Dari Dapur ke Hutan: FP3HI Jadikan Perempuan Garda Terdepan Penjaga Alam NTB

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 16 Januari 2026 - 20:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat membuka Lokakarya Inisiasi Pembentukan Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) di Hotel Aston Inn, Selasa (13/1/2026).

Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti, saat membuka Lokakarya Inisiasi Pembentukan Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) di Hotel Aston Inn, Selasa (13/1/2026).

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) terus mendorong penguatan peran perempuan dalam menjaga kelestarian hutan sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

Komitmen tersebut ditandai dengan dibukanya Lokakarya Inisiasi Pembentukan Forum Perempuan Penjaga dan Pengelola Hutan Indonesia (FP3HI) oleh Kepala Bappeda Provinsi NTB, Baiq Nelly Yuniarti.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Mitra Pembangunan KONSEPSI ini berlangsung di Hotel Aston Inn, Selasa (13/1/2026), dan menjadi langkah awal penguatan peran perempuan sebagai aktor penting dalam pengelolaan hutan yang berkelanjutan.

Baiq Nelly menegaskan bahwa pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak dapat dilakukan oleh pemerintah secara sendiri, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat dengan seluruh pemangku kepentingan. Pemerintah Provinsi NTB, lanjutnya, berkomitmen mendorong pengelolaan hutan berkelanjutan melalui program NTB Lestari dan Berkelanjutan, dengan memberikan ruang yang lebih luas bagi perempuan sebagai penggerak ekonomi lokal.

Baca Juga :  Pj Gubernur Ungkap Tiga Fokus Utama Pembangunan NTB dalam Penyusunan RPJMD 2025-2029

“Pembangunan dan pemberdayaan masyarakat tidak bisa dilakukan pemerintah sendiri. Dibutuhkan kolaborasi yang kuat agar pengelolaan hutan berjalan berkelanjutan dan memberi manfaat ekonomi, khususnya bagi perempuan di sekitar kawasan hutan,” ujar Baiq Nelly Yuniarti.

Pembentukan FP3HI diharapkan menjadi wadah koordinasi dan diskusi lintas desa serta lintas sektor dalam memetakan potensi kawasan hutan, mulai dari hasil hutan non-kayu, pertanian, hingga pariwisata berbasis alam. Dengan dukungan data yang akurat serta kolaborasi antarperangkat daerah, forum ini diharapkan mampu menghadirkan program-program yang tepat sasaran, terutama bagi perempuan di sekitar kawasan hutan yang masih berada dalam kantong-kantong kemiskinan.

Melalui sinergi yang berkelanjutan, Pemprov NTB optimistis potensi sumber daya alam yang dimiliki dapat dikelola secara optimal untuk meningkatkan nilai tambah ekonomi, menjaga kelestarian lingkungan, dan mewujudkan NTB yang makmur, berdaya saing, serta mendunia.

Baca Juga :  Qari Cilik Bima Juara 1 Internasional, Gubernur NTB Apresiasi dan Fasilitasi Tampil di Islamic Center saat Bulan Ramadhan

Sejalan dengan itu, Direktur KONSEPSI, Dr. Muhammad Taqiuddin, menekankan peran strategis perempuan dalam mewujudkan perhutanan sosial yang inklusif dan berkeadilan. Menurutnya, FP3HI diharapkan menjadi ruang penguatan jejaring, berbagi praktik baik, sekaligus mendorong keterlibatan aktif perempuan dalam pengambilan keputusan pengelolaan hutan.

“Perempuan memiliki peran strategis dalam menjaga kelestarian hutan. Melalui Forum FP3HI, kami ingin membangun jejaring yang kuat agar perempuan semakin berdaya, terlibat dalam pengambilan keputusan, dan menjadi aktor penting dalam perhutanan sosial yang inklusif dan berkeadilan,” tegas Dr. Muhammad Taqiuddin.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi
YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima
YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata
Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima
Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung
NTB Kebagian 30 Cabor PON 2028, Persiapan Dikebut: Tak Mau Sekadar Tuan Rumah, Targetkan Warisan Jangka Panjang
NTBCare Tepis Isu Rp31 Miliar, Direktur Tegaskan Kami Bukan Pengelola Uang, Itu Hoaks Kelas Sampah
BPS NTB Ungkap Lonjakan Wisatawan hingga 1,39 Juta, Okupansi Hotel Justru Turun
Berita ini 25 kali dibaca

Berita Terkait

Senin, 11 Mei 2026 - 22:45 WIB

14 Tahun Terbengkalai, YAPPIKA dan YISA Ambalawi Hadirkan Perpustakaan Baru di SDN Sowa, Wabup Bima Beri Apresiasi

Senin, 11 Mei 2026 - 19:20 WIB

YAPPIKA ActionAid dan YISA Ambalawi Sulap Perpustakaan Rusak Jadi Ruang Belajar Anak Bima

Minggu, 10 Mei 2026 - 22:34 WIB

YAPPIKA ActionAid Bersama YISA Bongkar Rendahnya Literasi Siswa Bima, Program Sekolah Aman Jadi Solusi Nyata

Minggu, 10 Mei 2026 - 21:24 WIB

Perpustakaan SDN Sowa Direvitalisasi, Jadi Ruang Tumbuh Baru Literasi Anak Pesisir Bima

Selasa, 5 Mei 2026 - 20:12 WIB

Di Tengah Mandalika yang Mendunia, Warga Krisis Air Bersih dan Rumah Layak Huni, Sari Yuliati Turun Langsung

Berita Terbaru