PT GNE ‘Sakit Kronis’, Disuntik Vitamin Rp 8 Miliar oleh Gubernur Iqbal, DPRD NTB Desak Audit dan Rapat Khusus

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 7 September 2025 - 03:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PT Gerbang NTB Emas (GNE) yang tengah terpuruk keuangan kini mendapat suntikan vitamin dana segar Rp8 miliar dari Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal melalui skema penyertaan modal daerah (PMD). Namun, langkah penyelamatan ini memicu reaksi keras DPRD NTB. Komisi III mendesak rapat khusus dengan gubernur sekaligus meminta audit menyeluruh untuk memastikan penggunaan dana publik berjalan transparan dan akuntabel.

SUMBAWAPOST.com, Mataram –
Komisi III DPRD NTB mendesak rapat khusus dengan Gubernur Lalu Muhamad Iqbal untuk membahas masa depan PT Gerbang NTB Emas (GNE), BUMD yang tengah terpuruk keuangan. Rapat ini dinilai krusial agar DPRD dapat mendengar langsung visi, strategi, dan arah kebijakan Pemprov NTB dalam menyelamatkan perusahaan produsen beton tersebut.

Menurut Ketua Komisi III DPRD NTB, Sambirang Ahmadi pertemuan ini diperlukan karena masih ada perbedaan pendapat dan persepsi terkait arah bisnis PT GNE. Ia menegaskan bahwa penyertaan modal sebesar Rp 8 miliar dari APBD 2025 harus dikelola dengan strategi bisnis yang jelas, terukur, dan transparan.

Baca Juga :  Dokumen APBD NTB 2025 Setebal 30 cm Dibahas Sehari?, Fihir Desak Dewan Transparan

“Kami ingin memastikan setiap rupiah penyertaan modal benar-benar menjadi investasi sehat yang memberi manfaat nyata bagi rakyat NTB,” tegas Duta Partai PKS dapil NTB 5 (Kabupaten Sumbawa dan Kabupaten Sumbawa Barat) itu. Jum’at (5/09/2025).

Tak hanya Pemprov, di internal DPRD NTB sendiri juga terjadi perdebatan tajam soal nasib PT GNE. Sebagian anggota mendukung langkah penyelamatan, sementara lainnya bersikeras audit investigatif harus dilakukan lebih dulu sebelum menggelontorkan dana tambahan.

Terpisah, Anggota Komisi III DPRD NTB, Muhammad Aminurlah, menegaskan sikapnya sejak awal tidak berubah.

“Harus ada audit investigasi tentang kondisi perusahaan. Baru kita tahu solusi yang tepat,” ujarnya. Minggu (7/09/2025).

Pria yang akrab disapa Aji Maman Duta Partai PAN Dapil NTB VI ( Bima, Dompu dan Kota Bima) tersebut juga menekankan perlunya Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) turun langsung memeriksa kondisi keuangan PT GNE. Menurutnya, audit ini harus melibatkan BPK atau auditor independen agar transparansi penggunaan PMD sejak 2019 hingga 2024 dapat dipastikan.

Baca Juga :  Anggota DPRD NTB Minta OPD Solid, Aji Maman Harap Tahun Kedua Pemerintahan Tanpa Kegaduhan

“Jika opsi penyehatan diambil, maka audit investigatif menyeluruh terhadap operasional, kebijakan keuangan, dan penggunaan PMD PT GNE wajib dilakukan,” tegasnya.

Sementara itu, anggota Komisi III lainnya, M. Nashib Ikroman, mendorong Pemprov NTB segera menyiapkan grand design kebijakan untuk menentukan nasib PT GNE. Menurutnya, Pemprov harus memilih salah satu opsi yakni menyelamatkan perusahaan melalui penyehatan total atau melakukan likuidasi secara bertanggung jawab.

“Grand design pengelolaan BUMD ini harus selesai dulu,” ungkap politisi Partai Perindo itu.

Pria yang akrab disapa Acip menilai, tanpa kerangka kebijakan yang utuh, beban persoalan PT GNE hanya akan semakin berat dan berpotensi menggerus APBD lebih dalam.

Berita Terkait

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum
NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik
1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang
NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih
Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG
Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat
Bupati Jarot Kejar Megaproyek Unggas Rp1,7 Triliun, Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional
IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Berita ini 107 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:54 WIB

Era Kendaraan Listrik Dimulai di NTB, Sekda: Nanti Bukan Lagi Tanya Isi Bensin, Tapi Sudah Dicas Belum

Sabtu, 20 Juni 2026 - 21:06 WIB

NTB Bersiap Tinggalkan BBM? Sekda Abul Chair Ajak Warga Beralih ke Kendaraan Listrik

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:33 WIB

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Juni 2026 - 20:04 WIB

NTB Pamerkan Mobil Listrik di Kantor Gubernur, Sekda Abul Chair: Bukan Sekadar Tren Tapi Masa Depan Energi Bersih

Sabtu, 20 Juni 2026 - 19:55 WIB

Sumbawa dan Bima Disiapkan Jadi Sentra Unggas Nasional, Proyek Rp1,7 Triliun Siap Dukung Program MBG

Berita Terbaru

Terlihat para orang tua mengikuti skrining ulang anak terindikasi stunting yang turut dihadiri Wakil Bupati Lombok Barat Hj. Nurul Adha bersama Kepala Dinas Kesehatan Hj. Erni Suryana saat meninjau pelaksanaan di Puskesmas Labuapi, Sabtu (20/6/2026). Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya percepatan penanganan stunting melalui pemeriksaan oleh Dokter Spesialis Anak di 20 puskesmas se-Kabupaten Lombok Barat.

Pemerintahan

1.860 Anak Terindikasi Stunting di Lombok Barat Diskrining Ulang

Sabtu, 20 Jun 2026 - 20:33 WIB