Tiga Gili Masuk Zona Strategis Nasional, Tapi Masih Terjebak Regulasi, Bupati Lombok Utara Curhat ke Deputi DPN RI

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 15 Oktober 2025 - 15:39 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Lombok Utara- Kisah pelik soal status Tiga Gili legendaris di Lombok Utara kembali jadi sorotan. Bupati Lombok Utara, Dr. H. Najmul Akhyar, secara terbuka curhat kepada Deputi Bidang Geoekonomi Dewan Pertahanan Nasional (DPN) RI, Dr. Yayat Ruyat, yang datang langsung ke Lombok Utara, Rabu (15/10/2025).

Pertemuan bergengsi yang berlangsung di Hotel Anema, Desa Sigar Penjalin, itu fokus membedah benang kusut regulasi di kawasan Gili Trawangan, Gili Meno, dan Gili Air tiga surga wisata yang justru kini terkunci oleh aturan tumpang tindih.

Baca Juga :  Kembangkan Potensi, NTB Gelar Coaching Clinic Design Fashion Untuk SMK Jurusan Busana se-Pulau Lombok

“Kami bersyukur atas kedatangan tim DPN RI. Lombok Utara ini wilayah strategis antara Bali dan NTT. Tapi, status tiga Gili ini bikin susah investor. Kadang disebut kawasan wisata nasional, tapi juga kawasan konservasi dan hutan,” ujar Najmul.

Menurut Najmul, tumpang tindih regulasi terjadi karena tiga Gili diatur oleh Perpres 84/2021, Keputusan Menteri KLHK, dan Keputusan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 34/2022.
Akibatnya, pengelolaan dan investasi di kawasan pariwisata dunia itu kerap jalan di tempat.

“Tiga Gili ini bukan hanya ikon Lombok Utara, tapi wajah Indonesia di mata dunia. Kami berharap pemerintah pusat mempercepat penyelesaiannya,” tegasnya.

Baca Juga :  Sekda NTB Sentil Unram di Dies Natalis ke-64: Jangan Hanya Besar, Harus Berdampak

Deputi Geoekonomi DPN RI, Dr. Yayat Ruyat, yang memimpin rombongan, mengaku akan segera menindaklanjuti laporan Bupati.

“Kehadiran kami di sini bukan hanya seremonial. Kami datang untuk menyerap seluruh informasi dan menyiapkan solusi cepat bagi Presiden,” tegas Yayat.

DPN RI sendiri, lanjutnya, bertugas memberi saran dan rekomendasi strategis di bidang geoekonomi, geostrategi, dan geopolitik, di bawah koordinasi Menhan dan Wamenhan.

Berita Terkait

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB
35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya
15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia
35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar
Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat
Polda NTB Ungkap 7 Kasus BBM dalam Sepekan, 7 Orang Jadi Tersangka, 4.419 Liter Pertalite Disita
NasPol NTB Minta Dugaan Anomali Pokir DPRD Rp120 Miliar Dibuka ke Publik
Perdana di KSB, Pilkades Serentak 21 Desa Gunakan E-Voting
Berita ini 41 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:45 WIB

Keluarga Mengadu ke PWI NTB, Yanuar Fikri PMI Diduga Korban TPPO Segera Pulang ke NTB

Selasa, 27 Oktober 2026 - 20:01 WIB

35 Ribu Warga NTB Tinggalkan Kampung Halaman untuk Jadi PMI pada 2025, Ini Daerah Asalnya

Selasa, 27 Oktober 2026 - 18:11 WIB

15 Desa di NTB Disiapkan Jadi Benteng Perlindungan Pekerja Migran Indonesia

Selasa, 27 Oktober 2026 - 17:51 WIB

35 Ribu Warga NTB Adu Nasib ke Luar Negeri Sepanjang 2025, Remitansi Lebih dari Rp220 Miliar

Selasa, 27 Oktober 2026 - 12:18 WIB

Kemarau Panjang, Ditpolairud Polda NTB Kirim 1,7 Ton Air Bersih ke Pesisir Lombok Barat

Berita Terbaru