SUMBAWAPOST.com |™ Mataram- Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB) mematangkan persiapan kunjungan kerja Menteri Perdagangan Republik Indonesia bersama jajaran Direktorat Jenderal ke NTB pada 4-5 November 2026. Agenda tersebut akan diisi peninjauan pasar, pasar murah, bazar produk lokal, hingga dialog bersama 30 Pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).
Persiapan kunjungan dibahas dalam rapat koordinasi lintas sektor yang digelar Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi NTB, Senin (2/11/2026), di Ruang Rapat Bale Kita, Kawasan Islamic Center, Mataram.
Rapat dipimpin Kepala Disperindag NTB, H. Lalu Wiranata, S.IP., M.A., dengan melibatkan unsur pemerintah daerah, instansi vertikal, BUMN, pelaku usaha, serta Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) NTB.
Koordinasi tersebut membahas kesiapan teknis seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari peninjauan pasar, pelaksanaan pasar murah dan bazar, hingga dialog bersama pelaku UMKM. Langkah ini diarahkan untuk menjaga stabilitas harga kebutuhan pokok sekaligus memperluas promosi produk unggulan Daerah.
Kepala Disperindag NTB, H. Lalu Wiranata, menekankan pentingnya keterlibatan seluruh pihak agar kunjungan Menteri Perdagangan memberikan manfaat langsung bagi masyarakat dan pelaku usaha lokal.
“Sinergi lintas sektor menjadi hal penting dalam memastikan ketersediaan bahan kebutuhan pokok dan menjaga stabilitas harga. Karena itu, seluruh pihak perlu mengambil peran sesuai tugas dan dukungannya masing-masing,” ungkap Lalu Wiranata.
Dalam agenda Kamis (5/11/2026), Menteri Perdagangan RI dijadwalkan meninjau Pasar Kebon Roek, Mataram. Peninjauan tersebut menjadi kesempatan untuk melihat langsung kondisi pasar, perkembangan harga, serta ketersediaan bahan kebutuhan pokok masyarakat.
Setelah itu, Menteri Perdagangan dijadwalkan mengunjungi Bale Kita di Kawasan Islamic Center untuk membuka kegiatan pasar murah dan bazar bersama Gubernur NTB.
Kegiatan tersebut akan melibatkan perangkat daerah, pelaku UMKM, dan sejumlah mitra usaha dengan menghadirkan berbagai komoditas kebutuhan pokok serta produk unggulan lokal.
Disperindag NTB mengoordinasikan keterlibatan Perangkat Daerah, BUMN, pelaku usaha, dan UMKM agar komoditas yang disediakan dapat dijual dengan harga lebih terjangkau dan kompetitif dibandingkan harga pasar.
“Pasar murah dan bazar ini diharapkan dapat membantu masyarakat memperoleh kebutuhan pokok dengan harga yang lebih terjangkau. Pada saat yang sama, kegiatan ini juga menjadi ruang bagi UMKM untuk memperkenalkan produk unggulannya,” terang H. Lalu Wiranata.
Dukungan terhadap kegiatan tersebut juga datang dari sejumlah BUMN. Perum Bulog menyatakan kesiapan menyediakan beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP), minyak goreng, serta memperkuat distribusi bahan kebutuhan pokok.
Bulog juga menyiapkan partisipasi melalui sekitar 25 toko atau agen dan akan menghadirkan sejumlah komoditas dalam kegiatan bazar.
Sementara itu, Pertamina menyampaikan bahwa ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) di Wilayah NTB dalam kondisi aman untuk memenuhi kebutuhan hingga tujuh hari ke depan. Pemantauan distribusi akan terus dilakukan agar pasokan tetap terjaga selama rangkaian kunjungan berlangsung.
Pemerintah Kota Mataram turut mendukung persiapan teknis peninjauan Pasar Kebon Roek. Adapun Biro Umum dan Protokol Provinsi NTB mengoordinasikan agenda Gubernur serta rangkaian kegiatan bersama Menteri Perdagangan.
Selain pasar murah dan bazar, kunjungan Menteri Perdagangan juga akan diisi dialog bersama 30 pelaku UMKM. Pertemuan tersebut akan membahas pengembangan usaha, strategi pemasaran, serta peluang meningkatkan daya saing produk daerah.
Ketua Dekranasda Provinsi NTB, Bunda Sinta, turut memberikan perhatian terhadap stabilitas harga komoditas, penguatan distribusi beras, dan keterlibatan UMKM lokal dalam kegiatan bazar.
Menurutnya, bazar perlu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat melalui penyediaan komoditas dengan harga terjangkau, “sekaligus membuka ruang promosi dan pemasaran bagi produk UMKM NTB,”katanya.
Bale Kita yang menjadi rumah promosi dan pemasaran produk autentik UMKM NTB juga diharapkan menjadi ruang strategis untuk memperkenalkan produk lokal kepada Menteri Perdagangan beserta jajaran. Dengan demikian, produk daerah berpeluang memperoleh akses pemasaran yang lebih luas.
Untuk mendukung publikasi kegiatan, Dinas Komunikasi, Informatika, dan Statistik (Diskominfotik) Provinsi NTB akan menyiapkan tim liputan serta flyer sosialisasi bazar. Materi publikasi tersebut akan disebarluaskan kepada ASN lingkup Pemerintah Provinsi NTB dan masyarakat.
Melalui koordinasi lintas sektor ini, Disperindag NTB berharap kunjungan Menteri Perdagangan RI dapat memperkuat sinergi pemerintah pusat dan daerah dalam menjaga stabilitas harga, memastikan ketersediaan kebutuhan pokok, serta mendorong pertumbuhan UMKM.
Kunjungan tersebut juga diharapkan membuka peluang pemasaran yang lebih luas bagi produk unggulan NTB sekaligus memperkuat peran UMKM dalam perekonomian daerah.
Penulis : SUMBAWAPOST.com











