Terlalu Dipaksakan, Anggota DPRD NTB Tolak Revitalisasi Kantor Gubernur

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 6 Juni 2024 - 04:14 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPost, MATARAM –

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) NTB mengkritisi terkait rencana revitalisasi kantor Gubernur NTB yang dinilai masih amburadul. Bahkan proyek yang memiliki alokasi anggaran sebesar Rp40 miliar itu terkesan hanya untuk legacy Penjabat (Pj) Gubernur saja.

Anggota Komisi IV DPRD yang membidangi Infrastruktur dan Lingkungan Hidup Ruslan Turmuzi menegaskan, bahwa seharusnya alokasi anggaran Revitalisasi sedari awal harus diawali dengan perencanaan yang matang.

“Dalam perencanaan itu kemarin nggak ada Manajemen Konstruksi (MK). Dan manajemen konstruksi itu hanya ada di awal. Makanya 40 miliar itu dibagi untuk perencanaan dan termasuk juga MK. Jadi tidak 40 miliar jadinya. Kan diambil tiga komponen di situ. Ada perencanaannya, kemudian ada MKnya, dan ada rehabnya,” ujar Ruslan Selasa, (4/6/2024).

Pada rapat Banggar ia menilai tidak ada kematangan perencanaan sehingga terkesan dipaksakan. Oleh karenanya, ia menolak keras proyek revitalisasi itu.

Baca Juga :  Ekonomi NTB Minus 1,47 Persen Gara-Gara Tambang: Gubernur Iqbal Blak-blakan, 'Salah Smelter'

“Kalau dari awal saya lihat itu dipaksakan karena ini kan tidak menjadi skala prioritas. Tetapi sebagai legacy dari Pj ini kan itu alasan awalnya. Artinya perencanaannya tidak dari awal tidak masuk dalam pembahasan skala prioritas,” paparnya.

Dengan anggaran yang senilai Rp40 miliar itu, ia melihat tidak akan cukup dengan adanya tiga komponen pembiayaan itu. Sehingga harus dipikirkan ulang oleh pihak eksekutif.

“Sekarang ini dipaksakan dengan APBD 2024. 40 miliar ini kita perkirakan untuk revitalisasinya aja. Ternyata ada tiga komponen lain seperti perencanaan dan MK, ya nggak bisalah,” terangnya.

Dalam melakukan revitalisasi Kantor Gubernur menurut Ruslan, jangan dulu dieksekusi untuk tahun ini, akan tetapi solusinya diganti dengan tahun anggaran berikutnya. Sebab, dikhawatirkan akan berdampak pula pada pembiayaan yang lainnya.

Baca Juga :  BPK Apresiasi Transformasi Tata Kelola Keuangan Era Iqbal-Dinda, NTB Raih WTP ke-15 Berturut-turut

“Lebih baik dikerjakan dulu perencanaannya, kemudian desainnya dirubah, nanti kita anggarkan lebih besar pada APBD 2025,” paparnya.

Sebelumnya, Pj Gubernur NTB Lalu Gita Ariadi mengatakan, pihaknya memang memberikan atensi yang tinggi terhadap rencana revitalisasi Islamic Center dan Kantor Gubernur ini. Terlebih pasca-gempa Lombok tahun 2018 lalu yang membuat kualitas bangunan menjadi menurun dan terdapat sejumlah kerusakan yang perlu diperbaiki.

“Kantor Gubernur NTB kan dibangun tahun 1977, masih tanda tangan Pak Amir Machmud. Kita akan perbaiki agar lebih bagus,” katanya.

Pengalokasian anggaran untuk rencana revitalisasi tersebut, merupakan salah satu prioritas. Terlebih Provinsi NTB akan banyak menjadi tuan rumah berbagai event nasional maupun internasional di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.

Berita Terkait

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan
Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami
APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
Berita ini 33 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 20:36 WIB

Defisit Rp369 Miliar, 263 Ribu Warga NTB Krisis Air: Prioritas APBD-P Dipertanyakan

Minggu, 20 September 2026 - 11:53 WIB

Konsolidasi Demokrasi Jelang Pemilu 2029 di NTB, Bawaslu Buka Ruang Kritik: Jangan Segan Mengoreksi Kami

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Berita Terbaru