SUMBAWAPOST.com |™ Mataram-Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) di Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) turun menjadi 3,03 persen pada Agustus 2026. Pada periode yang sama, jumlah Penduduk yang bekerja mencapai 3,15 juta orang atau bertambah 39,76 ribu orang dibandingkan Agustus 2025.
Data tersebut berdasarkan hasil Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) Agustus 2026 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi NTB.
Kepala BPS Provinsi NTB, Dr. Drs. Wahyudin, menyampaikan bahwa jumlah angkatan kerja NTB pada Agustus 2026 mencapai 3,24 juta orang. Angka tersebut meningkat 40,15 ribu orang dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Dari total angkatan kerja tersebut, sebanyak 3,15 juta orang tercatat bekerja. Jumlah ini bertambah 39,76 ribu orang dalam setahun,”ungkap Wahyudin.
Sementara itu, TPT turun menjadi 3,03 persen atau berkurang 0,03 poin persentase dibandingkan Agustus 2025.
Perkembangan tersebut menunjukkan adanya peningkatan jumlah penduduk yang terserap dalam kegiatan ekonomi di NTB.
Berdasarkan lapangan usaha, sektor Pertanian, Kehutanan, dan Perikanan masih menjadi penyerap tenaga kerja terbesar di NTB.
“Sektor tersebut menampung 1,07 juta orang atau 34,06 persen dari total penduduk bekerja,”teranganya.
Selain pertanian, sambung ia, peningkatan penyerapan tenaga kerja juga terjadi pada sektor pertambangan, industri, serta akomodasi dan penyediaan makan minum.
Wahyudin menjelaskan, data ketenagakerjaan tersebut merupakan bagian dari indikator yang digunakan BPS untuk menggambarkan kondisi pasar kerja di NTB.
“Tidak hanya jumlah pekerja, kualitas pekerjaan juga menunjukkan perkembangan. Jumlah pekerja formal mencapai 1,00 juta orang atau 31,94 persen dari total penduduk bekerja,”sebut Wahyudin.
Persentase tersebut meningkat 0,36 poin persentase dibandingkan tahun sebelumnya.
Meski tingkat pengangguran mengalami penurunan, Wahyudin terangkan peningkatan kualitas pekerjaan tetap menjadi perhatian dalam pembangunan daerah.
“Pertumbuhan jumlah penduduk bekerja perlu diikuti dengan perluasan kesempatan kerja, peningkatan keterampilan, serta penguatan Sektor-sektor ekonomi yang mampu menyerap tenaga kerja,”Katanya
Sektor pertanian yang masih mendominasi penyerapan tenaga kerja juga menjadi salah satu bagian penting dalam pengembangan ekonomi daerah.
Perkembangan ini berjalan seiring dengan pertumbuhan ekonomi NTB pada Triwulan III-2026 yang mencapai 7,39 persen secara tahunan.
Dengan demikian, perbaikan kondisi ketenagakerjaan menjadi salah satu indikator penting dalam melihat perkembangan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat NTB.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











