Pansus II DPRD NTB ‘Ngantor’ ke Kementerian P2MI: Bikin Raperda Demi PMI, Bukan Rencana Liburan

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 27 Mei 2025 - 11:08 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Jakarta – Dalam upaya memperkuat perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Nusa Tenggara Barat, Pimpinan dan Anggota Panitia Khusus (Pansus) II DPRD Provinsi NTB melakukan kunjungan konsultasi ke Kementerian Pemberdayaan dan Perlindungan Migran Indonesia (P2MI), Kunjungan ini menjadi bagian penting dari pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang Perlindungan PMI asal NTB.

Rombongan DPRD NTB dipimpin langsung oleh Ketua Pansus II, H. Didi Sumardi, S.H., dan diterima hangat oleh Direktur Jenderal Perlindungan Kementerian P2MI, Rinardi, S.E., M.Sc., beserta jajaran pejabat kementerian.

Dalam pertemuan tersebut, Kementerian P2MI memberikan sejumlah masukan substansial terhadap draf Raperda yang sedang digodok. Masukan tersebut mencakup aspek hukum, kelembagaan, serta mekanisme perlindungan yang komprehensif dari hulu ke hilir, mulai dari pra-penempatan, masa bekerja, hingga pasca-kepulangan para PMI.

Baca Juga :  Bikin Malu NTB! Panitia FORNAS VIII Diduga Pakai Plat Nomor Bodong, Forum Rakyat Ngamuk Lapor Polisi

Dirjen Perlindungan P2MI, Rinardi, mengapresiasi inisiatif DPRD NTB yang dinilai progresif dan visioner. “Langkah ini patut dicontoh oleh daerah lain. DPRD NTB telah menjadi pionir dalam membangun regulasi daerah yang berpihak pada nasib dan masa depan pekerja migran,” ujar Rinardi.

Ketua Pansus II, H. Didi Sumardi, menyatakan bahwa raperda ini lahir dari keprihatinan mendalam terhadap dinamika dan tantangan yang dihadapi PMI asal NTB. “Kami ingin memastikan bahwa negara, melalui pemerintah daerah, hadir secara nyata dalam memberikan perlindungan menyeluruh bagi PMI, baik dalam aspek hukum, sosial, maupun ekonomi,” tegasnya.

Baca Juga :  Dompu Nggak Kaleng-Kaleng, Masuk Daftar Elit Panen Raya Presiden

Sementara, Anggota DPRD NTB PBB Nadirah Al-Habsyi mengungkapkan, Raperda ini diharapkan menjadi fondasi hukum yang kokoh dalam menjamin hak-hak PMI asal NTB. Hal ini juga sekaligus memperkuat peran pemerintah daerah dalam tata kelola migrasi yang aman, tertib, dan manusiawi,”katanya. Selasa (27/05).

DPRD NTB menargetkan penyusunan dan pengesahan Raperda ini dapat rampung dalam waktu dekat, “agar dapat segera memberikan manfaat langsung bagi masyarakat NTB, khususnya para keluarga PMI,”pungkas Srikandi yang saat ini jadi Ketua DPW PBB NTB.

 

Berita Terkait

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita
PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat
Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya
Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks
Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga
NTB Kembali Masuk 3 Besar Pariwisata Ramah Muslim Nasional, Sekda Ungkap Tantangan Berikutnya
Investor Arab Saudi Lirik Sembalun untuk Vila Ramah Muslim, Wagub NTB Gandeng MUI Perkuat Wisata Halal
UMKM Kerajinan Lombok Binaan Disperindag NTB Kantongi Kerja Sama Rp9 Miliar dengan Australia di TEI 2026
Berita ini 123 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 22:53 WIB

Polisi Sisir Kampung Narkoba Karang Bagu Mataram, 19 Pria Diamankan, 4,74 Gram Sabu Disita

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 16:54 WIB

PDIP NTB Pecat Musyafirin, Polemik Komisaris Bank NTB Syariah Berujung Keputusan Bulat

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:26 WIB

Matadata Institute Siapkan 25 Rekomendasi untuk Pemerintahan Iqbal-Dinda, Ini Fokusnya

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 12:00 WIB

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Oktober 2026 - 09:34 WIB

Warga Dompu Meninggal di Kontrakan Mataram, Polisi Ungkap Kronologi dan Sikap Keluarga

Berita Terbaru

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Menghadiri Kegiatan Silaturahmi Pemikiran dan Tasyakur Satu Tahun Matadata Institute di Mataram.

Pemerintahan

Gubernur Iqbal Buka Pintu Kritik, Akui NTB Sangat Kompleks

Sabtu, 17 Okt 2026 - 12:00 WIB