Paradoks Zakat NTB: Potensi Rp2,8 Triliun, Tapi Baru Terkumpul Rp1,9 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 20 Maret 2025 - 11:30 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB), Dr. H. Muhamad Iqbal, menegaskan komitmennya untuk mengoptimalkan pengumpulan zakat di kalangan pegawai dan sektor usaha demi mencapai target Rp2,5 triliun. Hal ini disampaikan saat menerima audiensi BAZNAS NTB di ruang kerjanya, Rabu 19 Maret 2025.

Dalam pertemuan tersebut, Gubernur yang akrab disapa Miq Iqbal memberikan apresiasi atas kinerja BAZNAS NTB, yang dinilainya telah menjalankan berbagai program unggulan dengan baik. Namun, ia menekankan bahwa potensi zakat di NTB masih jauh dari maksimal dan perlu strategi lebih agresif.

“Saya bersyukur BAZNAS NTB mampu menjalankan program unggulannya. Tapi kita harus lebih giat dalam mengoptimalkan pengumpulan zakat, terutama dari kalangan ASN dan instansi vertikal,” ujar Miq Iqbal.

Baca Juga :  Pilkada 2024: Kohati PB HMI Mengajak Perempuan NTB Jadi Pemilih Cerdas, Ini Pesan KPU NTB Hilman

Dorong Regulasi untuk Penguatan Zakat

Dalam kesempatan yang sama, Ketua BAZNAS NTB, M. Said, meminta dukungan Gubernur untuk memperkuat pengelolaan zakat hingga ke tingkat kabupaten/kota dengan menerbitkan Peraturan Gubernur (Pergub).

“Kami ingin agar pengelolaan zakat di NTB semakin solid, tidak hanya di tingkat provinsi, tetapi juga di kabupaten/kota. Dengan dukungan regulasi yang kuat, potensi zakat bisa lebih maksimal,” ujar Said.

Ia juga menyoroti perlunya mendorong perusahaan-perusahaan besar dan proyek-proyek di NTB untuk menyalurkan zakatnya melalui BAZNAS, guna mendekati potensi zakat NTB yang mencapai Rp2,8 triliun per tahun.

Baca Juga :  Polemik Badai NTB Memanas! Ardian Meci Angi Bantah Keterlibatan, Siap Tempur Lewat Jalur Hukum

“Saat ini kita baru mengumpulkan sekitar Rp1,9 miliar. Masih banyak potensi zakat yang belum tergarap, terutama dari sektor usaha besar,” jelasnya.

Menanggapi hal itu, Gubernur Miq Iqbal menegaskan bahwa Pemprov NTB akan terus bersinergi dengan BAZNAS untuk memastikan pengelolaan zakat lebih optimal dan berdampak luas bagi masyarakat. Ia juga meminta agar program-program pemberdayaan berbasis zakat semakin diperkuat.

“Dengan langkah ini, NTB diharapkan bisa menjadi provinsi percontohan dalam pengelolaan zakat yang profesional, transparan, dan efektif,”tutupnya.

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru