainnya diduga melakukan pengerusakan sekaligus penjarahan di Gedung DPRD NTB, dengan rincian 8 orang dewasa dan 4 anak di bawah umur.

Baca Juga :  Birokrasi NTB Ngorok, DPRD Panas Dingin: APBD 2026 Terancam Babak Belur

Saat ini, para tersangka dewasa sudah ditahan di Polda NTB dan Polresta Mataram. Sementara tersangka anak di bawah umur dikembalikan kepada orang tua untuk menjalani proses diversi sesuai aturan hukum.

1. Kasus Mapolda NTB: FA, LA, AN, LA, MI, dan M (dewasa), serta dua anak berinisial RSP dan AJ.

2. Kasus DPRD NTB: IP dan J (penjarahan), AAS, JE, MF, AR, IQ, dan RG (pengerusakan dan penjarahan), serta empat anak berinisial DIH, AZA, MM, dan MAH.

Baca Juga :  Bappenas Bantu Pemprov NTB Susun Pergub Pembangunan Rendah Karbon, DPRD Didorong Kawal Implementasi

Polisi juga menyita sejumlah barang bukti berupa batu, pecahan beton, kaca, barang elektronik, pakaian saat kejadian, hingga benda lain yang terkait dengan aksi anarkis tersebut.

“Para tersangka dijerat dengan Pasal 170 ayat (1) KUHP dan/atau Pasal 406 KUHP, dengan ancaman hukuman maksimal lima tahun penjara,” tegas AKBP Ni Made Pujewati.

Ia memastikan proses hukum akan terus berjalan hingga tuntas. “Kami pastikan perkembangan penanganan kasus ini akan selalu kami sampaikan secara transparan kepada publik,” pungkasnya.

 

Berita Terkait

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan
Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB
Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya
DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar
PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan
Ketua DPRD Isvie Rupaeda: Kebangkitan Nasional Jangan Berhenti Jadi Seremoni, NTB Harus Bangkit dari Kemiskinan hingga Krisis Moral
Menteri Ara Puji Terobosan BSN di NTB, Kredit Rumah Kini Lebih Berpihak ke Rakyat Kecil
Truk Molen Diduga Over Tonase Hancurkan Jalan Selong Belanak, APPM-NTB Kecam dan Siap Hadang Jalan
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 23 Mei 2026 - 17:10 WIB

Ketua Badko HMI Bali-Nusra Sentil Fenomena Banjir Pujian untuk Sari Yuliati: Rakyat NTB Butuh Bukti, Bukan Sekadar Tepuk Tangan

Sabtu, 23 Mei 2026 - 16:30 WIB

Ketua DPRD Isvie Pasang Badan untuk Sari Yuliati: Jangan Hapus Jejak Pengabdian yang Sudah Dirasakan Rakyat NTB

Jumat, 22 Mei 2026 - 20:49 WIB

Brigpol Anhar Disanksi karena Terbukti Telantarkan Istri, Bupati Bima Dinilai Melindungi Ajudannya

Kamis, 21 Mei 2026 - 17:45 WIB

DPRD NTB Sahkan Perubahan Perda Pajak dan Retribusi, Potensi PAD Bertambah Rp160 Miliar

Rabu, 20 Mei 2026 - 16:03 WIB

PBB NTB Datangi KPU, Dinamika Kepengurusan hingga Aturan Baru Pemilu 2029 Jadi Sorotan

Berita Terbaru