Turun ke NTB, KPU RI Siap Kawal Ketat PSU dan Logistik Pemilu 2024 di 24 Daerah, Ini Daftarnya

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 27 Februari 2025 - 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram– Ketua KPU Mochammad Afifuddin bersama Anggota KPU Yulianto Sudrajat menegaskan kesiapan KPU dalam mengawal Pemungutan Suara Ulang (PSU) dan distribusi logistik pemilu pasca putusan Mahkamah Konstitusi. Hal ini disampaikan dalam Rapat Koordinasi di Kantor KPU Provinsi Nusa Tenggara Barat di Kota Mataram.

Dalam sambutannya, Afif menekankan bahwa KPU harus tetap tenang menghadapi berbagai tantangan.

“Saat ini, kita tengah menuntaskan tanggung jawab pilkada dengan 14 daerah yang harus melaksanakan PSU 100% serta beberapa daerah lain dengan skenario berbeda. Tidak ada alasan untuk mundur! Semua yang ada di jajaran KPU adalah individu pilihan yang siap menyelesaikan tugasnya,” tegasnya.

Sementara itu, Yulianto Sudrajat menginstruksikan jajaran KPU Provinsi untuk mengawal ketat seluruh tahapan PSU.

“Mulai dari anggaran, pengadaan dan distribusi logistik, hingga pemungutan dan penghitungan suara harus berjalan tanpa kendala,”ungkapnya.

Rapat ini juga menghadirkan narasumber dari Kejaksaan RI, LKPP, BPK RI, dan Kepala Biro Logistik guna membahas daftar inventarisasi masalah serta mencari solusi terbaik untuk pengelolaan logistik pemilu pasca pencoblosan.

Turut hadir dalam acara ini Pejabat Eselon I dan II Setjen KPU, Fungsional Ahli Utama, serta Ketua, Anggota, dan Sekretaris KPU Provinsi dari berbagai daerah yang mengikuti gelombang pertama rakor.

Baca Juga :  Wagub NTB Warning Keras: Koperasi Merah Putih Wajib Jadi Mesin Ekonomi Rakyat, Jangan Cuma Jadi Pajangan

Perintahkan PSU di 24 Daerah

Mahkamah Konstitusi (MK) memutuskan bahwa 24 daerah harus menggelar Pemungutan Suara Ulang (PSU) dalam rangka penyelesaian sengketa hasil Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2024. Keputusan ini dibacakan dalam sidang yang digelar pada Senin, 24 Februari 2025.

Dalam putusan tersebut, MK juga menolak 9 perkara, tidak menerima 5 perkara, memerintahkan rekapitulasi ulang untuk 1 perkara, dan menginstruksikan perbaikan surat keputusan Komisi Pemilihan Umum (KPU) dalam 1 perkara lainnya.

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) diberi tugas untuk melakukan supervisi dan koordinasi dalam pelaksanaan PSU di daerah terdampak. Keputusan ini menjadi evaluasi penting bagi penyelenggara pemilu agar memastikan jalannya Pilkada tetap sesuai prinsip langsung, umum, bebas, rahasia, jujur, dan adil (luber dan jurdil).

Daftar Daerah yang Wajib Menggelar PSU

Berikut adalah 24 daerah yang diperintahkan untuk melaksanakan PSU berdasarkan putusan MK:

1. Kabupaten Pasaman
2. Kabupaten Mahakam Ulu
3. Kabupaten Boven Digoel
4. Kabupaten Barito Utara
5. Kabupaten Tasikmalaya
6. Kabupaten Magetan
7. Kabupaten Buru
8. Provinsi Papua
9. Kota Banjarbaru
10. Kabupaten Empat Lawang
11. Kabupaten Bangka Barat
12. Kabupaten Serang
13. Kabupaten Pesawaran
14. Kabupaten Kutai Kartanegara
15. Kota Sabang
16. Kabupaten Kepulauan Talaud
17. Kabupaten Banggai
18. Kabupaten Gorontalo Utara
19. Kabupaten Bungo
20. Kabupaten Bengkulu Selatan
21. Kota Palopo
22. Kabupaten Parigi Moutong
23. Kabupaten Siak
24. Kabupaten Pulau Taliabu

Baca Juga :  Daftar ke KPU NTB, Iqbal-Dinda Miliki Modal 1,6 Juta Suara dari Koalisi Parpol

Perkara yang Ditolak dan Tidak Dapat Diterima

Selain itu, MK juga menolak 9 perkara sengketa hasil Pilkada, termasuk dari Kabupaten Pasaman Barat, Kabupaten Puncak, dan Provinsi Bangka Belitung. Sementara itu, 5 perkara lainnya tidak dapat diterima oleh MK, termasuk dari Kabupaten Mimika dan Provinsi Papua Pegunungan.

Dengan keputusan ini, KPU dan Bawaslu memiliki tanggung jawab besar untuk memastikan PSU berlangsung dengan transparan dan sesuai ketentuan hukum. Keputusan ini diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh pihak terkait agar menjaga integritas proses demokrasi di Indonesia.

 

 

Berita Terkait

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu
Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu
PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah
Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini
NTB ‘Sesak Napas,’ Badko HMI Bali-Nusra Bongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Makmur Mendunia
Polisi di Bima Diduga Telantarkan Istri, Ajukan Cerai Usai Jadi Ajudan Bupati
Rinjani 100 Siap Digelar, 2.275 Pelari dari 38 Negara Bakal Taklukkan Gunung Rinjani
Proyek Jalan Lenangguar-Lunyuk, Dewan NTB Fakhruddin Rob Warning Keras: Target 20 Mei, Molor Siap Dipidanakan
Berita ini 111 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:23 WIB

Hardiknas 2026, Guru PPPK Paruh Waktu NTB di Era Iqbal-Dinda Dapat Insentif Rp500 Ribu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 13:55 WIB

Dipaksakan dan Tak Sah, Subhan Bongkar Dugaan Kejanggalan Muscab PPP Dompu

Sabtu, 2 Mei 2026 - 12:32 WIB

PPP NTB Bergejolak, Marga Harun Sebut Muscab Dompu Tak Sah dan Bermasalah

Jumat, 1 Mei 2026 - 18:48 WIB

Iqbal Libatkan Buruh di ‘Dapur Perda’, Skema PMI Disiapkan Putus Kemiskinan, Umi Dinda Ingatkan Ini

Jumat, 1 Mei 2026 - 14:29 WIB

NTB ‘Sesak Napas,’ Badko HMI Bali-Nusra Bongkar Ketimpangan di Balik Mimpi Makmur Mendunia

Berita Terbaru