SUMBAWAPOST.com| Lombok Barat- Inovasi pembelajaran vokasi di NTB kembali menunjukkan hasil nyata. Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan NTB turun langsung memimpin panen perdana siklus keempat budidaya udang vaname yang dikelola SMKN 1 Lembar, Kamis (20/11). Hasilnya membuat banyak pihak tercengang. Total panen mencapai 2 ton dari kolam seluas 30 meter persegi, dengan rata-rata panjang udang mencapai 20 sentimeter.
Capaian ini sekaligus menegaskan bahwa pendekatan Teaching Factory yang menyatukan pembelajaran kelas dengan praktik dunia usaha dan industri bukan hanya konsep, tetapi telah menghasilkan output konkret dan berkualitas. Para siswa terlibat langsung dalam seluruh proses budidaya, mulai dari penebaran benur, perawatan, hingga panen, sehingga pengalaman belajar mereka benar-benar menyerupai standar industri agromaritim.
Pelaksana Tugas (PLT) Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) NTB, H. Lalu Hamdi menegaskan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa SMK mampu melahirkan lulusan yang kompeten dan relevan dengan kebutuhan industri.
Beliau menyampaikan, Capaian panen ini menunjukkan kemampuan SMK dalam mengembangkan pembelajaran kontekstual yang bermakna dan produktif. “Pembelajaran vokasi harus terus bergerak mengikuti perkembangan dunia industri agar mampu mencetak lulusan yang kompeten, siap kerja, dan berdaya saing tinggi,”ungkap H. Lalu Hamdi.
Ia juga mendorong sekolah-sekolah vokasi di NTB untuk meniru langkah progresif SMKN 1 Lembar, “terutama pada sektor agromaritim yang memiliki peluang besar bagi pengembangan Ekonomi Daerah,”terangnya.
Keberhasilan panen dua ton ini dinilai sebagai sinyal positif bahwa pembelajaran vokasi di NTB telah berada pada jalur yang tepat, sekaligus memperlihatkan kemampuan sekolah dalam membangun kolaborasi kuat dengan dunia industri serta menumbuhkan potensi kewirausahaan di lingkungan pendidikan.









