Bupati Bima Ady Mahyudi: Hentikan Perpecahan, Jangan Coba-Coba Jual Jabatan di Daerah Ini!

Avatar

- Jurnalis

Minggu, 23 Maret 2025 - 16:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SUMBAWAPOST.com, Bima – Safari Ramadan Kabupaten Bima kali ini terasa lebih panas. Di hadapan ratusan jamaah Masjid Safinatunnajah. Bupati Bima Ady Mahyudi melontarkan pernyataan menohok yang mengguncang suasana.

“Ramadan adalah momen suci, bukan untuk perpecahan. Sudahi pertikaian politik Pilkada, saatnya bersatu dalam Islamiyah,” tegas Bupati dengan suara bergetar, mengajak warga Desa Sangiang untuk melupakan rivalitas politik dan memperkuat ukhuwah Islamiyah, kemarin.

Baca Juga :  Wagub NTB Ingatkan Pelestarian Budaya Bima Bukan Cuma Urusan Tetua, Tapi Tugas Semua Perempuan

Namun, yang paling mengejutkan adalah pesan keras kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN). Bupati memastikan era “mahar jabatan” sudah berakhir.

“Jangan coba-coba. Tidak ada lagi jual beli jabatan di Bima. Kami akan tempatkan pejabat berdasarkan kompetensi, bukan transaksional,” serunya, membuat suasana semakin tegang.

Bersama Wakil Bupati dr. H. Irfan Zubaidy dan jajaran DPRD Dapil Wera-Ambalawi, Bupati juga meminta doa restu agar bisa menuntaskan amanah kepemimpinan dengan baik.

Baca Juga :  Pj Wali Kota Bima: Tiap Bulan Guru Ngaji Dapat Insentif, Penghafal Qur'an Gratis Kuliah Dalam Dan Luar Negeri

Tak hanya itu, Safari Ramadan kali ini juga diisi dengan tausiyah menyentuh dari Ustadz Sudirman, S.Pdi, yang mengingatkan bahwa Ramadan adalah bulan penuh ampunan. “Siapa yang bersungguh-sungguh dalam ibadah, dosa-dosanya akan dihapus,” ujarnya.

 

 

Berita Terkait

Anggota DPRD NTB Minta Distribusi Elpiji Subsidi Dievaluasi, Pengawasan Agen dan Pangkalan Jadi Sorotan
Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Tembus Rp50 Ribu, DPRD NTB Abdul Ra’uf Minta Pengawasan Distribusi Diperketat
Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri
Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka
Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal
Temuan BPK RI Pada Tata Kelola Aset Pemprov NTB: Evaluasi dan Strategi Pembenahan Kedepan
Masa Jabatan Ketua Umum Partai Politik Digugat ke MK, Pemohon Minta Dibatasi Maksimal Dua Periode
Eceng Gondok Bendungan Batujai Dibidik Jadi Produk Ekspor, Disperindag NTB Dorong Industri Bernilai Tambah
Berita ini 65 kali dibaca

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:11 WIB

Anggota DPRD NTB Minta Distribusi Elpiji Subsidi Dievaluasi, Pengawasan Agen dan Pangkalan Jadi Sorotan

Rabu, 10 Juni 2026 - 08:35 WIB

Gas Elpiji 3 Kg Langka dan Tembus Rp50 Ribu, DPRD NTB Abdul Ra’uf Minta Pengawasan Distribusi Diperketat

Selasa, 9 Juni 2026 - 16:17 WIB

Dari Negeri Seribu Masjid ke Negeri Seribu Perlindungan, Ketua DPRD NTB Serukan Revolusi Keselamatan Santri

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:37 WIB

Kasus Dugaan Pelecehan Santri di Bima Naik Penyidikan, 11 Korban Terungkap, Pimpinan Ponpes Belum Jadi Tersangka

Selasa, 9 Juni 2026 - 10:22 WIB

Demokrasi Tak Boleh Pilih Kasih, KPU NTB Gandeng Sentra Paramita Rangkul Kelompok Rentan dan Marjinal

Berita Terbaru