Miris! Siswa Tunanetra SLB Dharma Wanita di Kota Bima Berjuang Tanpa Fasilitas Memadai

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 2 Maret 2025 - 14:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Kota Bima – Di tengah gencarnya kampanye pendidikan inklusif, Sekolah Luar Biasa (SLB) Darma Wanita Kota Bima di Jalan Soekarno Hatta Gang Pembangunan I Kelurahan, Pane, Rasanae Barat, Bima Regency justru masih bergulat dengan keterbatasan fasilitas. Para siswa tunanetra, yang jumlahnya mencapai 41 orang, harus menghadapi kesulitan dalam mengakses pendidikan karena minimnya sarana pendukung.

Kepala SLB Darma Wanita Kota Bima, Dr. H. Abubakar, M.Pd, mengungkapkan bahwa sekolah yang berdiri sejak 1983 ini masih kekurangan alat belajar khusus, termasuk komputer dan printer Braille, serta kertas Braille. Tidak hanya itu, absennya mobil antar-jemput semakin menyulitkan siswa dalam mendapatkan akses ke sekolah.

Baca Juga :  P-21! 6 Tersangka Korupsi Masker, Termasuk Eks Wabup dan Kadis NTB Dilimpahkan ke Jaksa

“Meskipun bekas, mobil antar-jemput akan sangat membantu mereka. Saat ini, mereka harus berjuang sendiri untuk bisa belajar,” ujarnya.

Saat ini, sekolah memiliki 23 guru, 2 tenaga umum, dan 1 penjaga sekolah, namun tanpa fasilitas yang memadai, proses belajar mengajar menjadi kurang optimal. Selain itu, kebutuhan alat vokal untuk menunjang pembelajaran serta pembangunan pagar sekolah juga belum terpenuhi.

Dengan hanya mengandalkan dana BOS sebesar Rp236.400.000 yang cair dua kali setahun, SLB Darma Wanita kesulitan memenuhi kebutuhan operasional. “Anggaran ini masih jauh dari cukup,” tegas Abubakar, yang juga merupakan putra asli Kecamatan Donggo.

Baca Juga :  Era Baru Birokrasi NTB 2026: 200 Lebih Pejabat Tinggalkan Kursi Struktural, Masuk Jalur Fungsional

Ia berharap adanya perhatian lebih dari pemerintah dan pihak terkait, sesuai amanat undang-undang yang mengatur hak anak-anak terlantar dan fakir miskin untuk mendapatkan pendidikan yang layak.

“Jika pendidikan adalah hak semua anak bangsa, mengapa mereka masih harus berjuang sendiri? Sampai kapan kita menutup mata?,” tutupnya.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 35 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru