Hasil Seleksi PPPK di Kabupaten Bima Dituding Kejahatan Kemanusiaan Terstruktur

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 8 Januari 2025 - 12:17 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Kabar panas kembali mencuat. Hasil seleksi penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja atau PPPK di Kabupaten Bima menuai kritik tajam dari berbagai kalangan. Aktivis dan mahasiswa turun ke jalan, mengecam proses seleksi yang diduga penuh masalah dan sarat kepentingan pribadi.

Dalam laporan yang kami terima, sejumlah peserta yang dinyatakan lulus ternyata tidak pernah tercatat bekerja sebagai honorer. Bahkan, seorang penjaga kantin di salah satu dinas pemerintahan dinyatakan lolos seleksi. Ironisnya, mereka yang telah puluhan tahun mengabdi sebagai tenaga honorer justru tersingkir dari daftar kelulusan.

Koordinator Nasional Politik NTB, Ardiansyah, atau akrab disapa Ardi, dengan tegas menyebut bahwa ini bukan sekadar kelalaian, melainkan indikasi kejahatan kemanusiaan. Dalam pernyataannya, Ardi menduga adanya praktik “orang dalam” yang sengaja mengatur hasil seleksi untuk meloloskan peserta tertentu yang dianggap tidak memiliki kompetensi.

Baca Juga :  Lari, Selfie, Viralkan! Gubernur Iqbal Gaspol Jadikan Rinjani Color Run ‘Event Sultan’ Sport Tourism Sembalun

”Ini bukan hal baru. Saya sudah menduga sejak awal bahwa permainan seperti ini akan terjadi. Ada oknum-oknum yang memanfaatkan posisi mereka, mulai dari tingkat sekolah, unit dinas, hingga ke panselda dan pimpinan daerah,” ungkap Ardi. Kepada media ini, Rabu (8/1/2025).

Tidak hanya berhenti di situ, Ardi juga mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Bima untuk segera membentuk Panitia Khusus atau Pansus guna menginvestigasi kasus ini. Ia bahkan menyerukan aparat penegak hukum untuk turun tangan dan membongkar apa yang ia sebut sebagai kejahatan terhadap mereka yang telah lama mengabdi.

“Nasib honorer seolah berada di tangan oknum-oknum yang bermain di belakang layar. Kami tidak akan tinggal diam. Kami juga sedang berupaya melaporkan kasus ini ke kementerian terkait, bahkan langsung ke Presiden Prabowo Subianto,”tutupnya.

Terpisah, Pelaksana Tugas Kepala BKD dan Diklat kabupaten Bima Laily Ramdhani S.STP. dikonfirmasi media ini, belum mendapatkan tanggapan.

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 244 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru