IBI Lombok Barat Didorong Jadi Ibu Asuh untuk Percepatan Penurunan Stunting

Avatar

- Jurnalis

Rabu, 4 Februari 2026 - 22:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pengurus Cabang dan Ranting IBI Lombok Barat mengikuti kegiatan pembekalan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari program Ibu Asuh Balita Berisiko Stunting.

Pengurus Cabang dan Ranting IBI Lombok Barat mengikuti kegiatan pembekalan percepatan penurunan stunting sebagai bagian dari program Ibu Asuh Balita Berisiko Stunting.

SUMBAWAPOST.com|Lombok Barat-  Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Terbaru, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lombok Barat didorong mengambil peran strategis sebagai ‘Ibu Asuh’ bagi balita berisiko stunting guna memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dan terukur.

Penegasan tersebut disampaikan oleh Wakil Bupati Lombok Barat, Hj. Nurul Adha, dalam kegiatan Pertemuan Pembekalan dan Monitoring Bidan Ibu Asuh Balita Berisiko Stunting yang digelar di Aula Dinas Kesehatan Kabupaten Lombok Barat, Rabu (4/2/2026). Kegiatan ini diikuti oleh 60 peserta yang terdiri dari pengurus cabang dan ranting IBI Lombok Barat.

Dalam arahannya, Hj. Nurul Adha menekankan pentingnya keterlibatan aktif seluruh bidan dalam memastikan tidak ada lagi balita yang mengalami kurang gizi di Lombok Barat. Ia meminta agar setiap pendampingan memiliki output yang jelas dan terukur.

Baca Juga :  NTB Matangkan Kuota Pengiriman Ternak 2026: Siap Akhiri Kekacauan Jelang Idul Adha

“Semakin kita gencar melakukan pemantauan dan pendampingan, terutama saat anak-anak minum susu, maka semakin besar keyakinan kita untuk berhasil mengeluarkan mereka dari kondisi stunting,” ujar Hj. Nurul Adha.

Menurutnya, meskipun Dinas Kesehatan menangani intervensi spesifik seperti asupan gizi dan layanan kesehatan, tantangan terbesar justru terletak pada intervensi sensitif, seperti pendidikan, kemiskinan, dan kondisi sosial masyarakat.

Hj. Nurul Adha menjelaskan bahwa penanganan stunting membutuhkan sinergi lintas organisasi perangkat daerah (OPD). Berdasarkan pantauan lapangan, banyak kasus stunting ditemukan pada keluarga miskin dengan kondisi rumah tidak layak huni (RTLH) dan sanitasi yang belum memadai.

Karena itu, ia mendorong sinkronisasi peran antar-OPD, di antaranya Dinas Sosial menangani bantuan sosial,
PUPR PKP menyelesaikan persoalan sanitasi dan RTLH, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) memastikan akses pendidikan serta mencegah pernikahan anak.

“Mencegah pernikahan anak adalah kunci utama untuk menekan kelahiran bayi berisiko stunting. Jika kita bisa menekan angka pernikahan usia dini, maka risiko stunting bisa kita cegah sejak dini,” tambahnya.

Baca Juga :  Miq Iqbal Bongkar Warisan Utang NTB, Kini Lunas 100 Persen dan Bidik Capaian BPK di Atas Target Nasional

Terkait teknis pelaksanaan, direncanakan satu orang ibu pengasuh akan mendampingi beberapa desa untuk mempermudah pemantauan. Pola ini mengacu pada data lokus stunting berbasis posyandu, sehingga intervensi lebih fokus dan tepat sasaran.

Hj. Nurul Adha menegaskan bahwa program ini harus langsung menyentuh masyarakat dan tidak berhenti pada rapat koordinasi semata.

“Kita tidak lagi hanya sekadar rapat-rapat terus, tapi langsung berbagi tugas di bawah. Saya yakin bidan sangat paham persoalan kelahiran berisiko dan pencegahan kematian ibu. Peran IBI sangat besar dalam penurunan stunting ini,” tutupnya.

Upaya ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian target penurunan stunting di Kabupaten Lombok Barat melalui pendekatan kolaboratif dan berbasis data lapangan.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Polres Bima Kota Gerebek Kampung Narkoba Kumbe, 9 Terduga Pelaku Diciduk dan Sabu Disita
Pemprov NTB Hapus Denda Pajak Kendaraan, Tunggakan di Atas 5 Tahun Diputihkan
Berjuang Lebih dari Dua Tahun, Tim Fahmil Putri Lombok Timur Sabet Juara MTQ XXXI NTB
Tiga Qari’ah Terbaik Melaju ke Final Tilawah Dewasa Putri MTQ XXXI NTB, Bima, Lombok Timur dan Lombok Tengah Siap Berebut Gelar Juara
Sumbawa Barat Juara Fahmil Putra MTQ XXXI NTB, Tim Gabungan Tiga Pesantren Bidik Prestasi Nasional
MTQ XXXI NTB Dongkrak Omzet UMKM, Pedagang Raup Pendapatan Hingga Rp700 Ribu per Hari
Babak Final MTQ XXXI NTB Dimulai, Finalis Terbaik dari 10 Daerah Siap Berebut Gelar Juara
MTQ XXXI Lombok Tengah Jadi Tonggak Baru, NTB Mantapkan Visi Serambi Al-Qur’an
Berita ini 23 kali dibaca
SUMBAWAPOST.com|Lombok Barat-  Pemerintah Kabupaten Lombok Barat terus memperkuat upaya percepatan penurunan angka stunting melalui kolaborasi lintas sektor. Terbaru, Ikatan Bidan Indonesia (IBI) Lombok Barat didorong mengambil peran strategis sebagai ‘Ibu Asuh’ bagi balita berisiko stunting guna memastikan intervensi yang lebih tepat sasaran dan terukur.

Berita Terkait

Senin, 15 Juni 2026 - 13:43 WIB

Polres Bima Kota Gerebek Kampung Narkoba Kumbe, 9 Terduga Pelaku Diciduk dan Sabu Disita

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:09 WIB

Pemprov NTB Hapus Denda Pajak Kendaraan, Tunggakan di Atas 5 Tahun Diputihkan

Minggu, 14 Juni 2026 - 16:59 WIB

Berjuang Lebih dari Dua Tahun, Tim Fahmil Putri Lombok Timur Sabet Juara MTQ XXXI NTB

Minggu, 14 Juni 2026 - 15:40 WIB

Tiga Qari’ah Terbaik Melaju ke Final Tilawah Dewasa Putri MTQ XXXI NTB, Bima, Lombok Timur dan Lombok Tengah Siap Berebut Gelar Juara

Minggu, 14 Juni 2026 - 14:04 WIB

Sumbawa Barat Juara Fahmil Putra MTQ XXXI NTB, Tim Gabungan Tiga Pesantren Bidik Prestasi Nasional

Berita Terbaru