SUMBAWAPOST.com, Mataram – Pemilu dan Pilkada boleh saja selesai, tapi semangat menjaga demokrasi tidak boleh ikut pensiun dan tidur.
“Kolaborasi adalah kunci. Tanggung jawab penguatan demokrasi harus dipikul bersama. Pemilu dan Pilkada telah usai, bukan berarti kerja-kerja kelembagaan dalam memasifkan literasi politik ikut berhenti,” tegas Itratip, Rabu (4/06). Saat menggelar pertemuan dengan Kampus Universitas Muhammadiyah Mataram.
Pernyataan ini menjadi pengingat butuh konsistensi yang tinggi dalam mengawal Demokrasi.
“Bahwa demokrasi adalah proses jangka panjang, yang menuntut konsistensi dan keberlanjutan kerja,” terang Ketua Bawaslu NTB Itratip mengingatkan.
Sebagai wujud komitmennya, Bawaslu NTB menggandeng dunia akademik untuk memperluas jangkauan literasi politik masyarakat. Salah satu langkah konkret adalah menjalin kerja sama dengan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (Fisipol) Universitas Muhammadiyah Mataram (UMMAT).
“Kami telah bersepakat dengan Dekan Fisipol UMMAT untuk memperkuat sinergi dalam penguatan kelembagaan dan kerja-kerja demokrasi,” ujarnya.
Kerja sama ini tidak hanya simbolis. Kedua institusi akan bergandengan tangan dalam berbagai program literasi politik, edukasi pemilu, dan penguatan partisipasi publik khususnya di kalangan anak muda dan pemilih pemula.
Langkah ini juga menjadi sinyal bahwa Bawaslu NTB tak ingin hanya menjadi ‘wasit’ saat Pemilu, tapi juga agen perubahan dalam membangun budaya politik yang sehat dan partisipatif di NTB.










