Banjir dan Longsor Terjang 8 Kecamatan di Sumbawa, BPBD NTB Tetapkan Status Siaga Hidrometeorologi

Avatar

- Jurnalis

Jumat, 23 Januari 2026 - 17:57 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah rumah warga di Kabupaten Sumbawa tampak terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi, Jumat (23/1/2026). BPBD Provinsi NTB menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor.

Sejumlah rumah warga di Kabupaten Sumbawa tampak terendam banjir akibat hujan berintensitas tinggi, Jumat (23/1/2026). BPBD Provinsi NTB menetapkan status Siaga Bencana Hidrometeorologi dan mengimbau masyarakat tetap waspada terhadap potensi banjir susulan dan tanah longsor.

SUMBAWAPOST.com| Sumbawa- Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Sumbawa. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat siang (23/1/2026) memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di delapan kecamatan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan status Siaga Hidrometeorologi.

Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, ST., MT, menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Kabupaten Sumbawa, bahkan di sejumlah lokasi disertai angin kencang.

“Sejak Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WITA, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kabupaten Sumbawa dan menyebabkan banjir serta tanah longsor di delapan kecamatan. Kondisi ini kami tetapkan sebagai status siaga hidrometeorologi,” ujar Sadimin dalam keterangannya.

Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Tarano, Moyo Hilir, Unter Iwes, Labuhan Badas, Maronge, Sumbawa, Empang, dan Rhee. Puluhan desa dan kelurahan dilaporkan terendam banjir, sementara sejumlah titik mengalami longsor, kerusakan infrastruktur, hingga terputusnya akses jalan.

Baca Juga :  Pemuda NTB Dilatih Jadi Sultan, Biar 2045 Bisa Beli Pulau Sendiri

Di Kecamatan Tarano saja, banjir merendam lebih dari 760 unit rumah di Desa Labuhan Bontong dan Bantulateh. Sebanyak 762 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak, disertai kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, PAUD, TPU, serta lahan pertanian dan tambak yang terendam ratusan hektare.

Sementara itu, Kecamatan Empang menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan. Tercatat lebih dari 650 kepala keluarga di lima desa terdampak banjir, dengan ratusan rumah terendam. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Labuhan Badas, Unter Iwes, dan Rhee.

Selain banjir dan longsor, cuaca ekstrem berupa angin kencang turut menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi. Atap sekolah, balai desa, dan rumah warga dilaporkan rusak, bahkan satu unit rumah di Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, ambruk akibat terjangan angin.

Sadimin menegaskan, BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, serta aparat kecamatan dan desa untuk melakukan asesmen dampak bencana dan penanganan darurat di lapangan.

Baca Juga :  Banjir Bandang Landa Pulau Sumbawa, Posko Tanggap Darurat NTB Gerak Cepat Kirim Logistik

“Tim TRC BPBD Kabupaten Sumbawa sudah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan awal. Kami juga terus memantau perkembangan situasi karena potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi,” jelasnya.

Saat ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah dilaporkan mulai surut. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat NTB sedang memasuki puncak musim hujan dan potensi hujan lebat masih diprediksi terjadi hingga akhir Januari 2026.

“Masyarakat kami minta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, tanah longsor, dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” pungkas Sadimin.

BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi terdampak berupa bantuan logistik, makanan siap saji, obat-obatan, paket kebersihan, terpal, serta bahan bangunan untuk perbaikan rumah warga yang rusak.

Penulis : SUMBAWAPOST.com

Berita Terkait

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya
Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas
Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026
NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat
PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI
Eks Kapolda NTB Hadi Gunawan Daftar Ketua Demokrat, 11 Surat Dukungan Diverifikasi
Garuda NTB Desak Kejari Buka Alasan SP3 Kasus Bidikmisi UMMAT
HUT ke-81, Iqbal Sentil Pembangunan Lombok Tengah: Jangan Cuma Hebat Tiga Hari Saat MotoGP
Berita ini 81 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 18:35 WIB

Musdalub Demokrat NTB Antarkan Eks Kapolda Hadi Gunawan Jadi Ketua DPD, Ini Targetnya

Jumat, 16 Oktober 2026 - 10:48 WIB

Bukan Cuma MotoGP! ITDC dan MGPA Tembus 100 BUMN Terbaik, The Mandalika Makin Naik Kelas

Jumat, 16 Oktober 2026 - 09:25 WIB

Gubernur NTB Lalu Muhamad Iqbal Raih Penghargaan Zakat Terbaik di Grand BAZNAS Awards 2026

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:10 WIB

NTB Berduka, Tuan Guru Bagu Berpulang: Ilmu dan Keteladanannya Jadi Warisan Umat

Kamis, 15 Oktober 2026 - 15:17 WIB

PWI Gandeng Lemhannas, Wartawan Diminta Waspadai Perang Kognitif di Era AI

Berita Terbaru