SUMBAWAPOST.com |™ Bali- Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PSOI) Nusa Tenggara Barat (NTB) optimistis membidik Medali Emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) 2028. Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Surfing Indonesia menjadi salah satu ajang penting bagi NTB untuk mengukur kekuatan pesaing dari berbagai Provinsi sebelum menghadapi pesta Olahraga Nasional tersebut.
Ketua PSOI NTB, Nurbaya Sari, mengatakan persaingan dalam Kejurnas memberikan gambaran mengenai kemampuan peselancar dari Daerah lain yang berpotensi menjadi lawan Atlet NTB pada PON 2028.
“Di acara Kejurnas ini juga bisa kita melihat-lihat kekuatan lawan kita untuk PON 2028 dan kita NTB optimis emas untuk NTB di ajang PON setelah melihat kekuatan lawan dari seluruh provinsi di Indonesia,” kata Nurbaya Sari. Jum’at (23/10/2026).
Menurut Nurbaya, hasil pengamatan terhadap persaingan di tingkat Nasional menjadi bahan evaluasi bagi PSOI NTB dalam mempersiapkan Atlet. Pemetaan kekuatan lawan tersebut diharapkan membantu penyusunan program pembinaan dan latihan yang lebih terarah agar peselancar NTB mampu meningkatkan kualitas serta daya saing.
Optimisme tersebut turut ditopang prestasi atlet selancar NTB, termasuk Bronson Meydi yang berhasil meraih medali Emas pada Kejurnas Surfing Indonesia dan kembali memperoleh Emas di Liga Surfing Indonesia (LSI).
Capaian Bronson menjadi modal positif bagi NTB dalam mempersiapkan atlet menghadapi kompetisi mendatang. Meski demikian, target Medali Emas PON 2028 membutuhkan persiapan berkelanjutan, peningkatan kualitas latihan, serta dukungan Fasilitas dan Kesejahteraan Atlet.
PSOI NTB berharap evaluasi dari Kejurnas dapat menjadi dasar dalam menyusun strategi persiapan yang lebih terukur. Dengan demikian, atlet NTB diharapkan tidak hanya mampu bersaing dengan peselancar dari Provinsi lain, tetapi juga berpeluang menyumbangkan Medali Emas bagi Daerah pada PON 2028.
Dukungan terhadap kompetisi Nasional juga disampaikan Ketua Umum Pengurus Besar Persatuan Selancar Ombak Indonesia (PB PSOI), Pandu Sjahrir. Menurutnya, kompetisi yang berlangsung secara konsisten menjadi fondasi penting untuk mencetak atlet selancar ombak Indonesia yang mampu bersaing di tingkat Dunia.
“PB PSOI mendukung penuh Liga Surfing Indonesia sebagai bagian penting dari pengembangan olahraga surfing nasional. Indonesia memiliki potensi yang luar biasa, baik dari sisi atlet, kualitas ombak, maupun komunitas surfing yang terus berkembang,” kata Pandu dalam keterangan tertulis yang diterima media SUMBAWAPOST.com.
Kompetisi yang diselenggarakan Asian Surf Cooperative (ASC) dengan dukungan PB PSOI tersebut mempertandingkan delapan divisi, mulai dari kategori junior hingga peselancar profesional dan kelompok usia di atas 40 tahun.
Keikutsertaan peselancar berpengalaman dalam kompetisi tersebut diharapkan memberi kesempatan bagi atlet muda untuk meningkatkan kemampuan sekaligus mempersiapkan diri menghadapi persaingan di tingkat nasional dan internasional.
Kejurnas Surfing 2026 dan Grand Final Liga Surfing Indonesia (LSI) 2026 diselenggarakan pada 19-22 Oktober 2026 di Pantai Pererenan, Badung, Bali. Kedua ajang tersebut menjadi kesempatan bagi atlet untuk menguji kemampuan sekaligus menjadi bahan evaluasi dalam mempersiapkan diri menghadapi kompetisi berikutnya.
Bagi PSOI NTB, pemetaan kekuatan lawan melalui Kejurnas menjadi salah satu langkah penting untuk menyusun persiapan menuju PON 2028. Target medali emas diharapkan dapat diperjuangkan melalui pembinaan yang konsisten, peningkatan kualitas atlet, dan dukungan berbagai pihak terhadap perkembangan olahraga selancar ombak di NTB.
Sementara, Pekan Olahraga Nasional (PON) XXII Tahun 2028 secara resmi ditetapkan diselenggarakan oleh Tiga Wilayah Tuan Rumah, yaitu Nusa Tenggara Barat (NTB), Nusa Tenggara Timur (NTT), dan DKI Jakarta
Penulis : SUMBAWAPOST.com











