Miliaran SHU Koperasi Salonong Dibagikan, Gubernur NTB Luncurkan Era Baru Tambang Rakyat Beradab dan Pro-Rakyat

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 18 November 2025 - 02:53 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com| Sumbawa-Gubernur Nusa Tenggara Barat, Dr. H. Lalu Muhammad Iqbal, S.IP., M.Si, membuka secara resmi kegiatan bertajuk ‘Koperasi untuk Negeri: Polri untuk Masyarakat Mewujudkan Asta Cita 3,4,5,6, dan 8 Presiden Republik Indonesia.’ Acara yang berlangsung di halaman Kantor Bupati Sumbawa ini menjadi momentum besar bagi penguatan ekonomi kerakyatan dan penataan tambang rakyat berbasis koperasi.

Hadir dalam kegiatan tersebut jajaran pejabat nasional dan daerah, antara lain Bupati Sumbawa, Waka I DPRD Sumbawa, Irjen Kementerian ESDM, perwakilan Staf Kepresidenan, Ketua DPRD NTB, Kapolda NTB, Kajati NTB, Kepala BIN Daerah NTB, perwakilan BNN, sejumlah Kapolda dari beberapa Provinsi, Forkopimda, Perwakilan Anggota Koperasi, Kepala Desa, serta ratusan masyarakat penerima manfaat.

Momentum acara ini semakin bersejarah karena sekaligus dilakukan penyaluran Sisa Hasil Usaha (SHU) dari Koperasi Salonong Bukit Lestari salah satu koperasi pengelola Izin Pertambangan Rakyat (IPR) percontohan di NTB. SHU diserahkan kepada anggota koperasi dan masyarakat penerima manfaat, menandai hadirnya model tambang rakyat yang legal, tertata, dan benar-benar memberi nilai ekonomi.

Baca Juga :  Deforestasi Hutan NTB Disorot DPRD, Direktur Lingkungan Bappenas Akui Tak Terlalu Pahami Kehutanan

Gubernur Iqbal menegaskan bahwa keberadaan koperasi berbasis IPR adalah langkah penting untuk memperbaiki tata kelola pertambangan rakyat sekaligus mengurangi praktik tambang ilegal yang merusak lingkungan dan menghilangkan potensi pendapatan daerah.

Dalam sambutannya, Gubernur menekankan pentingnya koperasi sebagai instrumen membangun kedaulatan ekonomi masyarakat. Ia mengingatkan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus memberi manfaat sebesar-besarnya bagi rakyat, selaras dengan amanat UUD 1945.

“Kegiatan ini merupakan bentuk nyata kolaborasi antara pemerintah daerah, Polri, dan masyarakat dalam membangun sistem ekonomi yang lebih berdaya saing sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap praktik pertambangan ilegal yang selama ini merugikan lingkungan, sosial, maupun ekonomi daerah,” ujarnya.

Menutup sambutannya, Gubernur mengajak seluruh pihak, pemerintah, kepolisian, legislatif, pelaku usaha, hingga masyarakat untuk bersama membangun ekosistem tambang rakyat yang beradab, serta memperkuat koperasi sebagai mesin kesejahteraan.

Melalui sambungan virtual, Kepala BP Taskin Budiman Sudjatmiko menegaskan bahwa masa depan industrialisasi Indonesia harus bersifat inklusif dan memberi kepemilikan ekonomi kepada masyarakat kecil.

Baca Juga :  Pengurus Kecamatan Hanura NTB 100 Persen Terbentuk, Struktur Desa Mulai Dikebut

“Program Koperasi untuk Negeri Polri merupakan implementasi nyata dari semangat konstitusi dan Asta Cita Presiden RI, khususnya peningkatan kualitas manusia, pemerataan pembangunan, penguatan ekonomi rakyat, pengembangan UMKM, dan kesejahteraan sosial,” ujarnya.

Budiman juga memaparkan konsep ekonomi sirkular zero waste, zero poverty yang memadukan koperasi dengan teknologi, energi terbarukan, pertanian cerdas, kesehatan, digitalisasi, hingga pengolahan mineral.

Penyerahan SHU Koperasi Salonong menjadi simbol keberhasilan awal pilot project IPR di NTB. SHU disalurkan kepada perwakilan anggota koperasi dan masyarakat dari sejumlah desa, yaitu:

  1. Desa Sepukur – Rp 543.200.000
  2. Desa Berora – Rp 323.150.000
  3. Desa Lantung – Rp 302.400.000
  4. Desa Langam – Rp 289.800.000
  5. Desa Lito – Rp 209.300.000
  6. Desa Batu Tering – Rp 194.350.000
  7. Desa Padesa – Rp 182.000.000
  8. Desa Sebasang – Rp 161.000.000
  9. Desa Ai Mual – Rp 148.400.000
  10. Desa Pungkit – Rp 126.500.000
  11. Desa Tatede – Rp 104.650.000

Total penyaluran ini menegaskan bahwa model koperasi berbasis IPR mampu memberikan manfaat ekonomi langsung kepada masyarakat desa.

Berita Terkait

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan
Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat
NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya
Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak
Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan
Kongres Internasional Bahasa Sasak Dorong Reformasi, dari Bahasa Sehari-hari Menuju Bahasa Ilmu
Wagub NTB Buka Kongres Internasional I Bahasa Sasak di Momentum Sumpah Pemuda
Sumpah Pemuda ke-98, 15 Pemuda Pelopor NTB Raih Penghargaan, Ini 5 Nama ke Seleksi Nasional
Berita ini 30 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 29 Oktober 2026 - 15:23 WIB

Pilkades Lombok Tengah 2026: 334 Calon Adu Pengaruh di 87 Desa, Ribuan Personel Turun Tangan

Kamis, 29 Oktober 2026 - 12:36 WIB

Optimalisasi Potensi Lokal Jadi Strategi KoPITol NTB Perkuat Ekonomi Masyarakat

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:36 WIB

NTB Genjot Penyelamatan Hutan, Proyek FOLU GCF Resmi Dimulai, Ini Mitranya

Rabu, 28 Oktober 2026 - 19:14 WIB

Tragedi Udayana: Pelajar 14 Tahun Tewas Dibacok, 13 Terduga Pelaku Diamankan, 10 Masih Anak-anak

Rabu, 28 Oktober 2026 - 18:15 WIB

Yanuar Fikri Tiba di NTB, Disnakertrans Jemput Langsung di Bandara, Tak Sekadar Urus Pemulangan

Berita Terbaru