SUMBAWAPOST.com| Sumbawa- Bencana hidrometeorologi kembali melanda Kabupaten Sumbawa. Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang mengguyur wilayah tersebut sejak Jumat siang (23/1/2026) memicu banjir, tanah longsor, dan cuaca ekstrem di delapan kecamatan. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Nusa Tenggara Barat menetapkan status Siaga Hidrometeorologi.
Kepala Pelaksana BPBD Provinsi NTB, Sadimin, ST., MT, menjelaskan bahwa kejadian ini merupakan dampak dari curah hujan tinggi yang terjadi secara merata di wilayah Kabupaten Sumbawa, bahkan di sejumlah lokasi disertai angin kencang.
“Sejak Jumat, 23 Januari 2026 sekitar pukul 12.00 WITA, hujan dengan intensitas sedang hingga lebat mengguyur Kabupaten Sumbawa dan menyebabkan banjir serta tanah longsor di delapan kecamatan. Kondisi ini kami tetapkan sebagai status siaga hidrometeorologi,” ujar Sadimin dalam keterangannya.
Delapan kecamatan yang terdampak meliputi Kecamatan Tarano, Moyo Hilir, Unter Iwes, Labuhan Badas, Maronge, Sumbawa, Empang, dan Rhee. Puluhan desa dan kelurahan dilaporkan terendam banjir, sementara sejumlah titik mengalami longsor, kerusakan infrastruktur, hingga terputusnya akses jalan.
Di Kecamatan Tarano saja, banjir merendam lebih dari 760 unit rumah di Desa Labuhan Bontong dan Bantulateh. Sebanyak 762 kepala keluarga atau lebih dari 2.000 jiwa terdampak, disertai kerusakan fasilitas umum seperti sekolah, PAUD, TPU, serta lahan pertanian dan tambak yang terendam ratusan hektare.
Sementara itu, Kecamatan Empang menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup signifikan. Tercatat lebih dari 650 kepala keluarga di lima desa terdampak banjir, dengan ratusan rumah terendam. Kondisi serupa juga terjadi di Kecamatan Labuhan Badas, Unter Iwes, dan Rhee.
Selain banjir dan longsor, cuaca ekstrem berupa angin kencang turut menimbulkan kerusakan di sejumlah lokasi. Atap sekolah, balai desa, dan rumah warga dilaporkan rusak, bahkan satu unit rumah di Desa Pulau Kaung, Kecamatan Buer, ambruk akibat terjangan angin.
Sadimin menegaskan, BPBD Provinsi NTB terus berkoordinasi dengan BPBD Kabupaten Sumbawa, TNI/Polri, serta aparat kecamatan dan desa untuk melakukan asesmen dampak bencana dan penanganan darurat di lapangan.
“Tim TRC BPBD Kabupaten Sumbawa sudah diterjunkan untuk melakukan pendataan dan penanganan awal. Kami juga terus memantau perkembangan situasi karena potensi cuaca ekstrem masih cukup tinggi,” jelasnya.
Saat ini, kondisi banjir di sebagian besar wilayah dilaporkan mulai surut. Namun, BPBD tetap mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, mengingat NTB sedang memasuki puncak musim hujan dan potensi hujan lebat masih diprediksi terjadi hingga akhir Januari 2026.
“Masyarakat kami minta tetap waspada terhadap potensi banjir susulan, tanah longsor, dan angin kencang yang bisa terjadi secara tiba-tiba. Keselamatan warga menjadi prioritas utama,” pungkas Sadimin.
BPBD juga mencatat kebutuhan mendesak di lokasi terdampak berupa bantuan logistik, makanan siap saji, obat-obatan, paket kebersihan, terpal, serta bahan bangunan untuk perbaikan rumah warga yang rusak.
Penulis : SUMBAWAPOST.com










