Gunung Rinjani Laris Manis, Tapi Pendaki Mengeluh Soal Kuota

Avatar

- Jurnalis

Senin, 14 April 2025 - 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Jumlah pengunjung Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) sepanjang tahun 2024 mengalami lonjakan signifikan, naik 34,65 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini turut mendongkrak Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) hingga 53,46 persen. Namun, di balik kabar baik tersebut, muncul keluhan dari para pendaki terkait keterbatasan kuota yang diberlakukan.

Menanggapi hal ini, Sekretaris Daerah (Sekda) NTB, Drs. H. Lalu Gita Ariadi, M.Si., dalam Rapat Koordinasi Pengelolaan Wisata Alam Pendakian Gunung Rinjani yang digelar di Kantor Balai TNGR, Senin 14 April 2025, menyatakan perlunya evaluasi menyeluruh.

“Nanti kita lakukan evaluasi dan kajian bersama untuk menentukan batas ideal kuota pendakian. Termasuk juga bagaimana penanganannya saat musim puncak dan toleransi yang bisa diberikan,” ujar Sekda Gita.

Baca Juga :  Lombok Tengah Rebut Dua Emas, Dompu Satu Emas di Cabang Selancar PSOI Porprov XII NTB 2026

Ia menegaskan bahwa pengaturan kuota bukan semata soal angka, melainkan demi menjamin kenyamanan dan keselamatan para pendaki.

“Tujuannya agar wisata pendakian berlangsung dalam suasana aman dan nyaman, serta didukung layanan yang paripurna. Termasuk soal kebersihan yang menjadi perhatian kita. Bahkan, kini sudah tersedia dua toilet kering berstandar internasional. Ke depan, kita harapkan jumlahnya bisa ditambah,” tambahnya.

Lebih lanjut, Sekda berharap peningkatan PNBP dapat kembali ke TNGR dalam bentuk pembangunan infrastruktur dan sarana pendukung.

Baca Juga :  Ngopi Santai Bareng PWI, Najamuddin Tegaskan Peran Vital Wartawan Wujudkan NTB Makmur Mendunia

“Kita ingin ada timbal balik dari PNBP yang meningkat ini, berupa dukungan terhadap sarana dan prasarana, termasuk perbaikan konektivitas dan akses menuju lokasi wisata,” jelasnya.

Ia juga mendorong pemerintah kabupaten/kota untuk lebih aktif dalam promosi destinasi, pengembangan atraksi, serta memperkuat kolaborasi dengan pelaku usaha wisata.

“Ayo, pemerintah kabupaten/kota kita maksimalkan peran masing-masing. Object image adalah tanggung jawab pemda, product image adalah peran pelaku usaha. Pemerintah provinsi akan fokus pada promosi, peningkatan aksesibilitas, dan konektivitas. Kita harus saling berbagi peran,” pungkasnya.

 

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru