SUMBAWAPOST.com, Mataram – Suasana buka puasa yang digelar DPC PDI Perjuangan Kota Mataram pada Selasa 18 Maret 2025 kemarin, mendadak memanas. Acara yang awalnya bertujuan memperkuat soliditas kader, berubah menjadi ajang seruan perlawanan terhadap apa yang disebut sebagai upaya pelemahan partai oleh pihak eksternal.
Ketua DPC PDIP Kota Mataram, Made Slamet, dengan penuh semangat menegaskan bahwa acara buka puasa ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga momentum memperkuat gotong royong dan kesetiaan kader banteng.
“Kita tidak hanya berbagi takjil dan makanan, tapi juga berbagi semangat perjuangan. Kader PDIP harus terus hadir di tengah masyarakat, membawa solusi untuk rakyat kecil, mulai dari pendidikan, kesehatan, hingga menanggulangi stunting dan kemiskinan,” seru Made di hadapan kader yang hadir.
Namun, suasana semakin membara ketika Ketua Fraksi PDIP DPRD Kota Mataram, Gede Wiska, menyinggung kondisi politik yang sedang dihadapi partai berlambang banteng ini.
“Ada serangan sistematis untuk menghancurkan soliditas PDIP. Ditersangkakannya Pak Sekjen dalam kasus yang tidak jelas adalah bukti nyata bahwa ada pihak luar yang ingin merongrong partai kita,” tegas Wiska, yang langsung disambut sorakan dan tepuk tangan meriah dari para kader.
Ia pun mengajak seluruh fungsionaris PDIP untuk tetap solid menghadapi gempuran politik yang disebutnya sebagai bentuk intimidasi terhadap partai.
“Satyam eva jayate – hanya kebenaran yang berjaya! Jangan takut, kita harus tetap satu barisan! Merdeka,” serunya dengan penuh semangat.
Buka puasa yang dihadiri jajaran pengurus, anggota fraksi PDIP DPRD Kota Mataram, serta pengurus PAC ini pun semakin terasa sebagai ajang konsolidasi kekuatan politik. Dalam suasana penuh semangat kebersamaan, para kader menyantap hidangan khas yang disediakan oleh ibu-ibu kampung pelaku UMKM, menandakan semangat gotong royong yang tetap menyala.
PDIP Kota Mataram Siap Hadapi Gempuran!
Di tengah situasi politik yang memanas, PDIP Kota Mataram menegaskan akan terus menjaga nilai-nilai kemajemukan dan persatuan. Made Slamet mengingatkan bahwa tahun ini, Idul Fitri dan Hari Raya Nyepi akan berdekatan, dan itu menjadi bukti bahwa Indonesia selalu hidup dalam keberagaman.
“Kita sudah biasa hidup dalam kemajemukan. Justru sekaranglah saatnya kita memperkokoh persatuan dan melawan segala bentuk perpecahan,” tegasnya.
Acara buka puasa ini bukan hanya sekadar momen kebersamaan, tetapi juga menjadi ajang unjuk kekuatan. PDIP Kota Mataram mengirim pesan keras: mereka tidak akan mundur. Banteng tak pernah gentar!










