Perang Topat Lingsar Kembali Menggema! Tradisi Toleransi Lombok Barat Raih Kharisma Event Nusantara 2025, UMKM Ikut Panen Berkah

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 5 Desember 2025 - 22:11 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Tradisi budaya Perang Topat kembali membuktikan eksistensinya sebagai warisan luhur yang sarat makna toleransi dan harmoni.

Tradisi budaya Perang Topat kembali membuktikan eksistensinya sebagai warisan luhur yang sarat makna toleransi dan harmoni.

SUMBAWAPOST.com| Lombok Barat- Tradisi budaya Perang Topat kembali membuktikan eksistensinya sebagai warisan luhur yang sarat makna toleransi dan harmoni.

Bupati Lombok Barat, H. Lalu Ahmad Zaini (LAZ), menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Kepala Dinas Pariwisata serta seluruh pihak yang telah berkolaborasi dengan Kementerian Pariwisata Republik Indonesia (RI), sehingga Perang Topat kembali meraih Penghargaan Kharisma Event Nusantara (KEN) 2025.

Apresiasi tersebut disampaikan langsung oleh Bupati LAZ saat menghadiri Gelaran Budaya Perang Topat yang berlangsung di Pura Lingsar, Kecamatan Lingsar, Kamis (04/12/2025).

Dalam sambutannya, Bupati LAZ menegaskan bahwa Perang Topat merupakan tradisi leluhur yang sarat nilai toleransi dan harmoni antarumat beragama, khususnya antara umat Hindu dan Muslim. Menurutnya, tradisi ini adalah bukti nyata bagaimana masyarakat Lombok sejak dahulu menjunjung tinggi kerukunan dalam keberagaman.

Baca Juga :  Tradisi Sakral Lombok Barat Tembus Nasional, Pujawali dan Perang Topat Resmi Masuk 110 Kharisma Event Nusantara 2025

“Perang Topat adalah satu-satunya ‘peperangan’ yang tidak menimbulkan korban fisik dan tidak ada pertumpahan darah. Yang ada hanyalah simbol-simbol penuh kedamaian,” ujar Bupati LAZ.

Ia juga menekankan bahwa pesan toleransi yang terkandung dalam Perang Topat semakin relevan di tengah dinamika sosial saat ini, ketika nilai kebersamaan dan saling menghormati kerap menghadapi berbagai tantangan.

Tak hanya sebagai simbol persatuan, Bupati LAZ berharap ke depan Perang Topat dapat dikemas lebih besar dan lebih profesional. Ia juga mengusulkan agar keterlibatan tokoh lintas agama, bahkan hingga tingkat nasional, dapat dihadirkan sebagai bentuk penguatan citra Lombok Barat sebagai daerah dengan toleransi yang tinggi.

Baca Juga :  Gubernur NTB Iqbal Keluarkan 3 Instruksi Soal Insiden Rumah Singgah RSUD, Wagub Umi Dinda Segera Tindaklanjuti

Selain aspek budaya, Bupati LAZ turut menyoroti potensi besar Perang Topat dalam mendorong pertumbuhan ekonomi masyarakat. Menurutnya, momentum ini harus dimanfaatkan untuk memberikan ruang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), memperkuat perputaran ekonomi lokal, serta berkontribusi terhadap peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

 

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut
Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS
Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku
Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel
Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa
Bukan Ditangani Kejati, Kasus Gratifikasi DPRD NTB Dialihkan ke Kejari Mataram
3.500 Kantong Darah per Bulan Dibutuhkan, DPC Demokrat Kota Mataram Ambil Peran Gelar Donor Darah
Arahan Presiden Prabowo: Kurma Lombok Utara Disiapkan Jadi Konsumsi Jamaah Haji Nasional
Berita ini 16 kali dibaca

Berita Terkait

Minggu, 18 Januari 2026 - 15:33 WIB

Pesisir NTB Terancam Tenggelam, Kepala Bappeda Ingatkan Dampak Perubahan Iklim dan Kenaikan Laut

Minggu, 18 Januari 2026 - 14:27 WIB

Tak Hanya Jaga NKRI, Dandim 1608/Bima Peduli Pendidikan Lewat Beasiswa Mahasiswa STIS

Minggu, 18 Januari 2026 - 11:42 WIB

Gubuk Talabiu Jadi Sarang Sabu, Satresnarkoba Polres Bima Bongkar Jaringan dan Ungkap Tiga Identitas Pelaku

Sabtu, 17 Januari 2026 - 21:12 WIB

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Januari 2026 - 18:48 WIB

Akhir Perjuangan Mahasiswa Perantau Kaltara: Asrama Rp18 Miliar Resmi Berdiri di Sumbawa

Berita Terbaru

Pasangan suami istri terduga pelaku peredaran narkoba jenis sabu saat diamankan di Mapolsek Bolo, Polres Bima, Polda NTB. Dari tangan pelaku, polisi mengamankan 15 poket sabu, uang tunai Rp7,17 juta, serta sejumlah barang bukti lainnya.

Hukum & Kriminal

Pasutri di Bolo Bima Kompak Jual Sabu, Kini Keduanya Cek In Masuk Sel

Sabtu, 17 Jan 2026 - 21:12 WIB