“Mudik Mahal, Pulang Murah di NTB! Rakyat Diperas, Siapa Dalangnya?”

Avatar

- Jurnalis

Senin, 24 Maret 2025 - 10:15 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Mataram – Kenaikan harga tiket transportasi saat Lebaran bukan lagi kejutan, tapi bencana tahunan yang terus menimpa rakyat. Alih-alih menekan harga agar tetap wajar, pemerintah justru terkesan tak berdaya menghadapi permainan harga yang dilakukan pengusaha transportasi.

Rakyat diperes, Harga tiket melonjak liar, Lalu setelah Lebaran Anjlok begitu saja!

Seolah menjadi tradisi, kenaikan harga tiket bus dan kapal terjadi setiap tahun tanpa ada solusi konkret. Pemerintah hanya bicara soal regulasi, tetapi nyatanya rakyat tetap harus membayar lebih mahal demi bisa mudik.

Tiket Meroket, Masyarakat Menjerit!.

Kepala Bidang Lalu Lintas Jalan Dinas Perhubungan (Dishub) NTB, Chairy Chalidyanto, mengklaim bahwa harga tiket bus tahun ini “masih sama dengan tahun sebelumnya.” Namun, fakta di lapangan berkata lain.

Harga tiket non-eksekutif:

Mataram – Kabupaten Sumbawa Barat (KSB): Rp132.000
Mataram – Sumbawa: Rp200.000
Mataram – Dompu/Bima: Rp320.000

Baca Juga :  Rencana Beasiswa 10 Ribu Ke Dalam dan Luar Negeri Zul-Uhel, Ini Sumber Duitnya

Harga tiket eksekutif:

Mataram – Bima (Super Eksklusif): Rp450.000
Mataram – Bima (Sleeper Bus): Rp525.000

“Jadi sebenarnya kenaikan ini sama seperti tahun lalu,” ujar Chairy.

Namun, masyarakat tak bisa menutupi kemarahan mereka.

“Katanya sudah ada aturan harga, tapi kok tetap naik gila-gilaan?,” protes seorang pemudik yang merasa kecewa.

Pemerintah Lemah, Mafia Tiket Merajalela?

Dishub NTB mengklaim bahwa harga tiket sudah diatur dalam Pergub NTB Nomor 550/635 Tahun 2022.

“Kami batasi harga sleeper maksimal Rp525 ribu,” ujar Chairy. Tapi siapa yang memastikan aturan ini benar-benar dijalankan?

Pemerintah sesumbar akan memberikan sanksi keras bagi perusahaan yang menaikkan harga seenaknya mulai dari teguran hingga pencabutan izin trayek. Namun, faktanya, hingga kini, belum ada satu pun perusahaan yang benar-benar kena sanksi.

Baca Juga :  Pemprov NTB Salurkan Bantuan Rp1 Miliar untuk Korban Banjir Aceh, Tenaga Medis Diterjunkan

Sementara rakyat terus menjerit, para pengusaha transportasi justru berpesta pora menikmati keuntungan besar

Rakyat Diperas, Siapa yang Peduli?

Midun, seorang mahasiswa unram, harus menelan pahitnya kenyataan setelah menabung berminggu-minggu untuk pulang kampung.

“Harga tiket naik gila-gilaan. Saya terpaksa batal pulang. Orang tua di kampung kecewa, tapi mau bagaimana? Tiket Rp400 ribu, kan biasa nya tiket kita bisa dapat Rp200 ribu bus yang sama. itu kok naik 100 kali lipat. terlalu mahal,” ujarnya dengan suara bergetar. Senin 24 Maret 2025.

Nasib serupa dialami Fahrul, yang merasa dikhianati oleh janji manis pemerintah.

“Setiap tahun kejadian ini berulang. Pemerintah cuma bicara soal regulasi, tapi nyatanya tidak ada tindakan nyata. Kami hanya ingin pulang bertemu keluarga, tapi malah diperas tanpa ampun,” tegasnya.

Sampai Kapan Rakyat Harus Jadi Korban?

Ironisnya, fenomena ini terus berulang setiap tahun. Pemerintah hanya bicara soal pengawasan, tetapi rakyat tetap harus membayar mahal.

Jika tidak ada tindakan nyata, pertanyaannya bukan lagi “kapan harga tiket akan stabil?”, melainkan sampai kapan rakyat harus terus jadi korban permainan harga yang kejam ini.?

 

Berita Terkait

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit
Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri
Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif
Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen
Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern
Tak Cuma Beri Beasiswa ke Mahasiswa Unram, JHL Siapkan Investasi Pabrik Kelapa di NTB
100 Mahasiswa Pertanian Unram Terima Beasiswa Kelapa dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih
Ekspor NTB Tembus Rp6,94 Triliun, Daya Tukar Petani Menguat, Produksi Padi dan Jagung Naik
Berita ini 187 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 3 November 2026 - 21:45 WIB

Pernah Jadi Orang Nomor Satu di Polri, Kini Tersangka! Ini Jejak Karier dan Kekayaan Jenderal Bintang Empat Listyo Sigit

Selasa, 3 November 2026 - 17:05 WIB

Geger Kabar Sejumlah Jenderal Polri Ditangkap dan Diamankan di Mako Brimob, Ini Respons Mabes Polri

Selasa, 3 November 2026 - 13:11 WIB

Bikin ASN Betah Ngantor, Wagub NTB Puji Disnakertrans Sulap Pekarangan Jadi Kebun Produktif

Selasa, 3 November 2026 - 08:07 WIB

Okupansi Hotel di NTB Merosot, Tingkat Hunian Hotel Berbintang Turun Jadi 44,86 Persen

Senin, 2 November 2026 - 17:44 WIB

Bukan Sekadar Terima Beasiswa, 100 Mahasiswa Unram Ditantang Jadi Penggerak Pertanian Modern

Berita Terbaru