Rekor Lari PON yang Bertahan Sejak 1989 Dipecahkan Pelari NTB Muhammad Zohri

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 17 September 2024 - 04:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOst.com, Sumut- Pria Asal Kabupaten Lombok Utara (KLU) Nusa Tenggara Barat (NTB) jadi manusia tercepat diajang Nasional. Lalu Muhammad Zohri meraih tempat pertama sekaligus memecahkan rekor di ajang Pekan Olahraga Nasional (PON) 2024 di Nomor Lari 100 meter Putra menjadi emas keenam untuk Nusa Tenggara Barat. Di nomor yang sama di final cabang olahraga Atletik, Sudirman Hadi di urutan ketiga dengan medali perunggu.

Catatan waktu Zohri (10,19) di pertandingan yang digelar di Sport Center, Deli Serdang, Sumut, Ahad 15 September 2024, di ajang PON XXI Aceh Sumut mengalahkan rekor Mardi Lestari di PON Jakarta 1989. Rekor nasional Zohri sendiri (10,03 detik) belum terkalahkan saat berlaga di Seiko Golden GrandPrix, Osaka, Jepang 2019 silam.

Baca Juga :  Mataram Selamatkan 655 Honorer, Pemprov NTB Melepasnya: Duel Kebijakan yang Bikin 518 Honorer Terpuruk

Dengan hasil ini, Zohri puas dapat mempersembahkan hasil terbaik bagi NTB dan siap membela nama daerah tercinta yang akan menjadi tuan rumah di PON berikutnya.

Baca Juga :  Jawab Tantangan Wagub NTB, Bupati KLU Siap Cetak Generasi Multibahasa dan Bebas Stunting

Ketua KONI, H Mori Hanafi mengatakan, masih ada peluang di beberapa nomor Cabor Atletik Lompat Jangkit, nomor lari 3000 meter, 4×100 meter dan Dasalomba.

“Zohri masih yang terbaik di Indonesia dan supremasinya sangat kita butuhkan menyongsong NTB sebagai tuan rumah PON berikutnya,” terang Mori.

“Dengan perolehan ini, Atletik juga masih membuktikan sebagai cabang olahraga unggulan dan berharap target enam emas dapat tercapai,” terangnya.

Berita Terkait

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air
Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar
Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur
Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik
Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila
Dulu Terseok, Kini Ngebut Usai Utang Beres! RSUP NTB Siap Naik Kelas Jadi Rumah Sakit Pendidikan Unggulan
Hari Lahir Pancasila 2026 di NTB, Miq Iqbal Tegaskan Pancasila Adalah Jangkar Perdamaian Global
Sekolah Rakyat Pertama di Pulau Sumbawa Disiapkan di Bima, Jadi Harapan Baru Pemerataan Pendidikan NTB
Berita ini 93 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 2 Juni 2026 - 22:43 WIB

Tangis Haru Sambut Kepulangan Jamaah Haji NTB, Kloter 1 Lombok Timur Tiba Selamat di Tanah Air

Selasa, 2 Juni 2026 - 21:53 WIB

Tak Lagi Sekadar Wacana, Koperasi Merah Putih NTB Mulai Panen Cuan Rp1,4 Miliar

Selasa, 2 Juni 2026 - 16:42 WIB

Rp950 Juta per Titik, Dewan PDIP Ahmad Amrullah Desak Polisi Bongkar Dugaan Jual Beli Dapur MBG di Lombok Timur

Selasa, 2 Juni 2026 - 15:56 WIB

Bukan Provinsi Pulau Sumbawa! Razikin Usul Nama Nusa Tenggara Tengah, Alasannya Menarik

Senin, 1 Juni 2026 - 19:49 WIB

Saat Dunia Makin Ribut, KPU NTB Ingatkan Satu Obat Ampuh: Pancasila

Berita Terbaru