Lawan Mafia Jabatan Lewat Seleksi Terbuka, Pengamat: Kepala Sekolah NTB Harus Bebas dari ‘Titipan dan Transferan’

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 13 Mei 2025 - 13:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Rencana penerapan seleksi terbuka untuk kepala sekolah SMA, SMK, dan SLB melalui panitia seleksi (Pansel) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) dinilai sebagai langkah konkret dan mendesak untuk memperbaiki tata kelola pendidikan yang selama ini dinilai semrawut.

Pengamat politik Dr. Alfisahri menilai kebijakan ini sebagai fondasi penting dalam reformasi pendidikan daerah.

“Bergulirnya wacana kepala sekolah diseleksi oleh Pansel, saya kira ini kebijakan fundamental untuk memperbaiki carut-marutnya sistem pendidikan di NTB. Gubernur NTB harus memberlakukan merit system secara menyeluruh di sektor pendidikan, karena selama ini seleksi kepala sekolah menjadi arena pasar gelap jual beli jabatan,” tegasnya. Dalam keterangan yang diterima media ini, selasa (13/5).

Ia menyoroti bahwa praktik kotor seperti jual beli jabatan telah merusak integritas dunia pendidikan. Banyak kepala sekolah maupun koordinator wilayah (korwil) pendidikan di NTB, kata dia, dipilih bukan karena kompetensi, tetapi karena “bayaran”, titipan, atau kedekatan dengan tim sukses.

“Praktik buruk tersebut tentu menciderai dan merusak filosofi dasar pendidikan sebagai kekuatan moral dan pembentuk karakter manusia. Kita harus menyadari bahwa indeks dan daya saing pendidikan merupakan indikator penting kemajuan suatu daerah,” jelasnya.

Baca Juga :  Dompet NTB Diprediksi Makin Tebal, Wagub Umi Dinda Ungkap Prioritas APBD 2027

Alfisahri menegaskan bahwa pendidikan yang dikelola secara profesional akan melahirkan inovasi serta meningkatkan daya saing daerah. Karena itu, ia mendesak Gubernur NTB untuk berani melakukan terobosan dengan menerapkan meritokrasi secara total.

“Saya dorong Gubernur NTB berlakukan meritokrasi total di sektor pendidikan NTB karena memang faktanya kualitas rata-rata pendidikan di NTB masih rendah dibandingkan daerah lain. Gubernur harus segera dipush untuk memberikan porsi dan kebijakan prioritas di bidang pendidikan agar rantai kebijakan politik yang patronistik dapat diputus,” ujarnya.

Ia menambahkan, sistem pendidikan di NTB harus dikawal oleh individu yang memiliki integritas, kapabilitas, dan kredibilitas tinggi. Karena itu, seleksi kepala sekolah wajib dilakukan secara terbuka dan profesional.

“Supaya kepala sekolah yang terpilih bukan orang titipan, melainkan orang yang kompeten dan berkelas. Supaya tidak ada lagi kepala sekolah yang bermental profit oriented, yang hanya ingin mengelola dana BOS untuk keuntungan pribadi tanpa peduli terhadap prestasi sekolah,” lanjutnya.

Menurutnya, jika seleksi dilakukan oleh Pansel yang independen dan profesional, maka itu menjadi terobosan besar dalam membenahi sektor pendidikan.

“Kebijakan ini tidak hanya menyasar peningkatan kualitas kepemimpinan di sekolah, tetapi juga menjadi pintu masuk untuk mencegah praktik-praktik gelap yang selama ini mencederai dunia pendidikan, khususnya praktik jual beli jabatan,” katanya.

Baca Juga :  Kebanjiran Info, Pikiran Jadi Ruwet! Gubernur Iqbal Ingatkan Warga NTB: Jaga Mental, Jangan Sampai Error

Ia menegaskan bahwa selama ini penempatan kepala sekolah sarat dengan kepentingan non-pedagogis. Proses rotasi dan pengangkatan seringkali diwarnai transaksi jabatan.

“Ketika jabatan diperjualbelikan, maka yang terjadi bukan seleksi berdasarkan merit dan kapabilitas, melainkan kemampuan membayar atau kedekatan politik. Akibatnya, pendidikan kehilangan orientasi substantifnya, dan kepala sekolah hanya menjadi alat birokratis, bukan pemimpin transformasional,” kritiknya.

Oleh karena itu, ia mengapresiasi langkah Pemprov NTB yang menyerahkan proses seleksi kepada Pansel yang profesional, sebagai bentuk komitmen terhadap sistem pendidikan yang bersih dan transparan.

“Dengan melibatkan unsur akademisi, praktisi pendidikan, dan tokoh masyarakat yang kredibel, proses seleksi tidak lagi menjadi ruang gelap penuh negosiasi tersembunyi, melainkan ruang terbuka untuk mencari figur-figur terbaik yang layak memimpin satuan pendidikan,” ujar Alfisahri.

Ia pun menutup pernyataannya dengan penekanan pada pentingnya kepala sekolah sebagai sosok pemimpin pembelajaran, bukan sekadar administrator teknis.

“Oleh karena itu, menempatkan orang yang tepat di posisi kepala sekolah adalah langkah fundamental dalam membangun sistem pendidikan yang kuat dan berdaya saing,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029
Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029
Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses
Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya
Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral
Lombok Tengah Dominasi Selancar Porprov XII NTB 2026, Sabet Emas di Tiga Divisi PSOI
Porprov XII NTB 2026: PSOI Pertandingkan Tiga Divisi, 27 Atlet dari Enam Daerah Adu Kemampuan di Tanjung Aan
Kalungkan Medali di Porprov XII NTB, Anggota DPRD Dr. Syamsuriansyah Janji Kawal Pembinaan Atlet
Berita ini 61 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 18 Juli 2026 - 00:44 WIB

Yuri Kemal Fadlullah Dikukuhkan Pimpin PBB, Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al-Habsyi Tegaskan Soliditas Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:27 WIB

Ketua DPW PBB NTB Nadirah Al Habsyi Hadiri Rakernas PBB, Konsolidasi Nasional Matangkan Langkah Menuju Pemilu 2029

Jumat, 17 Juli 2026 - 20:23 WIB

Ketua PSOI NTB Nurbaya Sari Apresiasi Seluruh Kontingen, Cabor Selancar Porprov XII NTB 2026 Resmi Ditutup Sukses

Jumat, 17 Juli 2026 - 18:01 WIB

Daftar Peraih Medali Emas Cabor Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026, Ini Nama-Nama Juaranya

Jumat, 17 Juli 2026 - 16:22 WIB

Lomba Cabor PSOI Porprov XII NTB Berakhir Sukses, Juri Pastikan Fair Play dan Netral

Berita Terbaru