Berantas Peredaran Miras Jelang Pilkada 2024 Kota Mataram, Polisi Sita Ratusan Minuman Tanpa Izin

Avatar

- Jurnalis

Sabtu, 7 September 2024 - 13:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost.com, Mataram – Polresta Mataram kembali menyita ratusan miras saat menggelar Rajia penertiban terhadap Warung / Cafe yang menjual minuman keras di wilayah Kecamatan Cakranegara dan Sandubaya Kota Mataram, Jumat 6 September 2024 malam.

Rajia yang gencar dilakukan Polresta Mataram dalam upaya menciptakan situasi Kamtibmas yang kondusif di seluruh Wilayah hukum Polresta Mataram pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2024.

Dari kegiatan tersebut ratusan botol minuman keras tanpa izin penjualan terpaksa diamankan dari beberapa warung / Cafe di wilayah tersebut.

Saat media ini melakukan Konfirmasi, Kasat Resnarkoba Polresta AKP I Gusti Ngurah Bagus Suputra SH., MH., menjelaskan razia dan penertiban yang dilaksanakan berdasarkan perintah Pimpinan sebagai langkah antisipasi dan pencegahan terhadap munculnya gangguan Kamtibmas yang disebabkan oleh Minuman keras (Minol)

Beberapa Warung / cafe yang menjadi sasaran kegiatan diantaranya Cafe SS dan warung C di wilayah Kecamatan Sandubaya dan Warung L dan Warung B yang berada di wilayah Kecamatan Cakranegara.

Baca Juga :  TKD Berkurang, Ketua DPRD NTB Dorong Optimalisasi Aset Daerah untuk Dongkrak PAD

“Dari keempat Warung / Cafe yang didatangi petugas dari tim Opsnal Sat Resnarkoba, ratusan botol Minuman keras (Minol) berbagai jenis diamankan, “ucap Kasat.

Kegiatan ini menurut Kasat, diharapkan dapat mengantisipasi berbagai tindakan kriminal yang dapat mengganggu keamanan di tengah masyarakat.

“Kita berharap kegiatan razia dan penertiban yang rutin dilaksanakan Polresta Mataram dapat mendorong terciptanya Situasi Kamtibmas yang kondusif pada pelaksanaan Pilkada Serentak 2024, ”pungkasnya

Berita Terkait

Gaji ASN Terancam Dialihkan ke Koperasi Merah Putih, Bank NTB Syariah Siapkan Langkah Antisipasi
Tragedi Pembacokan Udayana Jadi Peringatan Keras, Kapolda NTB Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak
Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 10:29 WIB

Gaji ASN Terancam Dialihkan ke Koperasi Merah Putih, Bank NTB Syariah Siapkan Langkah Antisipasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 08:39 WIB

Tragedi Pembacokan Udayana Jadi Peringatan Keras, Kapolda NTB Minta Orang Tua Awasi Pergaulan Anak

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Berita Terbaru