Skandal Poltekkes Mataram Menguat! Bangunan Nyaris Roboh, Ratusan Miliar Raib-Siapa yang Bermain?

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 7 Maret 2025 - 12:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Proyek pembangunan Politeknik Kesehatan (Poltekkes) Mataram kembali menjadi sorotan. Alih-alih menjadi infrastruktur yang membanggakan, bangunan ini justru menyisakan berbagai masalah serius. Dengan anggaran mencapai ratusan miliar rupiah, kondisi bangunan yang memprihatinkan memicu dugaan adanya skandal besar dalam pelaksanaannya.

Sejumlah temuan di lapangan mengungkap berbagai kejanggalan, seperti plafon bocor, pilar bengkok, serta indikasi penggunaan material di bawah standar. Yang lebih mengejutkan, proyek ini sudah diserahterimakan meskipun kualitasnya jauh dari layak.

Ketua Forum Rakyat NTB, Hendrawan Saputra, SH, mengungkapkan bahwa proyek ini sarat dengan praktik kotor yang merugikan masyarakat.

“Kami menemukan banyak kejanggalan. Pilar bengkok, plafon bocor, bahkan ada dugaan kolom kosong di dalam bangunan. Jika pengawasan dilakukan dengan benar, kondisi ini tidak akan terjadi,” tegas Hendrawan.

Lempar Tanggung Jawab, Siapa yang Harus Disalahkan?

Di tengah polemik ini, pihak terkait justru saling melempar tanggung jawab. Indah, yang sebelumnya disebut sebagai Pengawas Teknik Lapangan, mengklaim bahwa dirinya dan timnya hanya bertugas sebagai pengelola teknis, bukan pengawas proyek.

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Ajak Warga Hidupkan Kembali Gerakan Satu Desa Satu Hafiz dan Maghrib Mengaji di Pembukaan STQH

“Kami hanya tenaga pengelola teknis, bukan pengawas proyek. Pengawasan ada di pihak MK (Manajemen Konstruksi),” jelas Indah.

Namun, pernyataan ini justru memunculkan pertanyaan lebih besar. Jika pengawasan berada di tangan MK, mengapa bangunan tetap dikerjakan dengan kualitas buruk? Apakah pengawasan hanya sebatas formalitas?

Sekretaris Forum Rakyat NTB, Lukman, menegaskan bahwa ada indikasi kuat konspirasi dalam proyek ini.

“Ini bukan sekadar kelalaian, ini ada unsur kesengajaan! Dengan anggaran sebesar ini, seharusnya bangunan berdiri kokoh, bukan justru dalam kondisi memprihatinkan,” ujarnya geram.

PPK, KPA, dan MK Harus Bertanggung Jawab?

Forum Rakyat NTB menuntut agar pihak-pihak terkait segera diperiksa guna mengungkap dugaan penyimpangan dalam proyek ini:

PPK (Pejabat Pembuat Komitmen) – Bertanggung jawab atas serah terima proyek. Jika bangunan bermasalah tetap diterima, ada indikasi kelalaian atau bahkan penyimpangan.

Baca Juga :  DPRD NTB Warning Iqbal-Dinda: Meritokrasi Boleh Gagah, Tapi Jangan Gagap Saat Jalan

KPA (Kuasa Pengguna Anggaran) – Dana terus mengalir meskipun proyek berkualitas buruk. Apakah ada kepentingan tertentu yang membuat anggaran tetap cair?

MK (Manajemen Konstruksi) Seharusnya bertanggung jawab atas pengawasan proyek. Jika mereka bekerja dengan benar, mengapa ada pilar bengkok dan plafon bocor?

Forum Rakyat NTB mendesak Kejaksaan Tinggi NTB untuk segera turun tangan dan mengusut tuntas kasus ini.

“Kami tidak akan diam. Jika dalam waktu dekat tidak ada tindakan dari aparat hukum, kami akan membawa kasus ini ke KPK! Proyek ini harus diusut sampai tuntas,” tegas Hendrawan.

Tak hanya itu, Forum Rakyat NTB juga berencana menggelar aksi demonstrasi sebagai bentuk protes terhadap dugaan penyimpangan dalam proyek ini.

Rakyat berhak mendapatkan pembangunan yang berkualitas. Jangan biarkan mafia proyek terus merampas hak masyarakat dengan proyek-proyek gagal yang hanya menguntungkan segelintir orang.

 

Berita Terkait

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya
PKS NTB Sembelih 193 Hewan Kurban, Sebanyak 2.000 Paket Daging Dibagikan untuk Warga
Momentum Halal Bihalal Idul Adha, Harmoni Kepemimpinan Lombok Timur Tuai Apresiasi
Bahlil Lahadalia dan Sari Yuliati Salurkan Sapi Kurban untuk NTB, Golkar Potong Lima Ekor di Mataram
Berita ini 38 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Senin, 1 Juni 2026 - 18:13 WIB

Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan

Senin, 1 Juni 2026 - 13:55 WIB

Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global

Sabtu, 30 Mei 2026 - 18:55 WIB

Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB

Jumat, 29 Mei 2026 - 16:04 WIB

KPU NTB Berkurban di Idul Adha, Agus Hilman: Yang Dinilai Bukan Dagingnya, Tapi Ketakwaannya

Berita Terbaru