Produksi Tuna HPF di Lombok Timur Tembus 952 Ton, Nilai Produksi Capai Rp98 Miliar

Avatar

- Jurnalis

Kamis, 24 September 2026 - 15:35 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Pelepasan Ekspor Tuna PT High Point Fisheries (HPF) di Unit Pengolahan Ikan, Kabupaten Lombok Timur.

Pelepasan Ekspor Tuna PT High Point Fisheries (HPF) di Unit Pengolahan Ikan, Kabupaten Lombok Timur.

SUMBAWAPOST.com |™ Lombok Timur- Produksi Tuna PT High Point Fisheries (HPF) di Kahyangan, Labuhan Lombok, Kabupaten Lombok Timur, telah menembus lebih dari 952 ton sejak Perusahaan memasuki Pasar Ekspor pada 2025.

Dalam periode tersebut, HPF telah merealisasikan sebanyak 47 kontainer Ekspor dengan nilai Produksi sekitar Rp98 miliar.

Gubernur NTB Dr. Lalu Muhamad Iqbal melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik Provinsi NTB sekaligus Juru Bicara Pemerintah Provinsi NTB Dr. H. Ahsanul Khalik, S.Sos., M.H., mengatakan capaian tersebut menunjukkan komoditas kelautan NTB memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah.

“Ekspor tuna dari Lombok Timur menunjukkan bahwa komoditas kelautan NTB tidak hanya memiliki potensi sebagai bahan baku, tetapi juga dapat diolah menjadi produk yang memiliki nilai tambah dan mampu menembus pasar internasional,” kata Ahsanul Khalik.

Baca Juga :  Liburan Mewah Bareng The Dudas-1, Raffi Ahmad: Gila, Bima Bikin Gue Gak Bisa Move On!

PT HPF mulai dibangun pada 2022 dan memasuki pasar ekspor pada 2025. Pada tahun pertama, perusahaan merealisasikan 29 kontainer dengan produksi sekitar 597 ton dan nilai produksi sekitar Rp54,6 miliar.

Sementara pada 2026, hingga 21 September, perusahaan telah merealisasikan 18 kontainer dengan volume produksi lebih dari 355 ton dan nilai produksi melampaui Rp43,4 miliar.

Jika dijumlahkan, realisasi tersebut mencapai 47 kontainer dengan total produksi lebih dari 952 ton dan nilai produksi sekitar Rp98 miliar.

Produk HPF menyasar pasar Amerika Serikat berupa fillet tuna sirip kuning (yellowfin tuna) dalam berbagai bentuk, antara lain saku, cube hand cut, ground meat, dan loin.

Baca Juga :  Polda NTB Hadirkan ‘SEPADU,’ Biar Warga Gak Perlu Lagi Ngamuk di Medsos

Untuk memenuhi kebutuhan pasar internasional, perusahaan telah menerapkan sejumlah standar dan sertifikasi, di antaranya BRC (British Retail Consortium Global Standards), HACCP (Hazard Analysis and Critical Control Point) dan Sertifikat Kelayakan Pengolahan (SKP).

“Nilai tambah menjadi bagian penting dalam pengembangan sektor kelautan dan perikanan. Semakin kuat proses pengolahan di daerah, semakin besar pula peluang manfaat ekonomi yang dapat dirasakan daerah dan masyarakat,” ujar Ahsanul Khalik.

Capaian tersebut menjadi bagian dari upaya NTB memperkuat rantai nilai komoditas kelautan dan perikanan, mulai dari bahan baku hingga menjadi produk olahan yang mampu menembus pasar internasional.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB
Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030
PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan
Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara
Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat
Kementan Dorong Hilirisasi Peternakan di UNRAM, Potensi Lokal Diminta Jadi Sumber Nilai Tambah
Polisi Turun Tangan Perbaiki Jalan Provinsi di Bima, Tak Tega Lihat Warga Terus Berjatuhan
Miq Iqbal Bosan Lihat UMKM Itu-Itu Saja, Pembinaan di NTB Diminta Lebih Inovatif
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:44 WIB

Didukung Gubernur dan Ketua DPRD, Mohan Kalahkan Mori dalam Perebutan Ketua KONI NTB

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:20 WIB

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:55 WIB

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Polisi Timbun Jalan Provinsi Berlubang di Bima, Anggota Komisi IV DPRD NTB Dae Leo Buka Suara

Senin, 12 Oktober 2026 - 23:26 WIB

Kekeringan Melanda, Gubernur Miq Iqbal Ajak Warga NTB Perbanyak Istighfar dan Selawat

Berita Terbaru

Mohan Roliskana Terpilih Sebagai Ketua Umum KONI NTB Periode 2026-2030 Dalam Musprovlub KONI NTB di Mataram, Selasa (13/10/2026).

Olahraga

Mohan Roliskana Terpilih Jadi Ketua KONI NTB 2026-2030

Selasa, 13 Okt 2026 - 18:20 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Saat Membuka Musyawarah Olahraga Provinsi Luar Biasa KONI NTB 2026.

Olahraga

PON 2028 Makin Dekat, Miq Iqbal Desak KONI NTB Akhiri Perbedaan

Selasa, 13 Okt 2026 - 12:55 WIB