18 Negara Tinjau Sistem Peringatan Dini Bencana di Sekotong Lombok Barat

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 17 Oktober 2025 - 14:01 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Barat- Sebanyak 37 delegasi dari 18 negara yang tergabung dalam International Federation of Red Cross and Red Crescent Societies (IFRC) meninjau langsung alat Early Warning System (EWS) di Musholla Dusun Empol Utara, Desa Cendimanik, Kecamatan Sekotong, Lombok Barat. Alat tersebut merupakan hasil kerja sama antara PMI dan mitra internasional dalam membangun kesiapsiagaan masyarakat menghadapi bencana.

Menariknya, alat EWS ini bahkan sudah diatur dalam sebuah Peraturan Desa, hasil inisiatif para relawan PMI Lombok Barat (Lobar).

Relawan PMI Lobar di Sekotong, Ahyar, menuturkan sebelum adanya alat tersebut, pihaknya kerap kesulitan memberikan informasi dini kepada warga jika terjadi banjir rob atau luapan sungai.

“Alhamdulillah, adanya alat EWS ini kini edukasi ke warga terkait kebencanaan bisa mudah dilakukan,” ujar Ahyar di hadapan para delegasi IFRC, Kamis (16/10).

Meski demikian, Ahyar mengakui masih ada kendala teknis yang dihadapi.

“Kendala itu menyangkut sinyal yang kadang turun naik di wilayahnya. Ini saja kendalanya. Kalau bisa ada BTS yang enggak jauh, maka EWS ini pasti lancar,” katanya.

Perwakilan IFRC, Under Secretary General for Humanitarian Diplomacy and Digitalization, Nena Stoiljkovic, mengapresiasi semangat dan kesiapan masyarakat NTB dalam membangun ketahanan bencana.

“Kami berterima kasih karena bantuan yang kami berikan dapat dimanfaatkan dalam membangkitkan semangat edukasi masyarakat untuk tanggap pada bencana,” ujarnya.

Ketua PMI NTB, dr. Lalu Herman Mahaputra atau akrab disapa Dokter Jack, menjelaskan bahwa kunjungan delegasi IFRC difokuskan untuk melihat implementasi aksi nyata antisipasi bencana berbasis masyarakat.

“Kunjungan ke Sekotong ini karena di situ memang harapannya terkait dengan aksi nyata bencana oleh relawan PMI yang didukung oleh masyarakat melalui pemerintah desa,” katanya.

Menurut Dokter Jack, Sekotong dipilih karena wilayah pesisir ini memiliki risiko tinggi terhadap bencana banjir rob dan tsunami. Saat ini, tiga alat EWS telah terpasang di kawasan tersebut.

Ia menjelaskan, sistem ini bekerja melalui sensor pendeteksi perubahan debit air laut.

“Ketika terjadi peningkatan debit air yang signifikan, alat akan memberikan sinyal kepada BMKG dan dinas terkait untuk segera melakukan peringatan dini kepada masyarakat,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menambahkan para delegasi juga meninjau program penanaman mangrove di Sekotong, Lembar, dan Cemara yang sudah berjalan sejak 2013 sebagai bentuk mitigasi alami terhadap abrasi dan banjir pesisir.

“Karena 2013 dulu teman-teman dari PMI yang menginisiasi penanaman mangrove, dan sekarang sudah terpasang tiga early warning system di situ. Kalau debit air laut meningkat, sinyal akan otomatis dikirim ke BMKG,” jelasnya lagi.

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 47 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru