BRIDA NTB Dorong Inovasi Daerah, Kolaborasi Pentahelix Jadi Kunci NTB Makmur Mendunia

Avatar

- Jurnalis

Selasa, 11 November 2025 - 07:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi NTB kembali menunjukkan taringnya dalam mendorong kemajuan inovasi daerah. Dalam Temu Bisnis dan Bimbingan Teknis Inovasi bertema Pentahelix Collaboration untuk Mewujudkan Inovasi Daerah Berbasis Kemitraan Strategis, BRIDA melibatkan pemerintah, akademisi, dunia usaha, masyarakat, dan media sebagai pilar penggerak inovasi.

SUMBAWAPOST.com| Mataram- Badan Riset dan Inovasi Daerah (BRIDA) Provinsi Nusa Tenggara Barat menggelar Temu Bisnis dan Bimbingan Teknis Inovasi dengan tema ‘Pentahelix Collaboration: Mewujudkan Inovasi Daerah Berbasis Kemitraan Strategis.’

Acara dibuka langsung oleh Kepala BRIDA NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., dan dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi perangkat daerah (OPD), akademisi, pelaku UMKM dan dunia usaha, masyarakat, hingga media massa. Kegiatan ini menghadirkan tiga narasumber terbaik, yaitu I Nyoman Mas Sumerta Jaya, S.E.  Kemenkumham Kanwil NTB, Dr. Wiharyani Werdi Ningsih, S.P., M.Si.  Fakultas Teknologi Pertanian (FATEPA) Universitas Mataram, Santi Meitasari, S.T., M.Entr. PLUT Dinas Koperasi dan UMKM Provinsi NTB

Baca Juga :  Wagub NTB Umi Dinda Hadiri Pelantikan Pengurus DPD dan DPC Hanura Se-NTB

Kepala BRIDA menegaskan, kolaborasi pentaheliks menjadi kunci penguatan ekosistem riset dan hilirisasi inovasi di daerah.

“Inovasi tidak bisa lahir seorang diri, ia membutuhkan kolaborasi dan dukungan. Seorang inovator harus memiliki kepedulian,” ujar Kepala BRIDA.

Menurut BRIDA, inovasi harus berangkat dari riset yang berorientasi pada hilirisasi, sehingga hasilnya tidak sekadar diam, melainkan dapat diterapkan dan diberdayakan. Dalam skema pentaheliks, terdapat lima pilar yang saling menguatkan:

  1. Pemerintah- Menjadi pilot kebijakan dengan regulasi yang mendukung penguatan riset dan inovasi di NTB.
  2. Akademisi- Perguruan tinggi aktif melahirkan inovasi melalui pemikiran, riset, diskusi, dan pendampingan dari tahap pengembangan hingga penerapan.
  3. Masyarakat- Pelaku dan pengguna yang berperan membangun ekosistem riset-inovasi yang kuat.
  4. Dunia Usaha- Pelaku usaha menyerap dan menerapkan hasil inovasi sehingga memberi nilai tambah bagi masyarakat dan daerah.
  5. Media Massa- Berperan strategis mengomunikasikan hasil inovasi, membangun jejaring kerja sama, dan meningkatkan ketertarikan berbagai pihak melalui penyampaian informasi yang tepat.
Baca Juga :  Sejuta Ikan Ditebar, Bendungan Meninting Resmi Naik Kelas Jadi ‘Kolam Sultan’ di HUT NTB

BRIDA menekankan bahwa keterhubungan kelima pilar ini membentuk ekosistem inovasi yang tangguh. Dengan ekosistem yang sehat, riset dan inovasi di NTB diharapkan kian maju dan berkontribusi nyata pada terwujudnya NTB Makmur Mendunia.

 

Berita Terkait

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar
Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar
Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar
Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar
Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar
Lombok Utara Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp3 Miliar
APBD-P NTB 2026 Disepakati, Puluhan Ribu KK hingga Air Bersih dan MotoGP Mandalika Jadi Fokus
Kota Bima Borong 2 Penghargaan Terbaik I, Dapat Insentif Rp4 Miliar dari Kemendagri
Berita ini 26 kali dibaca

Berita Terkait

Sabtu, 19 September 2026 - 09:37 WIB

APBD-P NTB 2026 Disetujui: Belanja Rp6,05 Triliun, Defisit Rp369 Miliar, SiLPA Rp431 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:57 WIB

Daftar Kabupaten-Kota Berprestasi di NTB Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp17 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:36 WIB

Kota Bima dan Mataram Borong Penghargaan Kemendagri, Insentif Capai Rp10,5 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:16 WIB

Lombok Timur Raih Penghargaan Kemendagri, Bawa Pulang Insentif Rp1 Miliar

Sabtu, 19 September 2026 - 06:07 WIB

Sumbawa Barat Raih Dua Penghargaan Kemendagri, Dapat Insentif Rp2,5 Miliar

Berita Terbaru