Gaji dan THR Tak Kunjung Cair, Ratusan Guru PAI Kota Bima Demo Kantor Dikpora dan Wali Kota  

Avatar

- Jurnalis

Senin, 17 Februari 2025 - 12:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Ratusan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Kota Bima Nusa Tenggara Barat (NTB) menggelar aksi didepan kantor Dikpora Kota Bima dan Wali Kota Bima buntut dari Gaji 13 dan THR yang belum mereka terima tahun anggaran 2024, Senin, 17 Februari 2025.

Berdasarkan data dari Asosiasi Guru Pendidikan Agama Islam (AGPAI) Kota Bima, sebanyak 102 orang guru PAI yang berstatus sebagai ASN tersebut belum menerima pembayaran gaji 13 dan THR tahun anggaran 2024 dari pemerintah pusat melalui Kementerian Keuangan.

Baca Juga :  Mbojo di Ambang Krisis! Musyawarah Akbar Ulama dan Tokoh Islam Bima Bongkar Carut-Marut Blokir Jalan, Narkoba, dan Kemiskinan

Syarifuddin dalam orasinya menyampaikan, agar gaji ke 13 dan 14 dari Pemkot Bima khusus untuk guru PAI segera diproses dan dicairkan.

“Sementara guru lain tidak pernah tidak dibayar setiap tahunnya, tetapi kenapa khusus guru pendidikan agama selalu bermasalah,”ungkap Syarifuddin.

Menanggapi hal itu, Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Bima, H. Supratman menyampaikan bahwa pemerintah Kota Bima dalam hal ini Dikpora Kota Bima pada bulan Januari lalu telah melakukan koordinasi dengan kementerian keuangan dan pihak terkait dalam rangka menindaklanjuti hal tersebut.

Baca Juga :  Mayat Mahasiswa Gegerkan Pegunungan Ule Kota Bima, Polisi Curigai Gantung Diri tapi Masih Misterius

“Kami diterima oleh Direktorat Perimbangan Keuangan Daerah Kemenkeu. Keinginan pemerintah pusat dan daerah sama saja, ingin memenuhi hak guru PAI,”ungkapnya.

Hanya saja, sambung H Supratman, ini terjadi bermula adanya beda pemahaman antara kementerian pendidikan dan Kemenag, bahkan hal ini sudah dipanggil oleh DPR RI Komisi VIII.

“Saya berharap teman-teman guru PAI untuk sejenak bersabar, sembari menunggu proses yang sedang dilakukan,” tutur Sekda.

“Saya minta Dikpora Kota Bima agar hari ini juga untuk memproses dan tuntaskan, terutama by name by adress guru PAI,”pungkasnya.

Berita Terkait

Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat
IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan
Agam Rinjani dan Panji Petualang Ditolak Datang ke Rinjani, Tokoh Pemuda dan Ormas Lombok Timur Beberkan Alasannya
Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Pemprov NTB: Bukan Sekadar Kredit, Tapi Harapan Baru bagi UMKM
Kapal Nelayan Hantam Karang di Gili Banta, 5 Kru Selamat Dievakuasi Sat Polairud Polres Bima Kota
Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR Setelah 8 Tahun Vakum, Siapkan Rp40 Miliar untuk UMKM dan PMI
Akademisi UNBIM Soroti Lemahnya Aspek Sosiologis Perda, DPRD Kabupaten Bima Diajak Susun Regulasi yang Menjawab Kebutuhan Masyarakat
DPRD Kabupaten Bima Gandeng UNBIM untuk ‘Sekolah’ di Mataram, Perkuat Kapasitas Kawal Pembangunan
Berita ini 76 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 20 Juni 2026 - 17:57 WIB

Menyoal Roh Pemberdayaan dalam ‘Satu Miliar Satu Desa’ di Kabupaten Lombok Barat

Sabtu, 20 Juni 2026 - 11:48 WIB

IMM NTB Tolak Kenaikan Harga BBM, Desak Pemerintah Kaji Ulang Kebijakan

Sabtu, 20 Juni 2026 - 09:06 WIB

Agam Rinjani dan Panji Petualang Ditolak Datang ke Rinjani, Tokoh Pemuda dan Ormas Lombok Timur Beberkan Alasannya

Sabtu, 20 Juni 2026 - 08:43 WIB

Bank NTB Syariah Kembali Salurkan KUR, Pemprov NTB: Bukan Sekadar Kredit, Tapi Harapan Baru bagi UMKM

Sabtu, 20 Juni 2026 - 06:50 WIB

Kapal Nelayan Hantam Karang di Gili Banta, 5 Kru Selamat Dievakuasi Sat Polairud Polres Bima Kota

Berita Terbaru