SUMBAWAPOST.com | ™Mataram- Tak hanya berkomitmen mendukung Pendidikan melalui program Beasiswa, pengusaha Jerry Hermawan Lo juga menyiapkan rencana investasi industri pengolahan kelapa di Nusa Tenggara Barat (NTB).
Investasi tersebut diarahkan untuk meningkatkan nilai tambah hasil pertanian sekaligus membuka peluang ekonomi bagi petani lokal.
Rencana investasi itu disampaikan Jerry Hermawan Lo saat menghadiri penyerahan Beasiswa Kelapa kepada 100 mahasiswa Fakultas Pertanian Universitas Mataram (Unram) dari Yayasan JHL Merah Putih Kasih di Aula Rektorat Unram, Mataram, Senin (2/11/2026).
Ketua Dewan Pembina Yayasan JHL Merah Putih Kasih tersebut menjelaskan, pengembangan industri pengolahan kelapa menjadi salah satu langkah strategis untuk mendorong pertumbuhan Ekonomi Daerah melalui konsep royal agro-industry.
“Melalui konsep tersebut, hasil panen Petani tidak lagi hanya dipasarkan dalam bentuk bahan mentah (raw material), tetapi terlebih dahulu diolah menjadi Produk yang memiliki nilai tambah Ekonomi lebih tinggi,”ungkapnya.
Dengan demikian, petani diharapkan tidak hanya bergantung pada penjualan hasil panen mentah, “tetapi juga dapat memperoleh manfaat dari berkembangnya industri pengolahan hasil Pertanian di Daerah,”terangnya.
Rencana investasi Pabrik pengolahan kelapa ini sekaligus menjadi bagian dari upaya mendorong penguatan sektor pertanian dan industri berbasis potensi lokal di NTB
Selain menyiapkan rencana investasi industri pengolahan kelapa, Jerry juga memaparkan komitmen Yayasan JHL Merah Putih Kasih dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia, khususnya di sektor pertanian.
Pihaknya menargetkan penyaluran hampir 2.000 beasiswa bagi mahasiswa pertanian di berbagai Daerah.
“Pada 2026, sebanyak 100 Mahasiswa Fakultas Pertanian Unram menjadi penerima Beasiswa Kelapa yang disalurkan yayasan tersebut,”terangnya.
Menurutnya, dukungan dunia usaha melalui program beasiswa menjadi bagian penting dalam membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan tinggi, terutama mereka yang berasal dari keluarga prasejahtera.
Rektor memaparkan, Unram saat ini memiliki sekitar 35.000 mahasiswa aktif. Lebih dari 40 persen di antaranya berada pada kelompok Uang Kuliah Tunggal (UKT) rendah.
Bahkan, sekitar 900 mahasiswa mendapatkan pembebasan biaya kuliah secara penuh, termasuk 18 mahasiswa program studi kedokteran.
“Kolaborasi antara Perguruan tinggi dan Dunia Usaha diharapkan tidak hanya memperluas akses pendidikan, tetapi juga mendorong pengembangan industri Daerah,”pungkasnya.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











