Unram Teken Kerjasama Dengan Kota Bima Soal Penempatan Mahasiswa KKN-PMD

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 5 Juni 2024 - 18:42 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

SUMBAWAPost, Mataram-

Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Mataram (LPPM Unram) bersama dengan Pemerintah Kota Bima menggelar kegiatan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) dalam rangka penempatan Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Pemberdayaan Masyarakat Desa (PMD) Periode Juli-Agustus 2024. Kegiatan ini berlangsung di Ruang Sidang Kepala LPPM Unram pada hari Rabu (5/6/2024).

Perguruan tinggi berkewajiban menyelenggarakan Tridharma Perguruan Tinggi yaitu pendidikan, penelitian, dan pengabdian masyarakat sebagaimana tertuang dalam Undang-Undang No. 12/2012 tentang Pendidikan Tinggi. Pengabdian masyarakat adalah kegiatan sivitas akademika yang memanfaatkan ilmu pengetahuan dan teknologi untuk memajukan kesejahteraan masyarakat dan mencerdaskan kehidupan bangsa. KKN merupakan salah satu bentuk pelaksanaan pengabdian masyarakat dalam Tridharma Perguruan Tinggi. Pelaksanaan pengabdian masyarakat dilakukan sesuai dengan budaya akademik, keahlian, dan/atau otonomi keilmuan sivitas akademika serta kondisi sosial budaya masyarakat. Sebagian Perguruan Tinggi melaksanakan KKN secara reguler sebagai kegiatan wajib mahasiswa.

Baca Juga :  Pj Gubernur NTB Serukan Sosialisasi Budaya Leluhur

KKN-PMD merupakan kegiatan intrakurikuler yang memadukan pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi dengan metode pemberian pengetahuan dan pengalaman bekerja kepada mahasiswa dalam kegiatan perencanaan, pelaksanaan dan pengawasan pembangunan desa.

Dalam kesempatan ini, hadir Kepala Bagian Pemerintahan SETDA Kota Bima, Ahsanurrahman, S.H., M.H.; Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr.; didampingi oleh Kepala Pusat KKN dan Kerjasama, Dr. Ir. Misbahuddin, ST., MT., IPU.; dan Prof. Ir. Buan Anshari, M.Sc.(Eng.)., Ph.D.

Ahsanurrahman, S.H., M.H. menyampaikan pemerintah Kota Bima sangat menyambut kolaborasi ini, hal ini bertujuan untuk lebih memperkaya pengetahuan dan wawasan mahasiswa KKN, “terutama mahasiswa yang berasal dari Kabupaten/kota lain ditempatkan di Kota Bima,”ungkapnya.

Sejalan dengan hal itu, Kepala LPPM Unram, Prof. Dr. Ir. Sukartono, M.Agr. memaparkan, pada periode ini kita menginisiasi kerja sama KKN-PMD dengan Pemerintah Kota Bima di mana terdapat 40 mahasiswa yang tersebar di 8 Desa dengan didampingi oleh 8 Dosen Pembimbing Lapangan.

Baca Juga :  Pria Asal Sumbawa Dikeroyok di Lingsar Lombok Barat

“Pelaksanaan KKN-PMD ini sebagai salah satu komitment Universitas Mataram untuk berperan aktif dalam upaya Pembangunan desa khususnya di Kota Bima, dengan menganalisis potensi dan permasalahan untuk dipecahkan melalui pendekatan saintifik. Dengan demikian desa membangun berarti desa mempunyai kemandirian dalam membangun dirinya (self development),” tegas Prof. Sukartono.

Pengarusutamaan program kerja KKN dalam konteks KKN-PMD Unram tidak terlepas dari paradigma pembangunan desa sebagaimana diamanahkan dalam undang-undang. Dalam perspektif desa membangun, desa dipandang sebagai paduan antara entitas masyarakat desa yang kuat dan pemerintah desa yang kuat.

“Oleh karenanya, peran aktif masyarakat dalam seluruh proses pembangunan sangat penting. Melalui pendekatan KKN-PMD diharapkan pengarusutamaan program kerja KKN-PMD memberi ruang luas bagi mahasiswa dan secara khusus masyarakat desa setempat untuk berperan aktif dalam membangun dan mengatur desanya sendiri,”tutupnya.

Berita Terkait

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
Berita ini 36 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Berita Terbaru